Pelalawan, katakabar.com - Terseret arus saat mandi di anak sungai Kualo aliran dari sungai Kampar Jalan Pulau Payung, Dusun Kualo, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupeten Pelalawan, dua orang murid Sekolah Dasar (SD) ditemukan tewas, pada Selasa (23/1) sore.

Diketahui, jasad kedua anak masih duduk di bangku salah saru SDN di Kecamatan Pangkalan Kerinci, ditemukan sekitar dua meter dari lokasi kejadian oleh tim gabungan dari Sat Pol Airud Polres Pelalawan, Polsek Pangkalan Kerinci, BPBD dan masyarakat dusun setempat.

"Benar, menurut saksi di tempat kejadian persitiwa berawal saat Junaidi (JD) dan Muhammad Refal (MR) bersama tiga temannya baru pulang sekolah. Lalu, berenang tak jauh dari lokasi banjir, beberapa menit kemudian saksi mendengar dari orang yang ada di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP)  kelima anak hanyut di aliran sungai tempat mereka bermain," ujar AKP  Romi Irwansyah Kapolsek Pangkalan kerinci, AKP Romi Irwansyah kepada katakabar.com.

Mantan Kasat Reserse Narkoba Polres Pelalawan ini menjelaskan, anak-anak sempat dilarang pedagang di sekitar lokasi, tapi anak-anak tidak mengindahkan larangan dan tetap masuk kedalam aliran sungai Kualo.

Baru lima menit berenang kedalam genangan air, kelima murid SD tiba-tiba, hanyut terseret arus. Warga yang melihat kondisi, sontak berteriak dan memberikan pertolongan.

Dari hasil pencarian, tiga dari lima anak  berhasil diselamatkan keadaan lemah setelah banyak meminum air banjir. Sedang, dua anak lainnya, yakni korban JD dan MR berhasil ditemukan  keadaan tidak sadarkan diri keduanya dinyatakan meninggal dunia.

"Jasad dua orang anak di Rumah sakit Amelia Medika sudah diurus administrasinya oleh Polsek Pangkalan Kerinci dan diserahkan kepada pihak keluarga," jelasnya.