KATAKABAR-MEDAN | Keluarga Besar Putra Putri Polri (KBPP POLRI) Pimpinan Resor Medan dalam waktu dekat akan membuat laporan pada Polda Sumut dan Kejati Sumut terkait adanya aduan tenaga pendamping fiktif pada program IBM KOTAKU dan PISEW tahun 2022.
Hal ini disampaikan oleh Ketua KBPP POLRI Medan, Ade Suherman, SE, MSi, MH berdasarkan temuan dari call center KBPP POLRI kepada awak media, Jumat (12/08/2022).
"Bahwa berdasarkan aduan dari call center kita peroleh data bahwa adanya temuan ijazah palsu yang digunakan pada program KOTAKU dan PISEW tahun anggaran 2022. Hal ini di perkuat dengan tidak adanya proses rekrutmen terbuka seperti pada program padat karya sejenis di Balai PPW II Sumatera Utara tersebut."papar Ade Suherman, SE, MSi, MH
Aneh lagi terang Ade Suherman, KBPP POLRI Medan juga menerima aduan masyarakat bahwa adanya dugaan kutipan di desa penerima bantuan padat karya tersebut.
"Kami KBPP POLRI Resor Medan sudah melayangkan surat klarifikasi pertama kepada Kepala Balai PPW II Sumut tertanggal 27 Juli 2022 untuk mempertanyakan hal tersebut. Namun sayang disayangkan jawaban atas surat tersebut yang kami terima dengan nomor UM.01.03/Satker PPWII-SU/PPK-PKP/217 normatif dan tidak menjawab jelas aduan masyarakat tersebut,"tegasnya.
Ade Suherman menambahkan jika program IBM KOTAKU dan PISEW menelan anggaran 600 juta sampai 1 Miliar ini adalah uang negara, sudah sepatutnya didampingi oleh tenaga ahli yang sesuai dan tidak fiktif apalagi diduga menggunakan ijazah palsu.
Ketika awak media singgung kapan laporan akan disampaikan ke Polda Sumut dan Kejati Sumut, Ketua KBPP POLRI Resor Medan itu menjawab jika tidak ada halangan minggu depan laporan sudah masuk ke penegak hukum tersebut.
"Bukti-bukti laporannya sedang kami kumpulkan dan lengkapi, nanti rekan-rekan media akan kita kabarkan melalui konferensi pers jika laporan sudah masuk." tutup Ade Suherman.
Sementara itu Ketua Kominfo KBPP POLRI Resor Medan, Ucok Ali Syukur S.Sos juga menegaskan saat ini pihaknya sudah mengumpulkan berbagai bukti dibeberapa Kabupaten/Kota atas dugaan fiktifnya program KOTAKU dan PISEW 2022.
"Sudah ada bukti dari beberapa kabupaten/kota yang kita telusuri,"tambah Ucok panggilan Ali Syukur.
Saat dikonfirmasikan prihal ini kepada Kepala Balai PUPR Kementrian Sumut Syafril Tansier ST MT, jawabannya cukup normatif kalau apa yang disoalkan pihak KBPP POLRI Resor Medan sudah disiapkan oleh PPK.
"Sudah disiapkan jawabannya oleh PPK,"kata Syafril. Begituhalnya dengan PPK KOTAKU dan PISEW Nurasyah.Beliau hanya menjawab "Ya Pak,"ujar NurAsyah
Tenaga Pendamping Diduga Fiktif, KBPP Polri Resor Medan Akan Laporkan PPK Program KOTAKU dan PISEW
Diskusi pembaca untuk berita ini