Pekanbaru, katakabar.com - Pemerintah Provinsi Riau, telah menyalurkan bantuan sembako dari Aparatur Sipil Negara (ASN), pengusaha, perusahaan-perusahaan, organiasi kemasyarakatan dan organiasi keagamaan yang telah di berikan kepada Pemprov Riau, selama dampak covid-19 melanda Riau.
Gubernur Riau, Syamsuar, mengatakan, bantuan sembako tersebut diberikan kepada masyarakat yang terdampak, selain dari masyarakat penerima bantuan dari Pemerintah Kabupaten Kota, melayi RT/RW, Lurah dan Kecamatan.
“Bantuan ini sebenarnya bukan kepada masyarakat umum ya, tapi bagi yang terdampak, misalnya imam masjid, ustad-ustad, pendeta, ada guru ngaji, yang seperi itu yang kita bantu,” ujar Syamsuar usai menyerahkan bantuan kepada ustad dari Minas, Kamis (7/5), di posko Gugus Tugas Covid-19.
“Tapi kan kalau masyarakat umum sudah ada jalurnya, khususunya dari RT/RW Lurah, terhadap bantuan ini ada yang tidak terbantu nanti itulah yang kita bantu,” jelas Syamsuar.
Syamsuar mengingatkan, saat inilah bagi Bupati dan Walikota untuk turun langsung ke masyarakat untuk membagikan sembako. Apalagi dalam suasana bulan suci Ramadhan, termasuk dampak covid-19, masyarakat membutuhkan uluran tangan dari Bupati dan Walikota, sementara Pemprov telah membantu melalui bantuan yang sudah diterima.
“Jadi bukan semua masyarakat kita bantu.,Karena memang bukan disini tempatnya tapi tempatnya di Bupati dan Walikota. Makanya harapan saya kesempatan ini Bupati Walikota harus turun tangan, sekaligus memberikan bantuan sembako kepada masyarakatnya. Karena masyarakatnya terdampak covid-19,” kata Syamsuar.
“Apalagi sekarang ini dalam suasana bulan sucir Ramadhan, jadi sebenarnya ini kita utamakan bagi guru ngaji, ustad, pendeta, mungkin selama ini dalam puasa ini tidak ada kegiatan. Termasuk mahasiswa kita yang tidak bisa pulang ini kita bantu,” tambahnya.
Sembako yang diberikan oleh Pemprov Riau, berupa beras, gula, mi instan, sarden, dan jenis lainnya. Masing-masing penerima akan menerima satu paket yang sudah dibungkus sesuai peruntukannya.
Syamsuar Serahkan Sembako untuk Ustad, Guru Ngaji, dan Pendeta
Diskusi pembaca untuk berita ini