Medan, katakabar.com-Sebanyak enam calon murid baru (CMB) yang diterima melalui jalur mutasi kerja orangtua di SMAN 3 Medan diduga menggunakan dokumen palsu.
Enam CMB tersebut dinyatakan lolos dengan memanfaatkan persyaratan dokumen mutasi kerja yang tidak sesuai ketentuan.
Temuan mencolok terlihat pada Nomor Pegawai Perusahaan (NPP) milik empat anak pegawai Bank Sumut, yang semuanya tercatat sama.
Dua lainnya berasal dari orangtua yang bekerja di Bank Mandiri (mutasi kerja di Sulawesi) dan PT Pegadaian (mutasi kerja di Jakarta).
Meski dugaan ini mencuat, Plt Kepala SMAN 3 Medan, Susianto, belum bersedia memberikan penjelasan rinci saat dikonfirmasi.
“Izin kami cek faktual datanya ya, Bangda. Kalau terbukti, akan kami keluarkan sebagaimana mestinya sesuai juknis,” ujar Susianto dikonfirmasi wartawan, Senin (2/6/2025).
Saat ditanya mengapa bisa terjadi kelolosan anak-anak pegawai bank ini, dan apakah laporan sudah masuk ke Ombudsman, Susianto hanya menjawab singkat, “Siap. Kami sedang cek faktualnya,” tanpa memberikan keterangan lebih lanjut.
Berikut data enam calon murid yang dinyatakan lolos di SMAN 3 Medan:
AHI, anak dari Joko Irawan (pegawai Bank Sumut)
AZG, anak dari Sugeng Priyanto (pegawai Bank Sumut)
MR, anak dari Suhartini (pegawai Bank Sumut)
NRW, anak dari Hendra Gunawan (pegawai Bank Sumut)
ASZ, anak dari Alfinasyah (pegawai PT Pegadaian)
NES, anak dari Yulius Ares (pegawai Bank Mandiri)
Ombudsman Sumut Turun Tangan
Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumatera Utara, Herdensi, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan terkait dugaan penggunaan dokumen palsu di jalur mutasi kerja orangtua untuk penerimaan murid baru di SMAN 3 Medan.
“Kami akan menindaklanjuti laporan ini dengan melakukan kroscek dan verifikasi di lapangan untuk menentukan langkah-langkah selanjutnya,” tegas Herdensi.
Kasus ini menjadi sorotan publik karena membuka celah potensi kecurangan dalam proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) melalui jalur khusus.
Dugaan penggunaan dokumen palsu bukan hanya melanggar aturan, tetapi juga berpotensi menciderai prinsip keadilan bagi siswa lain yang berhak mendapatkan kursi di sekolah favorit seperti SMAN 3 Medan.
SMAN 3 Medan Diduga Terima 6 Calon Murid Baru Jalur Mutasi dengan Dokumen Palsu
Diskusi pembaca untuk berita ini