Duri, katakabar.com - Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 yang berada di kawasan Jalan Pipa Air Bersih, Desa Simpang Padang, Kecamatan Bathin Solapan, Duri Kabupaten Bengkalis, tak mau buru-Buru melaksanakan kegiatan pembelajaran tatap muka di masa pandemi Covid 19 ini.

Padahal kalau dilihat dan diamati, SMKN 1 Duri ini paling siap melaksanakan kegiatan pembelajaran tatap muka. Sekolah yang dikepalai Zulfikar ini punya fasilitas mumpuni untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka sudah lengkap dibanding sekolah sederajat lainnya yang ada di Dua Kecamatan, Mandau dan Bathin Solopan.

Lihat Klinik Kesehatan, sudah ada jauh sebelum virus Corona melanda Dunia, khususnya Indonesia, Lima tahun silam Klinik Kesehatan bekerja sama dengan salah seorang yang ada di Duri sudah melayani guru dan murid yang sakit.

Tidak cuma itu, kebersihan dan keasrian lingkungan sekolah tak perlu diragukan, dan tempat-tempat cuci tangan buat para siswa saat belajar tatap muka sudah tersedia, serta masjid lumayan besar mampu menampung ratusan hingga seribuan siswa yang beragama islam untuk beribadah.

Pembelajaran daring atau online yang dilaksanakan SMKN 1 Duri ini terbilang sukses, sebab guru-guru bidang study tetap bersekolah dengan menjalankan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid 19.

"Lebih baik mencegah dari pada mengobati", elok dilakukan persiapan dengan matang, dan simulasi lebih dulu baru kegiatan pembelajaran tatap muka dilaksanakan," kata Kepala SMAN 1 Duri Kecamatan Mandau dan Batshol Kabupaten Bengkalis, Zulfikar saat bincang akrab bersama katakabar.com di kantornya pada Rabu (27/1) pagi.

"Kita tidak mau terburu-buru menerapkan kegiatan pembelajaran tatap muka, sebab risiko yang bakal muncul mesti dipikirkan. Kalau anak-anak belum menjalankan prorokol kesehatan 3M, seperti mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan khawatir cluster baru Covid 19 di sekolah."

Itu sebabnya, simulasi dilaksanakan dulu selama sehari pada Rabu (27/1). Sebelumnya sudah dilaksanakan rapat persiapan pembelajaran tatap muka, mengundang dokter Klinik Kesehatan memberikan sosialisasi dan tata cara menerapkan protokol kesehatan di sekolah, ujarnya.

Kata mantan Kepala SMEA Korpri Kecamatan Mandau ini, pola pembelajaran tatap muka mesti dipikirkan dengan matang.

"Sekolah ini kejuruan, tidak sama dengan sekolah sederajat lainnya bersifat umum. Lantaran itu, sebelum menerapkan pembelajaran tatap muka simulasi dilaksanakan lebih dulu, guna membiasakan adaptasi baru di tengah pandemi," jelasnya.

Masih Zulfikar, kegiatan pembelajaran tatap muka di sekolah sesuai jadwal yang disepakati bersama majelis guru mulai dilaksnakan pada Kamis (28/1).

Berdasarkan instruksi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Riau, siswa yang mengikuti pembelajaran tatap muka sementara kelas 3.

Lantaran jumlah siswa kelas 3 totalnya 355 orang, kegiatan pembelajaran tatap muka pola shif. Bila jumlah siswa di masa normal sebanyak 36 orang dibagi dua kelompok A dan B, dengan jumlah siswa per kelas maksimal 18 orang dengan menjalankan protokol kesehatan Covid 19.

"Alhamdulillah, orang tua siswa mendukung dan setuju dengan wacana kegiatan pembelajaran tatap muka. Itu saat rapat bersama dengan pihak sekolah yang digelar, jauh hari sebelum penerapan kegiatan pembelajaran tatap muka dilaksanakan," tandasnya.