Jakarta, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS taja Sharing Session dan Evaluasi Roadmap BPDPKS Ddukung Pengembangan Kelapa Sawit Berkelanjutan pada 2022 hingga 2029 mendatang, untuk Program Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit di Yogyakarta, di pekan ketiga Juli 2024 lalu.

Kegiatan yang dihadiri Direktur Perencanaan dan Pengelolaan Dana BPDPKS, Kabul Wijayanto ini bertujuan untuk melihat secara langsung pelaksanaan Program Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit yang dilakukan lembaga penyelenggara pendidikan dan membandingkannya dengan Roadmap pengembangan SDM yang sudah disusun, sehingga apabila terdapat masalah yang menghambat program dapat segera teratasi.

Lembaga penyelenggara pendidikan yang hadir, yakni lembaga pendidikan yang berada di Yogyakarta dan memiliki program perkebunan kelapa sawit dan mendapatkan pendanaan untuk menyalurkan program pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit program pendidikan SDM Perkebunan Kelapa Sawit.

Selain dihadiri lembaga pendidikan yang memiliki program perkebunan kelapa sawit, acara sharring session dan evaluasi ini dihadiri perwakilan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS, asosiasi perkebunan kelapa sawit, kementerian teknis terkait dan perwakilan mahasiswa penerima beasiswa pendidikan dari BPDPKS.

Di acara tersebut, Kepala Divisi Pendidikan SDM, Litbang dan Pengembagan Sarpras, Triana Meinarsih menyampaikan, pemenuhan kebutuhan SDM secara kuantitatif dan kualitatif perlu mendapatkan perhatian khusus dan hal ini perlu dipersiapkan sejak awal secara terencana.

Ditegaskannya, proyeksi kebutuhan SDM tersebut perlu melihat dan mempertimbangkan kebutuhan SDM dan tenaga kerja di perkebunan kelapa sawit beserta industri pendukungnya dalam hal teknologi, manajemen, perkembangan sustainability.

"Adanya Roadmap menjadi bagian yang penting dalam menjalankan Program Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit tersebut," jelasnya.

Acara dihadiri tiga narasumber, yakni Direktur AKPY-STIPER/Ketua Umum ALPENSI/Komite SDMPKS BPDPKS – Dr. Sri Gunawan, SP. MP. IPU, Ketua Dewan Pembina ALPENSI/ Dosen IPB - Dr. Ir. Hariyadi, M.S., dan Perwakilan dari Direktorat Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma-Mula.

Salah satu narasumberDr. Sri Gunawan, SP. MP. IPU menjabarkan gambaran kebutuhan SDM Perkebunan Kelapa Sawit sampai dengan tahun 2038.

”Analisis kinerja roadmap Program SDM Perkebunan Kelapa Sawit dan rekomendasi tindak lanjut monev yang perlu dilakukan," tuturnya.

Di sesi kedua, Dr. Ir. Hariyadi, M.S. paparankan Analisa SWOT Pada Pelaksanaan Program Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit Untuk Mendukung Sawit Berkelanjutan.

Hariyadi menjelaskan teknik analisis pengembangan sumberdaya manusia menggunakan matriks SWOT atau Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats dilakukan berdasarkan empat jenis strategi, yakni Strength-Opportunity Strategy (S-O), Strength-Threats Strategy (S-T), Weakness-Opportunity Strategy (W-O) dan Weakness-Threats Strategy (W-T) yang selanjutnya dibagi dua yaitu faktor internal dan faktor eksternal. 

Dr. Ir. Hariyadi, M.S menerangkan Strategi Pengembangan SDM Kelapa Sawit yang dibagi menjadi empat, meliputi, pertama meningkatkan program beasiswa dan pelatihan sertapengembangan keterampilan sumberdaya manusia dengan kerjasama antara lembaga pendidikan, pemerintah, dan swasta.

Kedua, meningkatkan kerja sama antara lembaga pendidikan/pelatihan dengan industri perkebunan dalam pengembangan kreativitas dan inovasi serta penerimaan kerja bagi lulusan, ketiga Perencanaan program dan waktu sosialisasi secara cukup memadai. Kempat, embangun kerjabsama antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan industri perkebunan dalam penyusunan regulasi yang saling menguntungkan.

Selanjutnya di sesi terakhir, Mula paparkan tentang Desain dan Capaian Pengembangan SDM Industri Kelapa Sawit atau Perspektif Industri Hulu Tinjauan dan Evaluasi.

Menurut Mula, perkebunan kelapa sawit adalah industri padat karya, jutaan masyarakat bergantung pada industri sawit Indonesia. Pertumbuhan industri sawit akan berperan penting pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pengembangan wilayah. 

Sharing Session yang dilakukan secara hybrid ini di tutup Direktur Perencanaan dan Pengelolaan Dana BPDPKS, Kabul Wijayanto.

Acara sharing session dan evaluasi ini, kata Kabul, dapat dilakukan secara periodik sehingga akan lebih banyak masukan dan input terkait pelaksanaan Roadmap BPDPKS Dalam Mendukung Pengembangan Kelapa Sawit Berkelanjutan 2022-2029 untuk Program Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit.  

”Pelaksanaan roadmap BPDPKS dapat mengukur efektivitas program, mengidentifikasi kesenjangan dan tantangan, memastikan kesesuaian dengan regulasi dan peraturan, dan mengukur dampak jangka menengah dan jangka panjang," imbuhnya.