Sekadau, katakabar.com - Bupati Sekadau, Kalimantan Barat, Aron serahkan bantuan benih unggul kelapa sawit pre-nursery program IP3K kepada 27 kelompok tani, di penangkaran benih kelapa sawit Desa Tapang Semadak, Kecamatan Sekadau Hilir, pada Senin (17/7).

"Bantuan benih unggul kelapa sawit siap tanam ini stimulus agar para petani atau pekebun dapat membudidayakan kelapa sawit dengan baik dan benar. Soalnya, kunci keberhasilan pembangunan kebun kelapa sawit dengan penggunaan benih unggul," kata Bupati Sekadau, Aron dilansir dari laman elaeis.co pada Selasa (18/7).

Kepada petani penerima bantuan untuk secara swadaya menanam dan memelihara benih yang diberikan dengan baik sesuai dengan ketentuan teknis, pesannya.

Dijelaskannya, kegiatan penyaluran benih unggul kelapa sawit tahun 2023 ini tahun ke dua. Ini program berkelanjutan, bantuan benih kelapa sawit unggul bakal diluncurkan di tahun-tahun berikutnya sesuai dengan ketersediaan anggaran.

Untuk itu, perlu monitoring dan evaluasi dari kegiatan sebelumnya, dan penting dilakukan perbaikan pelaksanaan di kegiatan tahun berikutnya.

“Kepada kelompok tani penerima, saya minta agar bantuan dimanfaatkan sebaik-baiknya. Apalagi bantuan berupa bibit pre-nursery dengan umur 4 hingga 5 bulan, perlu dirawat lagi dalam polybag besar hingga bibit siap untuk ditanam,” ulasnya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sekadau, Sandae menimpali, dari 7 kecamatan yang ada di Kabupaten Sekadau, jumlah usulan yang diterima sebanyak 176 kelompok petani pekebun dengan luas sekitar 3.700 hektar.

Selanjutnya, usulan tersebut bersama dengan PPL dilakukan verifikasi terhadap kesesuaian kelembagaan, domisili pekebun, dan kesesuaian lahan.

“Kelompok tani pengusul harus terdaftar dalam Sistem Informasi Penyuluhan Pertanian (Simultan), anggota kelompok tani berdomilisi di Kabupaten Sekadau, serta lahan yang diusulkan berada di wilayah Kabupaten Sekadau dan tidak berada di dalam kawasan hutan,” tegasnya.

Masih Sandae, anggaran yang tersedia, sehingga tahun anggaran 2023 dapat terakomodir pengadaan benih unggul kelapa sawit pre-nursery sejumlah 73.438 batang, dan benih diserahkan kepada 27 kelompok tani yang menyebar di 21 desa dengan  luas lahan yang dibantu mencapai 547 hektar.

Sebelumnya, tahun anggaran 2022 lalu terakomodir bantuan sejumlah 36.000 batang bibit sawit untuk 15 kelompok tani menyebar di 13 desa dengan luas lahan yang dibantu sejumlah 276 hektar,” bebernya.

Sandae menambahkan, pengadaan benih kelapa sawit siap tanam dilaksanakan sesuai ketentuan melalui proses pengadaan barang dengan mekanisme e-Purchasing terhadap barang/jasa yang tersedia dalam e-Katalog lokal.

“Benih berasal dari varietas unggul yang dikeluarkan produsen benih resmi yang sudah melalui proses sertifikasi dan telah diberi label lembaga yang berkompeten, yakni Unit Pengawasan dan Sertifikat Benih Perkebunan (UPSBP) Provinsi Kalimantan Barat,” tandasnya.