Surabaya, katakabar.com - Industri kelapa sawit tegaskan perannya sebagai tulang punggung ekonomi Indonesia. Lantaran itu, lewat Workshop Produksi Bolu, Kue Kering, dan Selai Berbahan Dasar Sawit yang digelar Elaeis Media Group atau EMG di Surabaya, Selasa (29/4), Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) mendorong generasi muda untuk berinovasi, dan membawa produk olahan sawit ke pasar internasional.
"Betapa besarnya kontribusi sawit terhadap ekonomi nasional," ujar Kepala Divisi UKMK BPDP, Helmi Muhansyah.
Menurut data BPS, devisa dari sektor ini pada 2024 mencapai sekitar 20 miliar dolar AS. Sedang, versi Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia atau GAPKI, nilainya setara dengan 450 triliun rupiah. Angka ini bahkan hampir 12 kali lipat dari APBD provinsi seperti Jawa Tenggara.
Lebih dari sekadar ekspor, kelapa sawit berperan penting menghemat devisa negara lewat program energi berbasis biodiesel.
Kata Helmi, sejak Indonesia menjadi net importer minyak bumi, program seperti B30, B35, hingga B40 menjadi krusial. Dalam skema B40, sebanyak 40 persen bahan bakar diesel berasal dari sawit, sisanya solar. Ini jelas berdampak langsung pada penghematan impor energi.
Faktanya, pada tahun 2024 saja, Indonesia mampu menghemat hingga 147 triliun rupiah berkat penggunaan biodiesel sawit. Bila ditambahkan dengan pemasukan dari ekspor, total kontribusi industri sawit bagi ekonomi nasional hampir menyentuh angka 800 triliun rupiah.
Tapi, industri ini tidak lepas dari tantangan. Berbagai tudingan negatif seperti kerusakan lingkungan, pelanggaran HAM, hingga isu pekerja anak terus menghantui. Helmi mengajak publik untuk melihat secara objektif.
Salah satu contohnya adalah alumni program inkubasi bisnis sawit tahun 2021 di Bukittinggi yang kini sukses mengekspor produk makanan berbahan sawit ke luar negeri.
Workshop di Surabaya ini menjadi bagian dari upaya nyata BPDPKS bersama Elaeis Media Group untuk mencetak wirausahawan muda yang andal. Para peserta tak hanya diajarkan teknik produksi, tapi strategi branding dan peluang pasar ekspor.
Di penghujung acara, Helmi mengajak seluruh peserta untuk aktif menyuarakan narasi positif tentang sawit melalui media sosial.
"Sudah saatnya generasi muda tampil sebagai duta sawit Indonesia yang kreatif, inspiratif, dan membanggakan," sebutnya.
Sawit Penopang Ekonomi, Generasi Muda Surabaya Mesti Bisa Ekspor Olahan Kreatif
Diskusi pembaca untuk berita ini