Batang Hari, katakabar.com - Ribuan calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) berseragam kuning khaki, berbaris rapi di atas hijau rerumputan lapangan sepak bola Alun-alun Batang Hari, Jumat malam (22/8/2025).
Aksi kumpul malam hari non-ASN sejak petang hingga dini hari, kali pertama terjadi di daerah ini. Kehadiran mereka bukanlah menuntut pembayaran gaji, melainkan menanti kedatangan Bupati beserta istri.
Tak tanggung-tanggung, mereka turut serta mengajak orang tua, sanak saudara serta sahabat memadati kawasan Alun-alun. Meski kalah jumlah, puluhan anak buah Adnan (Kasat Pol PP) tampak siaga menghadapi kerumunan manusia.
Kurang dua jam berdiri di bawah lampu sorot lapangan sepak bola, rona wajah lelah 1742 calon PPPK tahap II terlihat nyata. Tapi tenang, keceriaan plus senyum bahagia mereka terpancar kala sosok pemimpin daerah idaman turun dari kursi tengah mobil varian sporty hitam BH 1 B plat merah.
Ketua DPRD Batang Hari, Rahmad Hasrofi, Penjabat Sekretaris Daerah Mula P Rambe, Forkompinda, serta seluruh Camat, menyambut dan menyalami Bupati Mhd Fadhil Arief beserta istri dan anak tercinta.
Selama perjalanan menuju podium utama, Ketua DPW PPP Jambi ini tak lupa menyapa ribuan masyarakat yang hadir sembari melambaikan kedua tangannya. Setelan seragam dinas kuning khaki, sepatu hitam, bikin karisma suami Zulva benar-benar menyala.
Melalui pengeras suara, Sang Kepala Daerah mengukir sejarah Jumat berkah dalam amanat sumpahnya melantik 1742 PPPK tahap II, formasi tahun 2024 terdiri atas Tenaga Kesehatan dan Tenaga Teknis.
"Saya, Bupati Batang Hari, dengan ini secara resmi melantik dan menugaskan kepada saudara dan saudari jabatan yang baru. Saya yakin dan percaya bahwa saudara dan saudari akan dapat menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya, sesuai dengan tanggung jawab yang telah diberikan," kata Fadhil Arief.
Dalam arahan singkatnya, Fadhil Arief menegaskan agar 1742 PPPK tahap II yang baru dilantik segera merubah perilaku tak baik. Sebagai abdi negara, perilaku baik setiap ASN merupakan wujud pengabdian kepada masyarakat.
"Kita semua pasti punya kesalahan, menyebarkan hoak, menghasut kawan dan bermalas-malasan, tinggalkan itu semua. Secara alami pekerja, karyawan yang jelas kinerjanya akan meningkat dari status yang tidak jelas," tegasnya.
Perubahan status dari calon PPPK menjadi PPPK pasca pelantikan, kata Fadhil Arief, harus dilandasi rasa syukur. Tetaplah menjadi manusia rendah hati, jangan malah sebaliknya, merasa sombong usai status PTT berubah PPPK.
"Kawan-kawan semua hampir seluruh dari PTT. PTT apa singkatnya? Pegawai Tidak Tetap, ktu judul resminya. Kalau judul bahasa hari-harinya, Pegawai Tidak Tentu, mau jadi apa tidak tentu kedepan," ujarnya.
Kewajiban setiap ASN, salah satunya meninggalkan hal-hal tak baik yang akan berdampak negatif terhadap kehidupan, misalnya diajak teman absen ngantor. Sifat-sifat malas teman demikian itu jangan sampai menular.
"Karena sifat malas-malasan seperti itu akan membuat aib keluarga kita. Kawan-kawan yakinlah, di kantor akan bocor informasinya. Tiba pagi, mulai datangi kawannya untuk menghasut kawan lainnya supaya jangan bekerja. Ngobrol-ngobrol hilang, nanti mulai absen lagi, jangan kawan-kawan bagian dari itu," tegasnya.
Tangis Tawa Bahagia Keluarga Pecah Bareng Bupati
Tangis haru bercampur tawa bahagia keluarga seluruh PPPK tahap II pecah usai Bupati Mhd Fadhil Arief melakukan prosesi pelantikan.
Mereka berbondong ingin bersalaman seraya mengucapkan terima kasih atas perhatian besar Bupati dan Wakil Bupati terhadap nasib ribuan PTT.
Kegembiraan malam pelantikan tak ingin dilewati begitu saja oleh 1742 PPPK tahap II. Mereka berbaris rapi menyalami Bupati beserta istri dan seluruh Kepala OPD.
Mereka mengakhiri momentum sakral pelantikan dengan mengajak Bupati dan istri foto bersama. Masing-masing PPPK merogoh gawai dalam saku celana untuk berswafoto sepuasnya.
Sebelum bergabung dengan orang tua, sanak keluarga dan sahabat, 1742 PPPK berjoget ria. Semarak pesta kembang api yang menghiasi langit Alun-alun Batang Hari menutup rangkaian malam pelantikan. (***)
Sang Kepala Daerah Ukir Sejarah Jumat Berkah
Diskusi pembaca untuk berita ini