Selatpanjang, katakabar.com - Rumah milik nelayan di Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, hangus terbakar saat ditinggal pemiliknya melaut, Sabtu (27/12).
Beruntung tidak ada korban jiwa saat peristiwa tersebut, tetapi kerugian materi ditaksir mencapai Rp200 juta. Rumah yang terbakar berada di Jalan Pelita, Desa Bokor, Kecamatan Rangsang Barat, dan diketahui milik Johari 68 tahun, warga setempat.
Kebakaran kali pertama diketahui oleh tetangga korban yang melihat kobaran api telah membesar dari bagian depan rumah.
Seorang saksi mata, Wawan 33 tahun, persis tinggal di belakang rumah korban, mengaku segera menghubungi Johari setelah melihat api mulai mengganas. Korban pun langsung kembali ke darat, tetapi saat tiba di lokasi, api sudah terlanjur membesar dan dengan cepat menghanguskan bangunan rumah yang mayoritas berbahan kayu.
“Warga bersama korban sempat berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun karena rumah berbahan kayu, api cepat menyebar dan tidak bisa diselamatkan,” ujar Kapolsek Rangsang Barat.
Sekitar pukul 10.00 WIB, api akhirnya berhasil dipadamkan berkat kerja sama masyarakat dan personel Polsek Rangsang Barat. Seluruh bangunan rumah beserta isinya ludes terbakar.
Pasca kejadian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Meranti turun langsung ke lokasi untuk melakukan pendataan sekaligus menyalurkan bantuan darurat kepada korban. Bantuan yang diberikan meliputi selimut, tikar, pakaian, handuk, kain sarung, obat-obatan, serta makanan ringan.
Penyaluran bantuan tersebut dihadiri Kepala Pelaksana BPBD Kepulauan Meranti, M. Khardafi, melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD, Ardath, S.IP, serta Suapandi, anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti dari Fraksi PAN.
Ardath menyampaikan, BPBD mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama yang disebabkan oleh instalasi listrik.
“Kami merekomendasikan masyarakat untuk selalu memeriksa aliran dan instalasi listrik di rumah, terutama saat akan meninggalkan rumah dalam waktu lama,” imbaunya.
Ia menambahkan, korban juga disarankan segera mengurus surat keterangan bencana sebagai kelengkapan administrasi untuk keperluan bantuan lanjutan.
Berdasarkan hasil identifikasi sementara, kebakaran tersebut diduga disebabkan korsleting atau arus pendek listrik. BPBD dan pihak kepolisian kembali mengingatkan masyarakat agar memastikan instalasi listrik sesuai standar keamanan guna mencegah terjadinya musibah serupa di kemudian hari.
Rumah Warga di Rangsang Barat Dilalap Api, BPBD Salurkan Bantuan Darurat
Diskusi pembaca untuk berita ini