Pekanbaru, katakabar.com - Pemerintah Provinsi Riau telah menyalurkan sembako kepada masyarakat terdampak banjir di berbagai kabupaten/kota. Selain itu, dapur umum juga didirikan untuk menyediakan makanan siap saji bagi warga yang membutuhkan.
"Sesuai dengan arahan Pak Gubernur, kami tetap menyediakan bantuan sosial berupa sembako, dan juga membuka dapur umum. Saat ini, kami menyediakan 1.750 porsi makanan per hari untuk korban banjir. Kerja sama antara provinsi dan kota ini diharapkan bisa membantu kebutuhan sahur dan berbuka puasa bagi warga terdampak," kata Kepala Dinas Sosial Provinsi Riau, Zulfadli seperti dikutip, Jumat (7/3).
Zulfadli mengatakan bahwa distribusi bantuan di Kota Pekanbaru difokuskan pada daerah pesisir dan bantaran Sungai Siak, termasuk Jalan Nelayan, Jalan Yos Sudarso, dan kawasan Tenayan.
"Kami ingin masyarakat tahu bahwa mereka tidak sendirian, pemerintah hadir di tengah mereka untuk membantu," ujarnya.
Sejak awal tahun 2025, Dinsos Riau telah menyiapkan paket sembako terdiri dari 14.700 Kg beras, 1.160 Kg minyak goreng, 1.215 kardus mie instan, 950 Kg gula, dan 1.200 kardus air mineral. Paket ini telah didistribusikan ke berbagai kabupaten/kota yang terdampak banjir.
"Kita langsung merespon masyarakat yang terkena bencana. Awal tahun 2025 kita sudah membantu ke kabupaten/kota, seperti Inhil, Kampar, Pelalawan, Siak, Rohul dan terlahir Kota Pekanbaru," jelasnya.
Sementara, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau M Edy Aftiza mengatakan, pihaknya terus memantau laporan masyarakat yang terdampak banjir, baik akibat pembukaan spillway PLTA Koto Panjang maupun intensitas hujan yang tinggi.
"Kita sudah koordinasi dengan Pak Gubernur, yang jelas kita petakan daerah yang terkena dampak banjir dan korbannya. Dan kita hitung berapa bantuan per kabupaten/kota. Kami juga akan membuka posko bersama Dinas Sosial, serta dapur umum di Kota Pekanbaru," jelas Edi.
Hingga saat ini, BPBD Riau mencatat 3.985 KK terdampak banjir di lima kabupaten/kota, yaitu Rohul (610 KK), Pekanbaru (1.319 KK), Kampar (1.441 KK), Indragiri Hulu (584 KK), dan Kuansing (31 KK).
"Selain warga yang terdampak banjir, fasilitas umum dan sekolah juga terendam banjir. Termasuk jalan, baik jalan kabupaten/kota, maupun jalan provinsi dan jalan nasional. Sampai saat ini kita masih menetapkan status siaga banjir hingga 31 Maret, kalau perlu diperpanjang kita perpanjang," pungkas Edi.
Ribuan Kepala Keluarga Terdampak Banjir, Pemprov Riau Berikan Bantuan Sembako hingga Dirikan Dapur Umum di Pekanbaru
Diskusi pembaca untuk berita ini