Pacitan, katakabar.com - Kementerian Perindustrian dan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) promosi keragaman pemanfaatan produk turunan dan halan produk turunan sawit.

Komoditi kelapa sawit salah satu produk unggulan Indonesia tidak hanya dapat dimanfaatkan untuk pemenuhan industri pangan dan energi. Tapi menembus sub sektor industri kreatif, seperti industri batik.

Salah satu produk turunan kelapa sawit, yakni stearin, bisa dimanfaatkan untuk pembuatan bahan perintang (malam batik) pengganti parafin. Ini mendorong digelarnya kegiatan Promosi Diversifikasi (Keragaman) Produk Kelapa Sawit di wilayah Jawa Timur dan Promosi Halal Produk Turunan Kelapa Sawit melalui Workshop Batik Berbasis Kompetensi atau BBK (skema pembuatan malam batik).

Kegiatan ini digelar oleh Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik (BBSPJIKB) Kementerian Perindustrian dengan dukungan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), selama empat hari dari 21 hingga 24 Oktober 2024, di Parai Hotel dan Resort Pacitan, Jawa Timur.

Kabupaten Pacitan menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan karena salah satu produsen kelapa sawit yang dikelola petani swadaya.

Malam batik salah satu bahan baku yang penting industri batik. Seiring dengan berkembangnya industri batik yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, kebutuhan terhadap malam batik setiap tahun semakin meningkat.

Bahan pengganti parafin dalam pembuatan malam untuk produksi batik menggunakan stearin ini merupakan hasil penelitian BBSPJIKB Kemneperin dan telah memperoleh paten sederhana di tahun 2017 dengan No. Paten IDP000054880.

Melalui penggunaan stearin dari kelapa sawit, diharapkan dapat mendorong pemanfaatan bahan terbarukan berbasis bahan baku lokal sebagai subtitusi parafin impor, minyak kelapa dan kendal (lemak hewan), yang bisa memberikan rasa aman bagi konsumen akan kehalalan malam batik yang digunakan.

Kepala Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik, Budi Setiawan diwakili Aan Eddy Antana, Ketua Tim Kerja Pengembangan Jasa Industri saat membuka kegiatan menyebutkan, kegiatan workshop terlaksana atas kolaborasi antara Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik Kementerian Perindustrian dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) didukung Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur, Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perindustrian Kabupaten Pacitan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Malang dan Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kota Malang.

“Kami berharap workshop atas dukungan berbagai pihak ini, 30  tenaga terampil yang tersebar di Provinsi Jawa Timur bisa mendapatkan sertifikat BNSP dengan skema Pembuatan Malam Batik dengan acuan SKKNI Nomor 104 Tahun 2018,” jelasnya.

Diketahui, dari skema tersebut diajarkan dan diujikan 5  unit kompetensi yang terdiri dari penyusunan rencana kerja, pemilahan limbah, pengolahan malam bekas, pembuatan malam batik dan pengujian kelenturan malam.

Kepala Divisi UKMK BPDPKS, Helmi Muhansyah mengutarakan, dukungan BPDPKS terhadap kegiatan ini sebagai upaya meningkatkan penggunaan produk turunan kelapa sawit di dalam negeri, sekaligus wujud nyata manfaat produk kelapa sawit dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

“Melalui kegiatan ini kami harapkan dapat disampaikan kebaikan-kebaikan kelapa sawit bagi masyarakat sebagai komoditas strategis Indonesia,” kata Helmi.

Di kesempatan tersebut diserahkan sertifikat halal batik kepada Sri Nasifah dari Jayanti Batik, Patemi dari Batik Mekar Sejati, Evi Wahyu Astutik dari Griya Batik Sengguruh, Astutik Ningtias dari Batik Wagastu, Muthmainah dari Batik Muthidea, Rahmi Masita Prihatiningtias dari Batik Organic by Yagasu, Elok Evi Nurul aini dari Batik Mojo dan Sri Widjayati dari Batik Bambu Kenanga.

Selain perwakilan dari Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik (BBSPJIKB), turut hadir, Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perindustrian Kabupaten Pacitan, Prayitno, Kepala Divisi UKMK BPDPKS, Helmi Muhansah didampingi Anwar Sadat, Analis Senior BPDPKS, Pembina Industri Ahli Muda Bidang Pemberdayaan Industri Sub Koordinator Pembinaan Industri Hijau Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur, Ira Yuni Pantiwardhani dan Pembina Industri Ahli Muda BBSPJIKB, Ratri Yuli Lestari.

Di samping untuk mendorong industri batik dalam memanfaatkan potensi produk perkebunan kelapa sawit, kegiatan ini sebagai langkah strategis kampanye positif wujud keberpihakan Pemerintah Indonesia pada industri kelapa sawit nusantara yang masih mendapatkan serangan negatif dari berbagai pihak, agar citra industri ini kembali positif di dalam maupun luar negeri.