Asahan, katakabar.com – Ratusan mahasiswa dari berbagai kampus di Asahan yang tergabung dalam BEM Se-Kabupaten Asahan menggelar aksi damai di depan Mapolres dan Kantor DPRD Asahan.

Sekitar 150 mahasiswa dari UNA, IAIDU, UMMAS, STIKES Asyifa, dan Universitas Royal menyuarakan berbagai isu nasional hingga daerah. 

Tuntutan mereka antara lain pembatalan tunjangan pokok DPR, pengesahan UU Perampasan Aset, penuntasan kasus hukum, hingga pencopotan sejumlah menteri. 

Di tingkat lokal, mahasiswa mendesak transparansi dana CSR, pemberantasan narkoba, penyelesaian masalah lingkungan, serta penertiban hiburan malam yang diduga sarat praktik prostitusi dan peredaran narkoba.

Kapolres Asahan AKBP Revi Nurvelani langsung menyambut massa di Mapolres. Ia menegaskan komitmen Polri dalam memberantas narkoba, menangani kasus hukum secara transparan, dan membuka ruang kritik bagi masyarakat.

Sekitar pukul 11.30 WIB, mahasiswa melanjutkan aksi ke DPRD Asahan. Mereka diterima Bupati Taufik Zainal Abidin, Wakil Bupati Rianto, Ketua DPRD Efi Irwansyah Pane, Dandim 0208/Asahan Letkol Inf Edy Syahputra, Kajari Basril G., serta Kapolres. 

Dalam pertemuan itu, Forkopimda menanggapi berbagai aspirasi, mulai dari irigasi, tenaga honorer, bansos, hingga pembangunan daerah. 

Pertemuan ditutup dengan penandatanganan nota kesepakatan sebagai bukti komitmen tindak lanjut.

Sekitar pukul 13.10 WIB, massa membubarkan diri dengan tertib. Kapolres Asahan menyampaikan apresiasi atas kondusifnya aksi.

“Polres Asahan siap mengawal setiap penyampaian aspirasi masyarakat sepanjang dilakukan damai dan sesuai aturan. Kami tetap berkomitmen memberi pelayanan, perlindungan, dan pengayoman terbaik bagi masyarakat,” tegasnya.