MEDAN | KATAKABAR
Pasar Aksara, Kota Medan Sumatera Utara (Sumut), yang sempat terbakar pada tahun 2016 lalu sudah dibangun kembali.

Rekonstruksi Pasar Aksara mulai dibangun sejak 2019 oleh kontraktor PT Citra Prasasti Konsorindo, dengan mengedepankan konsep bangunan hijau sesuai Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Nomor 21 Tahun 2021 tentang Penilaian Kinerja Bangunan Gedung Hijau.

Bangunan pasar baru berbiaya Rp 94 miliar tersebut terletak tak jauh dari Pasar Aksara sebelumnya di Jalan HM Yamin Medan.

Namun mirisnya, meski pasar tersebut sudah dibangun oleh pemerintah pusat, namun para pedagang mengaku masih dimintai biaya kontribusi untuk menempati kios maupun stand yang ada.

Jumlanyapun bervariasi mulai dari Rp 5 juta hingga Rp 15 juta. Besaran biaya kontribusi tersebut tercantum dalam selebaran Keputusan Direksi Perusahaan Umum daerah Pasar Kota Medan tentang Penetapan Besaranya Biaya Kontribusi Penyediaan Fasilitas/Prasarana Kios/Stand Pasar aksara Kota Medan yang ditandatangani oleh Dirut PUD Pasar, Suwarno tanggal 17 Juni 2022.

Dalam surat tersebut dicantumkan besaran kontribusi berdasarkan letak kios yang ada.

Berikut data besaran kontribusi untuk kios tersebut. Kios emas Rp 15 Juta (Lantai 1), Kios Kain/Sepatu/Tas dan Tukang Jahit Rp 12 Juta (Lantai 1) dan Rp 9,5 Juta (Basement).

Kios Barang Sampah, Kelontong/Beras/Pecah Belah/Gilingan Kopi/Bumbu/Cabut Bulu Ayam Rp 9,5 Juta (Basemen)

Kemudian, Kios Barang sampah/Makan/Minuman/kukur kelapa Rp 8,5 juta (Lantai 2).

Lalu, stand daging Rp 7 juta (lantai 2), Stand Barang Sampah Rp 6,5 juta (Lantai 2), Stand Ikan Basah Rp 6 Juta (Lantai 2), Stand Kukuran Kelapa Rp 6 Juta (Lantai 2), Stand Makanan/minuman Rp 5 juta (lantai 2), Stand Sayur Rp 5 juta (Lantai 2).

Sedangkan, Kios Barang Sampah Rp 10 Juta (Mezzanine) dan Stand Barang Sampah Rp 7 Juta (Mezzanine).

“Alasan mereka untuk menambah variasi-variasi pasar, padahal menurut kami itu sudah pas. Tinggal memasukkan para pedagang korban kebakaran. Ini kan uang negara yang bangun. Saya keberatan, dirugikan. Kalau sudah siap begini untuk apa lagi dana itu,” kata pedagang.

Sekedar utuk diketahui, Pasar Aksara kembali dibangun di atas lahan seluas 6.388 meter persegi dengan anggaran APBN Tahun 2020-2021 sebesar Rp 94 miliar.

Bangunan pasar terdiri dari 859 kios berupa 204 los basah dan 655 los kering dengan total luas bangunan sekitar 10.735,86 meter persegi.

Dirut PUD Pasar Suwarno yang cuba dikonfirmasi belum memberikan keterangan terkait surat kontribusi untuk menempati stand/kios tersebut.