Langkat, katakabar.com – Memasuki hari ke-10, Operasi Patuh Toba 2025 yang digelar Satlantas Polres Langkat mengungkap fakta mencengangkan: pelanggaran terbanyak masih soal tak pakai helm.

Setiap harinya, petugas mencatat 20–25 pelanggaran helm. "Ini pelanggaran paling kasat mata dan paling membahayakan," ujar AKP Marulitua Simanjorang, Kasat Lantas Polres Langkat.

Razia dilakukan di titik strategis seperti Jalan Jenderal Sudirman, Stabat, dengan menggandeng Dishub, Dispenda, dan Satpol PP. Dishub memeriksa trayek kendaraan umum, Dispenda mengecek pajak kendaraan, dan Satpol PP mengatur ketertiban.

Selain helm, pelanggaran umum lainnya adalah bonceng tiga dan menerobos lampu merah. Operasi ini menyasar 10 pelanggaran prioritas dan berlangsung selama 14 hari, sejak 14 Juli 2025.

AKP Marulitua menegaskan, tujuan operasi bukan sekadar penindakan, tapi mendorong kesadaran. "Keselamatan harus jadi kebutuhan, bukan kewajiban. Lengkapi surat kendaraan dan selalu pakai helm," pesannya.()