Binjai|Katakabar.com

Satu unit Mobil Mini Bus Toyota Avanza BK 1785-FB mengalami kehilangan kendali di Jalan Tanah Karo - Pamah Semelir Dusun Pamah Semelir Desa Telagah Kecamatan Sei Bingai Kabupaten Langkat.

Akibatnya, 5 orang penumpang harus mengalami luka - luka di sekujur tubuh lantaran Mini Bus jatuh ke dalam jurang.

Kasi Humas Polres Binjai Iptu Junadi, mengatakan jatuhnya Mini Bus ke jurang akibat Rem blong. Pengemudi mobil tersebut lepas kendali dan akhirnya masuk ke dalam jurang.

"Benar, kemarin 1 unit Mini Bus terperosok ke jurang di Jalan Pamah Semelir Desa Telagah Kecamatan Sei Bingai Kabupaten Langkat. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini," terang dia, Selasa (17/5/2022).

Mulanya, kecelakaan terjadi pada saat Mobil Mini Bus Toyota Avanza BK 1785 FB yang dikemudikan oleh Hasanuddin Munthe berjalan dari arah tanah Karo menuju Binjai.

"Saat berada di lintas jalan menurun dan berbelok, mobil mengalami Rem Blong dan hilang kendali atau mengalami Slip/Out Off Control kemudian jatuh kedalam jurang dan mengakibatkan pengemudi serta penumpang Mini Bus Toyota Avanza BK 1785 FB mengalami luka-luka. Mini bus juga mengalami kerusakan yang cukup parah," beber Iptu Junaidi.

Sedikitnya ada 5 korban laka lantas tunggal yang terjadi di Lintas Jalan Pamah Semelir, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Berikut ini daftarnya.

Hasanuddin Munthe, (29) warga Pasar IV, Desa Kelambir V Kebun Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang mengalami tulang dada diduga fraktur, licet tangan kiri.

Aqila Haya Pertiwi, (22) Dusun Emplasmen Jalan Studio 3 Desa Sei Semayang Kecamatan Sunggal mengalami luka licet di bagian kaki kanan.

Nadiq Sinaga (22) warga Jalan Sosial Konggo Desa Sei Semayang Kecamatan Sunggal mengalami gigi depan tanggal.

Ariya Ismain (28) Dusun VIII, Jalan Kompos Ujung, Gang Kenanga, Kecamatan Sunggal mengalami luka robek di Kepala.

Cut Chairani (22) warga Dusun VI Jalan Sentosa, Kecamatan Sunggal mengalami terkilir kaki kiri dan kanan.

Terhadap kelima korban saat ini sudah dilakukan perawatan lebih lanjut di Rumah Sakit RS Djoelham. Kerugian Materil ditaksir mencapai Rp. 30.000.000.