Banda Aceh, katakabar.com - "Meat-Eat-Talk (MET) Aceh Culinary Festival 2022" digelar di Grand Arabia Hotel, Banda Aceh Rabu (3/8) malam. Acara itu dihadiri lebih dari 30 content creator untuk berdiskusi, dan sampaikan aspirasi kepada Menparekraf Sandiaga Uno.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sekaligus Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno apresiasi keterlibatan aktif generasi muda Kota Banda Aceh promosikan kuliner khas daerah sehingga meningkatkan daya tarik wisatawan untuk berkunjung.

"Saya apresiasi Pemerintah Kota Banda Aceh khususnya dinas kebudayaan dan pariwisata yang merangkul anak-anak muda untuk berkreasi melalui inovasi, adaptasi, dan kolaborasi dengan membuat konten-konten menarik," ujar Menparekraf RI, Sandiaga Salahuddin Uno.

Kata Menparekraf RI, salah satu cara paling tepat untuk mendorong kebangkitan ekonomi dan membuka lapangan kerja di Banda Aceh dan Aceh pada umumnya adalah melalui sektor kuliner.

Aceh selama ini dikenal dengan cita rasa kuliner yang beragam yang menjadi favorit wisatawan. Sebut saja mie aceh, ayam tangkap, kuah beulangong, dan kopi.

"Cara paling pas untuk mengangkat perekonomian di Aceh dalam upaya penciptaan lapangan kerja adalah melalui subsektor kuliner di mana subsektor ini (secara nasional) menyumbang 42 persen dari PDB ekonomi kreatif," ulasnya seperti dikutip dari laman web kemenparekraf RI.

"Pemerintah kota dengan kebijakannya yang berpihak mudah-mudahan bisa menggerakkan ekonomi lebih cepat lagi," jelasnya.

Sata percaya anak muda termasuk para content creator akan mampu mengangkat popularitas kuliner Indonesia. Termasuk dalam menyokong "Indonesia Spice Up the World" sebagai program pemerintah yang melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga, sebagai salah satu upaya meningkatkan pemasaran produk bumbu atau pangan olahan dan rempah Indonesia di luar negeri. Terutama di Afrika, Australia, dan negara potensial lainnya.

Indonesia Spice Up The World diharapkan dapat mengembangkan dan menguatkan eksistensi restoran Indonesia di luar negeri, atau sebagai bagian dari gastrodiplomasi restoran. Sehingga dengan adanya Indonesia Spice Up The World diharapkan dapat meningkatkan ekspor pangan olahan, terutama bumbu rempah.

Indonesia Spice Up The World menargetkan pada 2024 dapat menghadirkan 4.000 restoran Indonesia di luar negeri, serta meningkatkan nilai ekspor bumbu dan rempah.

"Sehingga target Indonesia Spice Up the World dapat tercapai untuk menjadikan Indonesia sebagai gastronomi super priority destination dunia," tandasnya.