Semarang, katakabar.com - LindungiHutan taja open house secara online sebagai wujud nilai transparansi, dihadiri perwakilan perusahaan, UMKM, pelajar maupun mahasiswa, di penghujung Februari 2024 lalu.

CEO LindungiHutan, Miftachur Robani menyatakan, open house ini perwujudan dari nilai transparan kepada masyarakat atau publik untuk meningkatkan kepercayaan kepada LindungiHutan.

“Value kami ada lima, yakni mudah, transparan, berkelanjutan, fleksibel, dan inklusif. Adapun nilai yang ingin kami angkat pada kesempatan open house ini adalah value tentang transparan," ujarnya lewat rilis resmi diterima katakabar.com, pada Jumat kemarin.

Kita tahu, kata Ben sapaan akrab CEO LindungiHutan, apa yang kami lakukan belum diketahui orang lain. Dengan acara ini masyarakat bisa mengecek apa yang ada di dalam LindungiHutan.

Kegiatan bertajuk “Refleksi 2023 dan Rencana Menyongsong Indonesia Hijau” memaparkan tentang capaian dan dampak dari kegiatan LindungiHutan sepanjang tahun 2023. 

Startup yang didirikan sejak 2016 ini, telah menunjukkan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam pelestarian lingkungan hingga saat ini.

Product Manager, Alma Cantika Aristia menjelaskan, kegiatan LindungiHutan sepanjang 2023 dan dampak yang tersaji dalam Annual Report LindungiHutan 2023.

“Tahun 2023, kami ada 358 kampanye alam dan sudah mengumpulkan 181.176 pohon yang ditanam di 50 titik di Indonesia. Donasi yang kita kumpulkan dari kerja sama dengan korporasi, brand lokal, donatur sekitar 5,8 milyar. Lebih dari 5.000 donatur, 2.000 lebih orang yang terlibat, 261 campaigner, 83 mitra hijau, dan memberdayakan sekitar 47 kelompok petani di sekitar hutan,” ulas Alma.


Salah satu proyek LindungiHutan pada tahun 2023 adalah pemanfaatan karbon biru di Kabupaten Cilacap. Dalam proyek tersebut, LindungiHutan bekerja sama dengan masyarakat sekitar lokasi kegiatan.

“Kami sedang mengembangkan sebuah projek karbon di Cilacap, Jawa Tengah. Kami bermitra dengan masyarakat sekitar lokasi. Kami dirikan kelompok dan koperasi agar masyarakat bisa menjaga ekosistem hutan mangrove agar tetap lestari dan mendapat dampak secara ekonomi melalui skema carbon credit,” terang Alma.

LindungiHutan mengambil peran, sebut Ben, untuk turut serta dalam menjaga kelestarian bumi dan ingin menumbuhkan rasa kesadaran pada sekitar kepada semua orang.

"Semua orang punya peran untuk menjaga bumi dan LindungiHutan datang dengan peran itu. Kami ingin bagikan peran kepada semua orang. Jika memang orang tersebut belum memiliki minat bisa ikuti LindungiHutan dulu, kalau punya uang bisa berdonasi pohon. Misalkan datang dari perusahaan tentu saja bisa kolaborasi dengan kami,” harap Ben.

Menurutnya, acara open house ini menjadi komitmen dari LindungiHutan untuk senantiasa memegang nilai transparan yang dapat dijangkau masyarakat secara luas.

“Ini mungkin menjadi komitmen bulanan kami dengan tema dan segala macamnya diatur tapi fokus kami memang berusaha untuk transparan dan dapat dijangkau secara dua arah, kami mengupayakan dan kepercayaan ini bisa diperlihatkan setiap bulannya,” tandas Ben.

Kontak: Intan Widianti Kartika Putri Head of Partnership Email: kartika@lindungihutan.com Phone: +62 823-2901-5769 Jl. Lempongsari 1 No. 405, Lempongsari, Gajah Mungkur, Kota Semarang 50231 Website: https://lindungihutan.com/