Belitung, katakabar.com - Dus Duk Duk kembali jalin kerja sama dengan LindungiHutan dalam program pelestarian lingkungan. Kolaborasi perdana mereka melakukan penanaman 876 mangrove di Teluk Benoa, saat ini dilakukan penanaman mangrove di Pesisir Belitung.

Dus Duk Duk, perusahaan yang bergerak di bidang industri kreatif dengan memanfaatkan kardus 100 persen serat daur ulang, telah bekerja sama dengan LindungiHutan fokus pada pelestarian lingkungan. 

Dus Duk Duk memperkuat komitmennya menjaga kelestarian alam dengan menciptakan sebuah karya kreatif yang tidak hanya menguntungkan, tapi berkelanjutan bagi lingkungan dan masyarakat.

Didirikan pada 2013 silam, Dus Duk Duk menciptakan produk yang ramah lingkungan menggunakan kardus 100 persen serat daur ulang. Produk utama mereka, berupa kursi kardus yang mampu menahan beban hingga 180 kilogram, menjadi contoh nyata material sederhana dapat diolah menjadi sesuatu yang fungsional dan bernilai tinggi. 

Sejak awal, isu lingkungan telah menjadi bagian penting dari keberadaan Dus Duk Duk. Mereka menyadari semakin banyak sampah dekorasi dari styrofoam yang tidak bisa di daur ulang akan berpengaruh terhadap alam.

"Kami menawarkan material kardus sebagai alternatif yang mudah didaur ulang, ini adalah tanggung jawab kami sebagai perusahaan untuk masyarakat dan bumi," ujar Arief.

Kata Arief, Dus Duk Duk meyakini kesadaran lingkungan tidak hanya penting bagi kelestarian alam, tapi untuk keberlanjutan bisnis. 

"Di era ini, bisnis yang berkelanjutan tidak hanya ditopang dari pendapatannya saja, tetapi juga bagaimana visi, misi, serta profitability berkolaborasi dengan aspek lingkungan dan sosial," tuturnya.

Dalam wawancaranya bersama LindungiHutan, CEO Dus Duk Duk, Arief Susanto menjelaskan, kerja sama dengan LindungiHutan terjalin karena adanya kesamaan visi tentang kepedulian terhadap lingkungan. 

"Kami memilih berkolaborasi dengan LindungiHutan karena adanya kesamaan perhatian terkait dengan kepedulian terhadap lingkungan, dan kami percaya kegiatan lingkungan yang dilakukan LindungiHutan realisasi nyata dari misi berkolaborasi untuk bumi," ulas Arief.

Kolaborasi ini kali kedua Dus Duk Duk  bersama LindungiHutan. Sebelumnya, mereka telah melakukan penanaman 876 bibit mangrove di Teluk Benoa, Badung, Bali (25/2). Kolaborasi kedua ini akan dilakukan penanaman mangrove di Pesisir Belitung, Kabupaten Belitung Timur.

Melalui kolaborasi dengan LindungiHutan, Arief berharap dapat menciptakan dampak yang lebih luas.

Kolaborasi ini, harap Arief, tidak hanya sampai di sini, tapi bisa berkelanjutan dan melibatkan lebih banyak bisnis lain yang juga memiliki visi menjaga bumi.

Disebutkan Arief, dari pelayanan LindungiHutan yang cepat, tanggap, serta platform yang mumpuni, tidak ada alasan untuk tidak peduli pada lingkungan, khususnya hutan-hutan di Indonesia.

"Kolaborasi ini dianggap telah memudahkan Dus Duk Duk dalam berpartisipasi aktif mendukung kelestarian hutan di berbagai daerah," ceritanya.

Arief menekankan pentingnya peran Indonesia dalam menjaga kelestarian hutan.

"Kami berharap Indonesia menjadi garda terdepan dalam menjaga lingkungan serta hutan untuk tetap lestari bagi dunia. Hal ini sebagai bukti Indonesia masih menjadi paru-paru dunia dan negara yang berkelanjutan," tandasnya.

Kontak: Intan Widianti Kartika Putri B2B Partnership Manager [email protected] +62 823-2901-5769 Jl. Lempongsari 1 No. 405, Lempongsari, Gajah Mungkur, Kota Semarang 50231 Website: https://lindungihutan.com/