Batang Hari, katakabar.com - Humas DPD Partai Gerindra Jambi, Tengku Muhammad Nazli mengatakan kesalahan pelepasan balon usai pelantikan 1077 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) harus diteliti.
Sahabat Bupati Batang Hari karib disapa Desnat ini telah melihat potongan video siaran langsung facebook Pemkab Batang Hari. Ia menilai kesalahan fatal pelepasan balon lebih pantas ditujukan kepada pejabat-pejabat yang berada di barisan depan.
"Coba di cek video viral pelepasan balon, adakah pejabat-pejabat pegang balon, kepala dinas pegang balon, kepala bidang, kepala bagian. Kalau ternyata ada, berarti pejabat-pejabat itu kupingnya rusak, tidak mendengar instruksi dengan baik," katanya kepada katakabar.com melalui sambungan telepon, Rabu (16/7/2025).
Dengan begitu, kata dia, maka terlepaslah PPPK yang dilantik dari kesalahan fatal. Sebab kesalahan fatal ada pada mereka yang berada di depan. Tentu suara pembawa acara dapat didengar dengan baik karena mereka di barisan depan.
"Tentu pengalaman mendengar mereka (pejabat ) jauh lebih baik karena sudah lama mengabdi sebagai ASN. Kalau mereka tak mendengar dengan baik, berarti selama ini mereka tak mendengar apa yang diperintahkan Bupati dan apa yang dikeluarkan masyarakat," ujarnya.
"Makanya cek video. Kalau kepala dinas melepas balon, maka anak buahnya di belakang ikut melepas balon, kalau kepala dinasnya nyemplung ke kolam, ikut juga semua anak buahnya nyemplung ke kolam," imbuhnya.
Kejadian viral memalukan ini ke depan jangan sampai terulang dan mesti jadi pembelajaran berharga bagi seluruh pejabat eselon dua dan eselon tiga. Menurut dia, masyarakat Kabupaten Batang Hari mungkin bisa mengalokasikan anggaran membeli korek kuping untuk pejabat-pejabat.
"Bagikan satu pejabat satu korek kuping," cetusnya.
Kesalahan pendengaran pejabat barisan depan mencerna aba-aba pembawa acara dari atas podium jadi perhatian serius Bupati Batang Hari Mhd Fadhil Arief. Ketua DPW PPP Jambi ini langsung melangkah ke arah pembawa acara guna meminta mikrofon.
"Pemerintah itu kerjanya satu komando adik-adik semua, jadi kalau komandonya adik-adik hal sepele ini susah, bagaimana kerja yang tak berhadapan dengan Bupatinya, yang di kantornya masing-masing, ya kan," ujar Fadhil Arief.
Pernyataan Bupati Fadhil Arief, kata Desnat, merupakan pernyataan sangat bijak sekaligus pukulan telak bagi pejabat-pejabat barusan depan. Bisa saja hari itu Bupati memberikan sanksi sosial kepada seluruh pejabat karena memberikan contoh tak pantas kepada ribuan PPTK.
"Misalnya marah-marah, tapi kan sanksi seperti itu tak diberikan Bupati, melainkan Bupati menyampaikan teguran manis betul, itu sebenarnya pukulan yang kuat. Kalau aku salah satu pejabat disitu yang kebetulan pegang balon, ya aku mundur dari jabatan," katanya.
Ia khawatir betul Bupati Fadhil Arief dan Wakil Bupati Bakhtiar bakal kelimpungan menyelesaikan program kerja periode kedua. Hal ini lantaran pejabat-pejabat memiliki masalah serius pada pendengaran.
"Kalau mendengar instruksi foto bersama pakai sound sistem mereka tak dengar, apalagi instruksi Bupati. Jadi memang perlu perbaikan menyeluruh. Jelas sekali arahan pembawa acara adalah persiapan foto bersama, bukan lepas balon," gelak Desnat. (***)
Kesalahan Pelepasan Balon Harus Diteliti, Desnat Pejabat-pejabat Barisan Depan Kupingnya Rusak
Diskusi pembaca untuk berita ini