Binjai, katakabar.com – Suasana di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Binjai, Senin (25/8/2025), mendadak jadi sorotan. Kepala BPKPAD Binjai, Erwin Toga, terlihat buru-buru kabur setelah diperiksa jaksa terkait dugaan korupsi Dana Insentif Fiskal (DIF) senilai Rp20,8 miliar.
Sejak pagi, beberapa pejabat Pemko Binjai datang ke Kejari sekitar pukul 11.00 WIB, di antaranya Kepala Inspektorat Eka Saputra, Plt Kadis PUPR Ridho Indah Purnama, dan Plt Kadis Pertanian Sofyan.
Eka menjadi yang pertama keluar sekitar pukul 13.30 WIB. Ia mengaku diperiksa soal dana insentif fiskal, meski berkelit soal detail pertanyaan. “Soal fiskal. Kalau pertanyaan saya gak ingat, kecuali pertanyaan ujian,” ujarnya sambil tertawa.
Sekitar pukul 14.53 WIB, Erwin Toga keluar bersama Ridho. Ridho sempat beralasan hanya melihat gedung belakang saat ditanya wartawan. Ia juga membantah ikut diperiksa terkait dugaan korupsi DIF maupun Dana Bagi Hasil (DBH) sawit.
Namun, tak lama kemudian, mobil dinas Ridho justru menjemput Erwin di ruang PTSP. Saat dicecar wartawan, Erwin memilih bungkam dan langsung masuk ke mobil. “Ke kantor ya,” singkatnya sambil meninggalkan lokasi.
Kasi Intel Kejari Binjai, Noprianto Sihombing, membenarkan kasus dugaan korupsi DIF sudah naik ke tahap penyidikan. “Iya, benar. Dalam waktu dekat akan diekspos,” katanya. Ia juga memastikan kasus dugaan korupsi DBH sawit tengah bergulir di tahap penyelidikan Pidsus.
Kepala BPKPAD Binjai Kabur Usai Diperiksa Jaksa, Kadis PUPR Ngaku Hanya Lihat Gedung Belakang
Diskusi pembaca untuk berita ini