Putussibau, katakabar.com - Pejabat Karantina Tumbuhan dari Balai Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan atau BKHIT Kalimantan Barat Satuan Pelayanan atau Satpel Pos Lintas Batas Negara atau PLBN Badau, Kabupaten Kapuas Hulu melakukan pemeriksaan terhadap bungkil sawit milik PT Buana Tunas Sejahtera atau BTS yang diekspor ke Malaysia lewat jalur darat.
Pemeriksa Karantina Tumbuhan Terampil BKHIT Kalbar Satpel PLBN Badau, Yustina Nurseptiyani AMd menerangkan, berkaitan dengan ekspor komoditas pertanian, pihaknya telah melakukan pemeriksaan dan pengawasan untuk memastikan kesesuaian dengan import permit negara tujuan.
“Pemeriksaan dilakukan untuk pastikan bungkil kelapa sawit layak diekspor ke Malaysia melalui PLBN Badau. Kami mengawasi tindakan perlakuan berupa fumigasi terlebih dahulu oleh fumigator tersertifikasi,” bebernya lewat keterangan resmi, dilansir dari laman EMG, Jumat (3/1).
Menurutnya, fumigasi berlangsung selama 3 hari sesuai dengan import permit dari Malaysia.
“Hal ini dilakukan dengan tujuan agar bungkil kelapa sawit yang dieskpor telah terjamin keamanannya. Adapun fumigan yang digunakan adalah phospine (PH3),” ujarnya.
Kepala BKHIT Satpel PLBN Badau, Septyardhi Haryono menimpali, pengawasan ekspor bungkil kelapa sawit kali ini salah satu wujud dari fungsi karantina sebagai economic tools untuk turut serta bersinergi dengan CIQS, BNPP selaku pengelola PLBN Badau, dan instansi terkait lainnya guna menggerakkan roda perekonomian perbatasan.
Pemeriksaan, tegasnya, suatu sistem untuk mencegah masuk, keluar, dan tersebarnya Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) baik ke dalam dan ke luar negeri sesuai dengan UU Nomor 21 Tahun 2019 Tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan.
“Di kawasan Kabupaten Kapuas Hulu, kelapa sawit salah satu komoditas pertanian yang populer. Dengan adanya ekspor perdana di 2025 ini, diharapkan ekspor bungkil sawit dan produk sawit lainnya serta komoditas unggulan Kapuas Hulu lainnya akan terus berlanjut dan bertambah,” terangnya.
Bungkil sawit atau palm kernel expeller (PKE) produk samping pengolahan TBS di pabrik sawit. PKE merupakan bagian dari hasil pemrosesan inti sawit yang terdiri dari daging sawit dan batoknya. Pada pemrosesan inti sawit didapatkan sebanyak 45 persen bungkil inti sawit.
Bungkil sawit mempunyai kandungan nutrisi yang tinggi, dan bermanfaat sebagai sumber konsetrat atau penguat pada pakan ternak.
Karantina Pastikan Bungkil Sawit Penuhi Persyaratan Baru Diekspor ke Malaysia
Diskusi pembaca untuk berita ini