Indragiri Hulu, katakabar.com - Dua hari belakangan, lelaki 43 tahun ini harus merasakan basah kuyup. Soalnya, dia yang ikut turun tangan langsung mengantar bantuan sembako kepada warga Kecamatan Seberida, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, yang tak mau mengungsi meski rumahnya kebanjiran.
Ada sekitar 200 paket sembako berisi beras, minyak goreng, gula dan sekardus mie instant untuk para korban banjir itu yang khusus disiapkan oleh Polres Inhu.
Hanya saja, giliran Kapolres Inhu ini mendatangi tenda pengungsian dengan kondisi basah kuyup, warga pengungsi justru jadi heran.
Yanto misalnya. Lelaki 50 tahun ini tertegun saat menengok Efrizal menyodorkan bungkusan kepadanya. Yang membikin Yanto bingung, lelaki di hadapannya itu berpangkat tinggi tapi kok malah basah kuyup.
"Ini pak, diambil...," tatapan teduh Efrizal seolah menyeret tangan lelaki itu menjemput bungkusan tadi.
"Terimakasih pak...," bergetar suara Yanto lantaran masih heran menengok Kapolres Inhu itu.
Dari temannya sesama pengungsi di tenda pengungsian itulah Yanto baru tahu kalau yang menyodorkan bungkusan sembako tadi adalah orang nomor satu di Polres Inhu.
Dan masih dari cerita temannya itu pula Yanto baru tahu kalau dua hari belakangan alumnus Akpol 2000 itu sibuk menyusuri sejumlah rumah yang terendam banjir tanpa pakai perahu di kawasan Kelurahan Pangkalan Kasai Kecamatan Seberida itu.
Tak jarang, Efrizal nyaris berenang lantaran luapan banjir cukup dalam. "Ada juga warga yang tak mau mengungsi meski rumahnya sudah terendam. Mau tak mau kita yang mengantar sembako ke mereka. Basah-basahanlah," cerita Efrizal sambil tertawa.
Sebelumnya, lelaki 43 tahun ini sudah mewanti-wanti semua anggotanya, termasuk yang di Polsek untuk waspada terhadap kemungkinan banjir. Maklum, belakangan cuaca di Inhu kurang bersahabat.
Paham dengan arahan komandannya, Bhabinkamtibmas bersama personil lain langsung menyasar lokasi-lokasi yang dianggap akan terdampak banjir. Tujuannya untuk bisa lebih gampang mengevakuasi orang yang terdampak banjir nanti.
"Semua ini kami lakukan lantaran misi kemanusiaan adalah prioritas bagi polisi. Itulah makanya kita langsung hadir dan membantu meringankan beban warga kita yang terdampak banjir itu," katanya.
Bagi Yanto, seumur-umur inilah kali pertama dia dan warga sekitar 'dimanjakan' polisi saat dilanda banjir.
"Benar, makanya saya bengong tadi. Kok Kapolres langsung turun tangan ya. Bawa bantuan pula. Bantuan semacam ini memang sangat kami butuhkan di situasi seperti itu," ujar ayah 4 anak ini.
Memang, kata warga Kelurahan Pangkalan Kasai ini, sejak banjir dua hari lalu, para Bhabinkamtibmas dari polsek setempat sudah langsung turun mengevakuasi warga. Semua rumah warga didatangi.
Kapolres Ini Nyaris Berenang Demi Warga Korban banjir
Diskusi pembaca untuk berita ini