Aek Kanopan, katakabar.com - Dinas Pertanian Labuhanbatu Utara (Labura), Provinai Sumatera Utara kerja sama dengan The Center for International Forestry Research and World Agroforestry (CIFOR-ICRAF), Masyarakat Agroforestri Indonesia (MAFI), dan akademisi Fakultas Sains, serta Teknologi Program Studi Agroteknologi Universitas Labuhanbatu lakukan penelitian untuk mengkaji keragaman pertumbuhan tanaman kelapa sawit rakyat.

Dilansir dari laman EMG, Sabtu (12/10), penelitian tersebut dilaksanakan untuk dapat memecahkan permasalahan tanaman yang stunting, dan produktivtas rendah tanaman kelapa sawit rakyat.

Kelapa sawit komoditas perkebunan unggulan yang memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian Indonesia.

Tapi, sektor perkebunan kelapa sawit menghadapi berbagai tantangan, salah satunya adalah rendahnya produktivitas perkebunan kelapa sawit rakyat.

Data Badan Pusat Statistik menunjukkan, produktivitas perkebunan kelapa sawit rakyat tahun 2020 hanya mencapai 3.429 kilogram tandan buah segar (TBS) per hektar per tahun. Sedang, produktivitas perkebunan kelapa sawit plasma mencapai 3.352 kilogram per hektar per tahun.

Perkebunan kelapa sawit swasta mencapai 3.984 kilogram per hektar per tahun. Jadi, rata-rata produktivitas kelapa sawit secara nasional 3.890 kilogram per hektar per tahun.

Rendahnya produktivitas perkebunan kelapa sawit rakyat dan plasma di antaranya disebabkan kondisi tanaman yang sudah tua dan rusak, penggunaan benih yang tidak bersertifikat dan tidak unggul, masalah legalitas lahan, serta faktor pertumbuhan tanaman kelapa sawit pada fase tanaman belum menghasilkan (TBM).

Hal itu sebabkan tanaman kelapa sawit stunting atau kondisi pertumbuhan yang kerdil, dan tidak berkembang semestinya. Ini sering terlihat pada tanaman yang berusia muda tapi memiliki tinggi yang jauh lebih pendek dari pada rata-rata tanaman di umur yang sama.

Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) yang diupayakan pemerintah diharapkan dapat menghindari stunting pertumbuhan kelapa sawit rakyat mempengaruhi peningjatan produktivitas perkebunan kelapa sawit rakyat, selain mengganti tanaman kelapa sawit yang sudah tua dan kurang produktif dengan bibit unggul yang memiliki potensi produksi lebih tinggi.

Lantaran itu perlu diteliti, apakah pertumbuhan tanaman kelapa sawit rakyat dari hasil program PSR yang didanai BPDPKS sudah dapat memecahkan permasalahan tanaman yang stunting dan produktivtas rendah tanaman kelapa sawit rakyat.