Bantan, katakabar.com - Pengaman Pantai di dua desa, Muntai Barat Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis dibangun. Ini diketahui dari pemaparan pihak berwenang di acara sosialisasi pembangunan pengaman pantai di di aula kantor Camat Bantan, pada Selasa ( 9/5).

"Pembangunan pengamanan pantai break water dapat dilaksanakan sesuai arah terpaan gelombang, agar sesuai harapan dan keinginan masyarakat sehingga bisa bermanfaat," kata Camat Bantan, Army dalam sambutannya.

Masyarakat harap Army, dukung pembangunan bakal dilaksanakan termasuk hal-hal lain nantinya. Perlu koordinasi dengan pihak pelaksana agar pembangunan bisa terealisasi dengan baik.

Unit Kepatuhan BWSS III, Ir Harlon Sopyan menekankan, pembangunan pengaman pantai break water dari Kementerian PUPR dan harus mengikuti aturan. Hal ini penting bagi kita, agar pelaksana di lapangan benar-benar dilaksanakan. Itu sebabnya, kita ikuti seluruh kegiatan dan perkembangan di lapangan nantinya.

Direktur pelaksana PT Roberto Saud Jaya, R Turnip menjabarkan, pembangunan pengaman pantai break water sudah mulai dilaksanakan dari Maret 2023 lalu.

"Kita sudah mulai melaksanakan pekerjaan di lapangan, dan sudah ada pos di lokasi, serta sudah ada tim teknis di tempat," ulasnya.

Antara pihak BWSS III dengan pihak Dinas PUPR Bengkalis bekerja sama terkait lokasi pembangunan pengamanan pantai break water.

"Jarak antara pantai dengan pembangunan yang dilaksanakan sedikit ada perubahan dari pembangunan yang sudah ada," kata PPK kegiatan pembangunan break water, Ir Cahaya Samosir.

Masyarakat berharap pembangunan break water bisa sejajar dengan yang sudah ada. Menurut Kepala Desa Muntai Barat, Subari, masyarakat agar mendukung pembangunan break water di Desa Muntai Barat.

"Kalau ada persoalan di lapangan berkoordinasi dengan baik dengan pihak-pihak pelaksana," imbaunya.

Diketahui, pembangunan break water sangat prioritas guna mengatasi abrasi yang terjadi menggerus wilayah dua desa di Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis.