RESMI menjabat Kepala Desa Pematang Gadung, Kecamatan Mersam, usai dilantik Bupati Batang Hari, Mhd Fadhil Arief, Kamis 16 Desember 2021 silam, Muhammad Ihsan segera mewujudkan dua mimpi dan misi besarnya.

Misi pertama lelaki kelahiran 8 Oktober 1982 silam ini nyalon Kades adalah sarana pengabdian kepada masyarakat. Lalu, misi kedua ingin menjadikan Desa Pematang Gadung lebih baik dari seluruh aspek.

"Mulai dari aspek ekonomi, sosial, keagamaan, pendidikan, kesehatan dan lainnya. Fokus awal saya akan meningkatkan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM)," kata Sekretaris DPC APDESI Kabupaten Batang Hari, ekslusif kepada katakabar.com, Sabtu pekan lalu. 

Menurut suami Oktalia Hasriana, kemajuan desa sulit terwujud manakala kualitas SDM masih dalam kategori rendah. Misalnya, pembangunan fisik berupa gedung akan sia-sia kalau pimpinan proyek tak menguasai ilmu tukang bangunan.

Selain peningkatan SDM, Ihsan merasa punya tanggung jawab moral membangun desa dari sisi Agama. Pemicunya karena masyarakat Desa Pematang Gadung khususnya dan Kecamatan Mersam secara umum, begitu fanatik terhadap Agama.

"Secara sosial saya aktif, baik dari kalangan anak muda, pemuka agama, pemuka adat, maupun kalangan orang tua. Saya juga pernah jabat Ketua Karang Taruna," tuturnya.

Ihsan mengaku tenang menjalani roda pemerintahan desa sejak dilantik hingga kini. Ia sama sekali tak punya ikatan janji politik selama terdaftar sebagai calon kepala desa, baik itu janji dengan individu, maupun janji kepada kelompok.

"Makanya sampai kini saya aman-aman saja, karena saya tak punya ikatan janji," tegasnya.

Pematang Gadung MANDIRI merupakan jargon Ihsan bertarung duel melawan mantan Sekdes. Jargon ini rupanya mengena di hati masyarakat Desa Pematang Gadung. Pilkades serentak 21 Oktober 2021, sebanyak 888 masyarakat mencoblos Muhammad Ihsan, nomor urut 01 (nomor satu pilihan jitu).

"MANDIRI singkatan dari Maju, Aman, Nyaman, Damai, Islami, Ramah, Inovatif," ujarnya.

Sejarah Nama Desa Pematang Gadung 

Menurut sejarah orang-orang tua, kata Ihsan, nama Desa Pematang Gadung berasal dari fenomena alam. Pematang memiliki arti dataran tinggi, sedangkan gadung adalah sejenis tumbuhan berumbi dari suku uwi-uwian yang dapat dimakan.

Gadung mengandung racun yang dapat mengakibatkan pusing dan muntah apabila kurang benar pengolahannya. Umbi gadung telah dijadikan masyarakat desa terdahulu sebagai pendamping makanan pokok.

"Tanaman gadung sejak dahulu hingga sekarang tumbuh subur, bahkan rata-rata dalam perkebunan kelapa sawit masyarakat, gadung dianggap sebagai gulma," jelasnya.

Gadung rupanya tumbuh subur di areal tempat pemakaman umum meskipun telah dibersihkan rutin dua kali setiap tahun. Ironinya, umbi penghasil rupiah ini belum berdampak positif terhadap perekonomian masyarakat.

"Kalau kini belum ada keuntungan dari tanaman tersebut, masyarakat masih menganggap gadung sebagai tanaman liar. Masyarakat banyak tak mengetahui bahwa tanaman gadung mempunyai nilai ekonomi yang bisa di olah menjadi bahan makanan," ujarnya.

Ihsan dalam waktu dekat berupaya sekuat tenaga melalui usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) menjadikan gadung makanan ringan bernilai ekonomis tinggi. Namun sampai hari ini dia belum menemukan cara dan harus memulai dari mana.

"Insya Allah kemampuan masyarakat mengolah gadung jadi makanan siap konsumsi dengan cara modern bisa terwujud. Sehingga produk UMKM berasal dari umbi gadung jadi ikon Desa penghasil rupiah," harapnya.

Ia mengaku kerap cerita dengan pendamping desa perihal manfaat tanaman gadung, baik dari sisi medis, maupun sisi ekonomis. Hal ini dilakukan lantaran salah satu tugas pendamping desa adalah memberdayakan masyarakat melalui program Dana Desa.

"Kini masih terkendala soal anggaran yang belum memungkinkan terwujudnya impian itu. Tapi saya terus mencari cara paling mudah memperdayakan masyarakat dalam hal pengolahan gadung," tuturnya.

Selama 3,5 tahun menjabat Kades, Ihsan belum pernah sama sekali membahas potensi Gadung bersama kepala daerah. Ia khawatir pemerintah kabupaten mengakomodir sarana prasarana penunjang, tapi SDM desa belum mumpuni.

"Bicara nilai ekonomis, makanan ringan berasal dari olahan gadung mencapai angka 60 ribu rupiah perkilo. Jauh sekali jika dibandingkan dengan harga jual kelapa sawit dan karet perkilonya," rincinya.

Sebaran umbi gadung paling banyak ditemui dalam wilayah tiga dusun, yakni Dusun 1 Tanah Lembau seluas 2 hektar, Dusun 2 Pelampung Ulu berkisar 5 hektar dan Dusun 3 Rawa Baru mencapai puluhan hektar.

"Kalau dalam wilayah Dusun 4 Mencora, Dusun 5 Karang Anyar dan Dusun 6 Kelapo Cupang, umbi gadung tak ada," jelasnya.

Suku Jawa Dominasi Jumlah Penduduk 

Penduduk Desa Pematang Gadung berjumlah kurang lebih 3120 jiwa. Pada dasarnya orang pendatang, mayoritas Suku Jawa 85% sisanya 15% penduduk lokal. 

Dahulu, kawasan Desa Pematang Gadung merupakan bagian Desa Sengkati Gedang dan Kelurahan Kembang Paseban. Kawasan ini dulunya tempat orang-orang Sengkati Gedang dan orang Mersam berkebun.

"Jadi orang-orang pendatang (Suku Jawa) bekerja dengan orang Sengkati Gedang, bekerja dengan orang Mersam, tinggalnya di kebun. Sehingga berjalannya waktu, mereka menikah, beranak pinak sampai akhirnya jumlah mereka berkembang," jelasnya.

Tahun 1980, kawasan pemukiman kebun masyarakat Sengkati Gedang dan Kelurahan Kembang Paseban, diajukan menjadi sebuah Desa pemekaran dari Desa Sengkati Gedang.

"Cuma, tahun 1980 itu belum disahkan, karena pengajuan dari Kecamatan tak diterima. Kemudian pada tahun 1982 diajukan lagi, dan disahkan tahun 1983," kenangnya.

Dasar Penetapan Ulang Tahun Desa

Muhammad Ihsan merupakan Kades ke-5 Pematang Gadung. Ia menetapkan tanggal berdirinya Desa Pematang Gadung berdasarkan tanggal Surat Keputusan (SK) milik warga bernama Sahroni K. Dalam lembaran kertas SK, Sahroni K dinobatkan sebagai pejabat sementara (Pjs) 3 September 1983.

"Berdasarkan SK itulah saya menetapkan hari jadi Desa Pematang Gadung 3 September 1983. Saya temui Kades yang pertama itu, saya minta ulasannya dan minta SK-nya. Sampai hari ini saya simpan SK-nya, itulah dasar saya menetapkan ulang tahun desa," jelasnya.

Status Pjs Sahroni K cuma bertahan dua tahun (1983-1985). Setelah itu terjadi pemilihan Kepala Desa Pematang Gadung. Sahroni K berhasil menang dan terpilih sebagai Kepala Desa pertama sejak 1985 sampai dengan 1990.

"Kepala Desa ke-2 bernama M. Baki Somad (1990 - 1998), Kepala Desa ke-3 Paijo A. Satari (2000 - 2008), Kepala Desa ke-4 Tarmud Mursidi (2008 - 2019) dan Kepala Desa ke-5 Muhammad Ihsan (2021 - 2029)," terangnya.

Tiga hari lalu, 3 September 2025, usia Desa Pematang Gadung menginjak angka 42 tahun. Ihsan beserta perangkat desa menggelar beragam kegiatan, melibatkan anak-anak PAUD, SD, emak-emak dan bapak-bapak.

Khusus kelompok anak-anak PAUD, panitia menggelar lomba mewarnai, kolase, fashion show bertema bahan alam atau daur ulang barang bekas. Kelompok anak-anak SD diadakan lomba estafet air dan kuis.

"Kalau kelompok emak-emak yakni lomba tumpeng, memecahkan balon di kaki, estafet air, rebutan kursi dan suami makeup istri.

Kelompok bapak-bapak lomba masak gulai talang bebek," ujarnya.

Bersambung...