KATAKABAR-MADINA | Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kabupaten Madina menolak rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis pertalite dan solar yang diwacanakan oleh pemerintah pusat.

"Kita tentu sangat menolak (rencana kenaikan harga BBM) tersebut," kata Ketua HMI Cabang Kabupaten Madina, Muhammad Riswan seperti dilansir MOL.

Riswan mengatakan, pihaknya saat ini sedang mengkaji lebih jauh mengenai plus-minus dari kenaikan harga BBM dengan melihat situasi dan kondisi masyarakat pada saat ini.

"Sedang kita kaji dan diskusikan bersama kawan-kawan mengenai plus-minus dari kenaikan harga BBM itu, termasuk mengkaji apa alasan dari pemerintah. Untuk kajian utuhnya akan kami sampaikan secepatnya. Yang pasti kami (HMI Madina) menolak akan rencana kenaikan harga BBM itu," jelas Riswan.

Sekadar informasi, beredar wacana bahwa pemerintah merencanakan akan menaikkan harga BBM bersubsidi jenis pertalite dan solar. Keputusan kenaikan harga BBM tersebut dikabarkan akan disampaikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pekan ini.

Pemerintah hingga saat ini masih membahas rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak/BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Solar.

Bahkan pemerintah juga tengah menyiapkan sejumlah program bantuan sosial atau bansos yang akan diberikan kepada masyarakat sebagai kompensasi kenaikan harga BBM.

"Pertama, alternatifnya anggaran itu tidak lebih dari Rp502 triliun. Jadi kalau anggaran sekarang kan yang disampaikan ke ibu di DPR kan angkanya lebih, sehingga exercise nya bagaimana bantalan yang harus disiapkan. Jadi bukan hanya terkait penyesuaian atau pembatasan, tetapi bantalan-bantalan sosial yang harus disiapkan," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Istana Negara seperti dilansir Suara.com.

Meski demikian ketika ditanya lebih lanjut terkait skema bansos yang akan diberikan pemerintah seperti apa, Menko Airlangga mengatakan masih akan terus dibahas.

"Ya tentu perlindungan sosialnya akan kami tebalkan. Kami sudah punya banyak sistem yang sudah dilakukan selama KPC-PEN," ujarnya.