Rengat, katakabar.com - Pedagang pulsa di kawasan Kelurahan Pematang Reba, Kecamatan Rengat Barat, Indragiri Hulu, Riau, penjualannya mengalami perlambatan signifikan belakangan ini. Bisa jadi lantaran dampak dari harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit merosot.

Salah satu penjual pulsa, Novri pada Rabu (7)6) mengatakan, kondisi penjualan masih lesu sejak harga kelapa sawit turun. Omzet sehari hanya berkisar Rp50 ribu dari sebelumnya Rp200 ribu. 

"Saat harga kelapa sawit diangka Rp2.500 per kilogram, masyarakat ringan untuk berbelanja paket data, dan isi ulang pulsa. Mereka mungkin menahan diri lantaran ekonomi sedang sulit," ujarnya seperti dilansir dari laman elaeis.co.

Jika pekebun kelapa sawit kelimpungan pedagang merasakan hal yang sama. Apalagi rata-rata konsumen yang datang ke kios umumnya petani.

"Kalau harga komoditas kelapa sawit setiap pekan menurun malapetaka bagi pedagang, sebab digusur pemilik lapak lantaran tidak bisa membayar kontrakan tepat waktu," tuturnya. 

Diketahui, harga kelapa sawit petani swadaya setingkat tengkulak di Rengat Barat hanya dibandrol sekitar Rp1.400 per kilogram. Petani menganggap nilai jual yang ditetapkan itu belum maksimal dari harga sebelumnya Rp2.500 per kilogram. 

Berpedoman kepada penetapan harga kelapa sawit Dinas Perkebunan Provinsi Riau, periode 7 hingga 13 Juni 2023 mengalami kenaikan pada setiap kelompok umur tanam sebesar 0,82 persen menjadi Rp2.265,01 per kilogram dari harga minggu lalu.

Acuan harga hanya sebagai tolak ukur petani swadaya karena berlaku untuk petani plasma. 

Berikut daftar harga TBS sawit periode 7 - 13 Juni 2023:

Umur 3 tahun Rp 1.671,15
Umur 4 tahun Rp 1.809,93
Umur 5 tahun Rp 1.977,83
Umur 6 tahun Rp 2.025,33
Umur 7 tahun Rp 2.104,37
Umur 8 tahun Rp 2.162,48
Umur 9 tahun Rp 2.213,23
Umur 10 - 20 tahun Rp 2.265,01
Umur 21 tahun Rp 2.168,94
Umur 22 tahun Rp 2.158,07
Umur 23 tahun Rp 2.149,01
Umur 24 tahun Rp 2.058,38
Umur 25 tahun Rp 2.008,54.