Batang Hari, katakabar.com - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto patut bersyukur dan bangga terhadap enam warga binaan Lapas Kelas IIB Muara Bulian, Kabupaten Batang Hari, Provinsi Jambi.

Hal ini lantaran mereka mejalani misi Asta Cita nomor urut dua; memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi air, ekonomi kreatif, ekonomi hijau dan ekonomi biru.

Kalapas Kelas IIB Muara Bulian, M. Ilham Santoso Sahdani, melalui Kasi Binadik dan Giatja, Haszuwan kepada katakabar.com mengatakan, enam warga binaan berhasil mengubah tanah tandus menjadi hamparan hijau padi unggul.

"Kami punya program pembinaan bagi warga binaan, diantaranya bercocok tanam, baik sektor perkebunan maupun sektor pertanian. Program ini sesuai dengan Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden," kata Haszuwan, Senin (7/7/2025).

Lapas Kelas IIB Muara Bulian, kata Haszuwan juga menjalani program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto terkait dengan membantu program ketahanan pangan.

"Bahwa semua Lapas diinstruksikan memanfaatkan lahan yang tersedia untuk program ketahanan pangan," ucapnya.

Haszuwan cerita, hamparan hijau padi unggul di atas tanah tandus seluas 1200 m² semula ditanami sayur-sayuran. Akibat cuaca ekstrim disertai hujan terus-menerus, sayuran berupa kacang panjang, terong dan tanaman jagung, terendam air. 

"Kami akhirnya minta warga binaan untuk menanam padi pada tanggal 20 Mei menggunakan bibit unggul varietas melati," kenangnya.

"Kami juga sudah mengundang petugas dari Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan Kabupaten Batang Hari guna melihat kondisi lahan persawahan ini," imbuhnya.

Haszuwan berkeinginan Pemerintah Kabupaten Batang Hari melalui Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan dapat turut serta membantu memaksimalkan program-program Lapas Kelas IIB Muara Bulian, khususnya ketahanan pangan.

"Pada saat tim dari Dinas PPP datang, mereka memprediksi panen padi bisa dilakukan akhir Agustus atau awal September. Mengenai perkiraan gabah kering yang bakal diperoleh, berkisar 700 sampai dengan 800 kilo gram," katanya.

Gabah kering hasil panen perdana padi unggul varietas melati akan dijual. Lapas Kelas IIB Muara Bulian nantinya akan bekerjasama dengan Dinas PPP. Selama proses tanam, enam warga binaan menggunakan peralatan manual dan traktor mini.

"Kami akan jajaki juga dari hasil peninjauan kemarin, padi yang ditanam tergolong kualitas super, kami upayakan bisa menjual bibit. Jadi bukan hanya gabah kering yang kita jual, tapi bagaimana padi hasil panen warga binaan bisa dijadikan bibit agar bisa ditanam lagi oleh petani-petani daerah ini," tuturnya.

Program pembinaan terhadap warga binaan, kata Haszuwan, diberikan berdasarkan bakat dan minat masing-masing warga binaan. Lokasi kegiatan pembinaan sektor perkebunan, sektor pertanian maupun sektor peternakan, sepenuhnya disiapkan Lapas.

"Ada juga penamaan buah semangka, pembesaran bibit kelapa sawit dan tanaman hidroponik," katanya.

Kegiatan warga binaan dalam tembok Lapas, kata Haszuwan meliputi pangkas rambut, laundry, pengelasan dan pertukangan. Khusus bagi warga binaan yang beraktifitas di luar tembok, harus memenuhi syarat administratif.

"Salah satu syarat administratif yakni telah menjalani setengah atau lebih dari masa pidana, jadi warga binaan yang belum mencapai setengah masa pidana, semuanya melakukan aktifitas di dalam tembok," ujarnya. (***)