Pekanbaru - Para petani kelapa sawit di Desa Sungai Aur, Kecamatan Batang Peranap, Indragiri Hulu (Inhu), Riau saat ini tengah dibikin khawatir dengan kedatangan dua ekor gajah di areal perkebunan sawit mereka.
Para petani pun terpaksa menghentikan kegiatan di kebun mereka untuk sementara waktu karena khawatir akan terjadi konflik dengan satwa yang dilindungi tersebut.
Terkait hal ini, Kepala Bidang Teknik Balaj Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Ujang Holisidin mengatakan, pihaknya telah menerima laporan terkait kemunculan gajah tersebut dan akan segera menurunkan tim ke lokasi.
"Kami dapat kabar baru hari ini, jadi baru kami tindaklanjuti. Besok tim akan ke lokasi, dan sudah kami sampaikan ke bidang wilayah," kata Ujang, Kamis (4/1).
Diberitakan sebelumnya, dua gajah tersebut bahkan sudah mulai mendekati pemukiman penduduk. Warga juga sempat mengambil video keberadaan hewan yang dilindungi itu pada Kamis (4/1) pagi.
Dalam video yang dibagikan ke kelompok petani Sawitku Masa Depanku (Samade) Inhu, seorang warga menyampaikan bahwa gajah tersebut telah merusak tanaman pisang warga yang ditanam tepat di belakang rumah.
Dua Gajah Satroni Kebun Sawit dan Dekati Pemukiman Warga Inhu
Diskusi pembaca untuk berita ini