Turen, katakabar.com – Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Republik Indonesia, Sakti Wahyu Trenggono meminta PT Pindad (Persero) untuk melakukan modernisasi mesin-mesin di fasilitas Divisi Munisi yang diimiliki Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berada di Turen, Malang.
“Pindad harus melakukan modernisasi fasilitas yang dimilikinya pada Divisi Munisi agar bisa meningkatkan kapasitas produksi dan menurunkan harga satu peluru,” kata Wamenhan dalam kunjungan ke Divisi Munisi milik Pindad di Turen, Malang, pekan pertama Maret 2020 lalu, seperti dikutip dari Situs Resmi Kemhan RI.
Jika Pindad mampu melakukan modernisasi fasilitas dengan menerapkan otomatisasi dan integrasi bisa membuat biaya produksi menjadi turun secara signifikan dan harga jual menjadi lebih terjangkau.
“Sekarang harga jual peluru kisaran Rp4.200 per butir, jika mesin produksi di modernisasi terjadi penurunan biaya lebih efisien. Mesin produksi yang ada saat ini, mesin Tahun 60-an, sudah sangat tua. Kemhan memastikan seluruh kapasitas pindad bisa diserap TNI dan Polri,” jelasnya.
Direktur Utama Pindad, Abraham Mose mengatakan, Pindad berencana meningkatkan kapasitas produksi Munisi Kaliber Kecil (MKK), Munisi Kaliber Besar (MKB) atau menengah, Roket dan Rudal serta lainnya, ini menjadi Program Pemerintah untuk mendorong kemampuan industri lokal menuju kemandirian Alpalhankam.
“Harapan Pindad agar dukungan penuh dari Kementerian Pertahanan segera terlaksana terhadap penambahan kapasitas produksi serta peningkatan kualitas produksi Pindad untuk mendukung kemandirian Alpalhankam,” ujarnya.
Dalam kunjungannya, Wamenhan beserta rombongan mengunjungi ragam fasilitas produksi Divisi Munisi Pindad yang memiliki luas 166 hektare dan terdiri dari fasilitas produksi MKK, MKB atau menengah dan fasilitas pengembangan serta laboratorium uji munisi.
Gedung fasilitas produksi MKK sudah diresmikan untuk menambah kapasitas dari kebutuhan TNI dan Polri yang masih belum tercukupi belum lama ini.
Divisi Munisi masih punya lahan cukup luas belum terpakai dapat dimanfaatkan untuk pembangunan pabrik-pabrik munisi baru, pabrik propellant yang merupakan bahan baku utama munisi dan belum tersedia di dalam negeri.
"Divisi Munisi letaknya sangat strategis, sebab jaraknya dekat dengan Bandara Juanda dan Abdurachman Saleh serta pelabuhan Tanjung Perak."
Wamenhan dalam kunjungan itu tidak sendirian, didampingi Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Pertahanan (Kemhan), Laksdya TNI Agus Setiadji, Dirjen Renhan, Marsekal Muda TNI Dody Trisunu, Kabaranahan, Mayor Jenderal TNI Budi Prijono, Direktur Utama Pindad, Abraham Mose beserta jajaran Direksi.
Dorong Modernisasi Pabrik Munisi
Diskusi pembaca untuk berita ini