Jambi, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS lewat Mutu Institute terus berusaha majukan perkebunan kelapa sawit Indonesia melalui kegiatan peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia atau SDM para petani kelapa sawit nasional.

Dari pekan kedua hingga pekan ketiga Juli 2024 lalu misalnya, BPDPKS dan Mutu Institute memberikan pelatihan gratis kepada 110 petani kelapa sawit di Provinsi Jambi.

Para petani tersebut berasal dari Kabupaten Merangin sebanyak 46 orang, dari Kabupaten Sarolangun berjumlah 29 orang, dan dari Kabupaten Tanjung Jabung Barat totalnya 35 orang.

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, Ir. H. Agus Rizal, M.M, menyatakan, sebagian besar luas perkebunan kelapa sawit di Provinsi Jambi milik petani swadaya.

“Perkebunan kelapa sawit sumbang 30 persen PAD Provinsi Jambi," ujar Agus, dilansir dari laman website resmi BPDPKS, Sabtu (3/8).

Dari total 1,2 juta hektar perkebunan kelapa sawit di Jambi, ulas Agus, seluas 700 ribu hektar kebun milik petani swadaya. Jadi, lebih dari 50 persen perkebunan kelapa sawit di Jambi perkebunan rakyat.

Jika para petani kelapa sawit perlu didorong agar terus meningkatkan kualitas, ucap Agus, dengam menerapkan tata kelola kebun yang baik, ramah lingkungan, tidak merusak hutan, dan dikelola secara keberlanjutan.

“Para petani kelapa sawit wajib untuk bergabung dan membentuk kelompok-kelompok tani atau koperasi, lalu bermitra dengan perusahaan-perusahaan kelapa sawit, dan menerapkan sertifikasi ISPO," bebernya.

Direktur utama Mutu Institute, Sumarna, SE.,Ak., M.M, menuturkan, kalau sertifikasi ISPO wajib bagi usaha perkebunan kelapa sawit baik perusahaan maupun pekebun swadaya sesuai Perpres Nomor 44 tahun 2020 tentang Sistem Sertifikasi Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia.

“Salah satu masalah tentang keberterimaan produk kelapa sawit Indonesia di pasar dunia lantaran isu lingkungan dan perusakan kawasan hutan. Kita harus buktikan kepada dunia melalui sertifikasi ISPO kebun kelapa sawit di Indonesia telah dikelola secara keberlanjutan dan ramah lingkungan. Tanpa sertifikat ISPO produk petani kelapa sawit sulit untuk dijual," terangnya.

Bila hal pertama yang dilakukan menuju sertifikasi ISPO, kata Sumarna, adalah meningkatkan pengetahuan, dan pemahaman para petani sawit tentang ISPO.

“Kita harus berterima kasih kepada BPDPKS dan Pemerintah, sebab telah memberikan fasilitas pelatihan ISPO gratis ini kepada para petani kelapa sawit. Bapak Ibu harus memanfaatkan kesempatan ini dengan mengikuti seluruh kegiatan pelatihan dengan serius. Ambil semua ilmu yang disampaikan narasumber, dan terapkan semuanya saat kembali nanti untuk memajukan perkebunan kelapa sawit dengan penerapan sertifikasi ISPO," serunya.

Di hari keempat pelatihan, peserta diajak untuk praktek lapang mengunjungi KUD Mutiara Bumi di Desa Pompa Air, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batang Hari, untuk melihat bagaimana penerapan ISPO di lapangan.

Itu jadi penting karena peserta dapat melihat contoh-contoh penerapan ISPO di tingkat petani kelapa sawit, tidak hanya mendapatkan teori di kelas.

Ketua KUD Mutiara Bumi, Lasmin mengutarakan, Koperasi Mutiara Bumi sebagai koperasi swadaya yang menerapkan ISPO kali perdana di Indonesia. Untuk itu, apresiasi BPDPKS yang bekerja sama dengan Mutu Institute untuk dapat mengunjungi mereka di sini di Koperasi Mutiara Bumi ini

"Kami berharap mudah-mudahan bapak ibu sebagai peserta pelatihan ISPO untuk pekebun ini nanti bisa menyerap ilmu bakal personel atau anggota kami bagikan untuk kemajuan koperasi bapak ibu semuanya," jelasnya.

Menurut salah satu peserta dari kabupaten Merangin, Ade Haviz Putra, dengan adanya pelatihan ini peserta bisa memahami bagaimana cara mengelola kebun sawit yang baik dan benar sesuai standar ISPO.

“Kami berharap ilmu yang kami dapat selama pelatihan bisa diaplikasikan di lapangan dan meningkatkan hasil panen kami. Terima kasih Mutu Institute yang telah memberikan pelatihan yang berkesan bagi kami," tuturnya.

Penerapan standar ISPO ditingkat petani kelapa sawit sangat penting. Selain untuk meningkatkan kualtias tata kelola perbekebunan kelapa sawit, secara nasional dapat meningkatkan daya saing dan keberterimaan produk kelapa sawit Indonesia di pasar dunia.

Jadi kelapa sawit dan produk turunannya dapat terus menjadi komoditas andalan yang meningkatkan kesejahteraan para pekebun, masyarakat, dan negara.