Taput,katakabar.com - Pemkab Tapanuli Utara (Taput) tengah mendongkrak pengembangan Industri Kecil Menengah (IKM).
Salah satunya dengan memanfaatkan potensi daerah, seperti mengolah daun nenas menjadi benang tenun.
Oleh karenannya, penenun akan dibekali dengan mengikuti "Pelatihan Pengolahan Serat Daun Nenas Menjadi Benang Tenun" di Hotel Palapa Tarutung.
Pelatihan berlangsung selama 5 hari (5 - 9 Desember 2022) yang diikuti sebanyak 30 peserta dari Kecamatan Sipahutar dan Tarutung.
Kegiatan pelatihan dibuka oleh Ketua Dekranasda Taput, Satika Simamora, SE MM didampingi Kabid Perindustrian Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan dengan narasumber Alan Sahroni, Selasa (9/12/2022).
Satika menyampaikan, Taput memiliki potensi sebagai produsen benang tenun yang berasal dari olahan serat daun nenas.
Hal ini diyakini karena luasnya perkebunan nenas milik warga, salah satunya di Kecamatan Sipahutar.
Seain itu, Taput juga memiliki banyak penenun ulos yang tersebar di Kecamatan Tarutung, Siatas Barita, Sipoholon, Muara dan beberapa kecamatan lainnya.
Dan dipastikan akan menampung benang dari serat daun nenas untuk ditenun menjadi ulos.
Ia berharap kepada seluruh peserta pelatihan untuk menggunakan kesempatan sebaik-baiknya, terapkan semua ilmu yang telah didapat dalam usaha dan kehidupan sehari-hari.
Dikesempatan itu, selaku narasumber, Alan Sahroni yang juga owner AlFiber asal Kabupaten Subang, Jawa Barat menyampaikan peluang keuntungan pengolahan serat daun nenas menjadi benang tenun.
Dikatakan, selama ini daun nenas hanya merupakan limbah yang dibuang akan diolah dan ini merupakan inovasi baru bahan baku benang tenun dari serat daun nenas.
Satu hektar lahan kebun nenas dapat menghasilkan sekitar 10 hingga 20 ton benang serat nenas.
Peserta pelatihan mengucapkan syukur kepada Ketua Dekranasda Taput atas dukungan, kepedulian dan promosi yang luas terhadap produk IKM di Kabupaten Taput.
Dongkrak IKM di Taput Dengan Serat Daun Nenas Diolah Jadi Benang Tenun
Diskusi pembaca untuk berita ini