Medan, katakabar.com - Meski anggaran terbatas, Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskop UKM Perindag) Kota Medan terus aktif membina pelaku UMKM dan IKM.

Salah satunya melalui sosialisasi “Pentingnya Pencatatan Laporan Keuangan bagi IKM/UMKM”. Kegiatan ini digelar Selasa, (8/7/2025) di Pusat Industri Kecil (PIK) Medan Denai. 

Kegiatan ini merupakan inisiatif UPT Denai bekerja sama dengan Politeknik Unggul LP3M Medan (PULMED), tanpa dukungan anggaran resmi.

Kepala UPT Pelayanan Sentra IKM Denai, Dinas Perindustrian Kota Medan, Fitriana Harahap, menyebut kegiatan ini penting karena mayoritas pelaku IKM belum memiliki laporan keuangan yang tertib.

“Kami hadir untuk mengedukasi. Laporan keuangan bukan hanya untuk tahu untung-rugi, tapi juga syarat utama akses bantuan atau kredit,” jelasnya.

Sosialisasi dihadiri Lurah Menteng Nurdamayanti Siregar, pihak PULMED, dan puluhan pelaku UMKM di kawasan PIK.

Kadis Koperasi UKM Perindag Medan, Benny Iskandar Nasution, mengapresiasi kegiatan ini meski digelar tanpa dana besar. Menurutnya, pembinaan UMKM harus terus berjalan.

Berdasarkan data SIMDAKOP UMKM Medan, terdapat 38.343 UMKM terdaftar, dengan 1.875 UMKM sebagai binaan aktif Disperindag.

Langkah ini diharapkan mendorong UMKM Medan lebih profesional, khususnya dalam manajemen keuangan yang menjadi kunci pertumbuhan usaha berkelanjutan.()