Kupang, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS dan lima Asosiasi Petani sawit Indonesia, di kegiatan Gebyar Usaha Kecil, Mikro, dan Koperasi atau UKMK berbasis sawit sebagai upaya promosi kebaikan-kebaikan kelapas sawit di wilayah timur Indonesia, pada 5 hingg 7 Juli 20024 lalu di Lippo Mall Kupang, Nusa Tenggara Timur.
Kelima Asosiasi Kelapa Sawit Indonesia tersebut, yakni Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perkebunan Inti Rakyat atau ASPEKPIR, Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia atau APKASINDO, Asosiasi Sawitku Masa Depanku atau SAMADE, Serikat Petani Kelapa Sawit atau SPKS, dan Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia Perjuangan atau APKASINDO Perjuangan bersatu promosikan UKMK sawit.
Kepala Divisi UKMK BPDPKS, Helmi Muhansyah menegaskan, kampanye kebaikan-kebaikan, dan perkenalkan kelapa sawit kepada masyarakat berbagai produk yang dihasilkan dari kelapa sawit, dan turunannya dapat dilakukan UKMK perlu kolaborasi dengan seluruh stakeholders termasuk dengan melibatkan asosiasi-asosiasi Petani Kelapa sawit.
“Dengan kolaborasi tercipta keharmonisan, dan rasa kekeluargaan seluruh asosiasi petani kelapa sawit sehingga permudah mencapai tujuan bersama-sama perkuat, dan promosikan kemitraan UKMK kelapa sawit,” ujar Helmi, dilansir dari laman website resmi BPDPKS, pada Sabtu (13/7).
Diceritakan Helmi, di kegiatan ini masing-masing Asosiasi Petani dapat satu both untuk tampilkan berbagai produk yang dihasilkan dari kelapa sawit, dan turunannya.
Misalnya, kata Helmi, Asosiasi SAMADE menampilkan berbagai produk berbasis kerajinan sawit seperti handbag lidi sawit, slingbag pocket lidi sawit, teh dari daun sawit dan ecoprint daun sawit.
Sedang, Asosiasi ASPEKPIR menampilkan produk gula sawit yang berasal dari hasil replanting. APKASNDO menampilkan Dupa sawit dari lidi sawit dengan aroma harum, parfum sawit, coklat sawit dan mayones sawit.
Terus, APKASINDO Perjuangan dengan produk andalan body lotion palm oil serta SPKS dengan berbagai produk makanan berbasis sawit seperti Stik umbut sawit, jamur Sawit krispy dan dodol umbut sawit.
"Perwakilan dari asosiasi petani kelapa sawit sangat mengapresiasi kegiatan dalam bentuk Gebyar UKMK Sawit," jelas Helmi.
“Syukur kegiatan Gebyar UKMK sawit ini dilaksanakan agar masyarakat mengetahui betul manfaat kelapa sawit, dan diharapkan kegiatan seperti ini terus ada di lain waktu," ucap Hendra dari Asosiasi SAMADE.
Nursetiawati salah satu perwakilan dari Apkasindo Perjuangan menyatakan, kegiatan gebyar UKMK kelapa sawit bermanfaat untuk mengedukasi setiap daerah lokasi pameran tentang kebaikan sawit sekaligus membuat produk UKM dikenal bukan hanya lokal tapi nasional.
Harapan kami, sahut Cicilia dari perwakilan SPKS, kegiatan Gebyar UKMK Sawit terus dilanjutkan “ Ungkap Cicilia perwakilan SPKS.
"Kegiatan Gebyar UKMK Sawit sangat berkesan karena pengunjung di Kupang sangat antusias untuk melihat, dan memiliki produk kelapa sawit,” timpal Samsul dari ASPEKPIR.
"Kami sangat bangga menjadi bagian dari Gebyar UKMK Sawit," tutur Hendrik dari APKASINDO.
Kegiatan ini salah satu upaya BPDPKS untuk terus perkuat UKMK gunakan produk berbahan kelapa sawit sebagai bagian dari kemitraan UKMK kelapa sawit.
Sebelumnya dari 28 Februari hingga 1 Maret 2024 lalu, BPDPKS gelar semarak UKMK Sawit di Medan, Tiga workshop pemanfaatan produk sawit di Yogyakarta pada 6 hingga 8 Maret 2024 lalu dengan melibatkan perwakilan UKMK dari Bangka Belitung, Riau dan Yogyakarta.
Tidak hanya itu, di kantor KPPN Cirebon pada 2 hingga 3 Mei 2024 lalu dengan peserta perajin batik di Cirebon, dan di Solo workshop UKMK kelapa Sawit yang memperkenalkan batik sawit dan oleofood sawit pada 12 hingga 13 Juni 2024.
Di Timur Indonesia, BPDPKS dan Lima Asosiasi Kolaborasi Promosikan UKMK Kelapa Sawit
Diskusi pembaca untuk berita ini