Jakarta, katakabar.com - Di penghujung pekan Oktober 2024 lalu, pasnya pada momen Sumpah Pemuda, Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS beserta Persatuan Guru Republik Indonesia atau PGRI Provinsi Sulawesi Utara promosi kelapa sawit kepada pelajar dan guru lewat kegiatan Sawit @ School dan Palm Oil Edu Talk.

Kegiatan yang mengusung tema “Peran Kelapa Sawit Bagi Indonesia” digelar dua hari lamanya, dari 28 hingga 29 Oktober 2024, diikuti sebanyak 300 orang siswa, siswi dan guru yang berasal dari 35 SMA dan SMK di Kota Manado.

Ketua PGRI Provinsi Sulut, Star Wowor MSi, sampaikan apresiasi kepada BPDPKS, lantaran sudah memberikan peluang untuk melaksanakan kegiatan ini sehingga guru dan peserta didik memiliki pengetahuan tentang kontribusi dan sumbangsih kelapa sawit bagi kehidupan.

“Guru selalu berupaya mencapai empat kecerdasan komprehensif bagi peserta didik, meliputi kecerdasan spiritual, emosional, intelektual, dan kinestetik. Kegiatan seperti ini salah satu perwujudan dari upaya mencapai kecerdasan intelektual peserta didik tersebut,” ujar Wowor melalui press release dilansir dari laman EMG, Kamis (7/11) malam.

Sekretaris Dinas Pendidikan Sulut, Jefri Edwin Runtuwene MSi, mengaminkan Pak Wowor. Menurutnya, untuk mencapai pendidikan yang berkualitas, dibutuhkan kemampuan pembelajaran yang baik melalui penerapan metode belajar yang tepat.

"Salah satunya dengan metode competitive based learning, contohnya seperti yang dilaksanakan oleh BPDPKS melalui kegiatan Palm Oil Edu Talk dan Sawit @ School ini,” timpalnya.

Pemprov Sulut melalui Dinas Pendidikan, ucapnya, siap mendukung penyelenggaraan kegiatan sosialisasi kelapa sawit yang lebih berkelanjutan sehingga tujuan promosi kelapa sawit yang dimaksud dapat tercapai sesuai harapan.

Direktur Perencanaan dan Pengelolaan Dana BPDPKS sekaligus Plt. Direktur Kemitraan BPDPKS, Kabul Wijayanto megutarakan, BPDPKS memandang peran guru sangat sentral mengajar dan mendidik generasi penerus bangsa. Termasuk agar tidak termakan berita hoaks tentang kelapa sawit baik di media sosial maupun di bahan ajar.

“Kami masih menemukan banyak bahan ajar dan materi tematik di beberapa daerah di Indonesia yang masih mendiskreditkan kelapa sawit, masih menganggap kelapa sawit itu sebagai yang sangat tidak baik," ujar Kabul.

Melalui kolaborasi dan sinergi ini, harap Kabul, hendaknya para guru dapat menyampaikan materi tentang sawit kepada siswa berdasarkan data dan fakta yang obyektif, bukan berasal dari sumber yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Menyikapi maraknya pemberitaan negatif tentang kelapa sawit di media sosial, salah seorang public figure Indonesia, Rafael Tan yang hadir kegiatan ini mengajak generasi muda lebih pintar bersosial media, sebab  persaingan itu selalu ada dan pebisnis selalu menghalalkan segala cara untuk mendapatkan banyak keuntungan. 

“Semua orang bisa bersosial media, tapi tidak semua orang pintar bersosial media. Jadi, pakailah sosial media untuk hal-hal yang positif dan jangan menyebarkan berita-berita negatif, terutama tentang kelapa sawit,” pesa Rafael.

Kegiatan Palm Oil Edu Talk Kota Manado dilaksanakan upaya menyampaikan fakta objektif tentang kelapa sawit dengan menghadirkan beberapa narasumber, seperti Kepala Divisi Perusahaan BPDPKS, Achmad Maulizal Sutawijaya, Wakil Ketua Umum III (Bidang Organisasi) GAPKI, Satrija Budi Wibawa, dan Ketua Departemen SDM dan Hubungan Internasional DPP APKASINDO, Djono Albar Burhan.

Peserta Palm Oil Edu Talk guru-guru dikenalkan dengan pemanfaatan dan pengolahan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi yang disampaikan oleh Dr. Cahyadi Nugroho dan Dr. Nismawati yang merupakan Dosen Universitas Negeri Manado.

Rangkaian kegiatan Sawit @ School Kota Manado, BPDPKS gelar Lomba Poster Sawit, Lomba Essay Sawit, School Combat, serta Olimpiade #SawitBaik yang diikuti seluruh peserta.