DESA Pasar Terusan, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batang Hari, Provinsi Jambi, di bawah kepemimpinan Hidayatullah, salah satu desa yang bikin bangga Kepala Daerah - Wakil Kepala Daerah, Mhd Fadhil Arief - Bakhtiar.
Memasuki usia jabatan 47 hari sebagai Kepala Desa Antar Waktu Pasar Terusan, pasca pelantikan 28 Juli 2025, lelaki karib disapa Dayat ini berhasil membawa perubahan desa, terutama sektor ketahanan pangan.
Ia bersama 14 Ketua Kelompok Tani, Tokoh Adat, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, emak-emak, pemuda-pemudi, beserta segenap perangkat desa, menggelar panen raya dan percepatan tanam ke-2, Sabtu pekan lalu, 13 September 2025.
Tak tanggung-tanggung, luas lahan panen raya padi desa ini mencapai 365 hektar. Prosesi panen raya secara simbolis dilalukan Bupati bersama Ketua DPRD Batang Hari, Rahmad Hasrofi, dan Ketua Komisi II DPRD Provinsi Jambi, Erpan.
Dayat bersama Camat Muara Bulian Zuhri, Kepala Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan, Farizal, Kadis TPHP Jambi, Pj Swasembada Pangan Jambi, Dandim 0415 Jambi, dan perwakilan Polres Batang Hari, turut serta ngarit padi.
Kepada katakabar.com usai gelaran panen raya, Dayat bilang kalau setiap hektar lahan sawah petani mampu menghasilkan 4 sampai dengan 6 ton gabah kering. Petani memanen padi secara bertahap, sesuai usia dan kondisi tanaman padi.
"Total luasan lahan produksi padi Desa Pasar Terusan tahun ini mencapai 365 hektar. Karena petani masih ada yang menggunakan benih padi lokal, maka gabah kering yang dihasilkan setiap hektar berkisar 4 hingga 6 ton," kata alumni Akademi Teknologi Kulit Yogyakarta ini.
Setelah panen padi 365 hektar rampung, kata Dayat, Ketua Kelompok Tani berjumlah 14 orang akan mengajak masing-masing anggotanya melanjutkan tanam padi tahap ke-2. Hal ini dilakukan guna mendukung percepatan program swasembada pangan Kabupaten Batang Hari.
"Saya atas nama pemerintahan desa dan pribadi, mewakili seluruh masyarakat Desa Pasar Terusan, mengucapkan terima kasih atas kesediaan waktu Bang Fadhil Arief selaku Bupati Batang Hari, melakukan panen raya padi secara simbolis," tutur pemilik jargon 'Pasar Terusan Berbenah'.
Dayat mengatakan kalau benih padi yang digunakan petani Desa Pasar Terusan adalah IP (Indeks Pertanaman) 100. Pola tanam padi satu kali satu tahun jadi pemicu dan masih berlangsung hingga kini. Tapi ada juga petani mulai tanam benih padi tiga bulan, empat bulan, dan bahkan masih ada yang tanam padi lokal usia tanam enam bulan.
"Jadi sistemnya yang padi enam bulan, mereka tanam duluan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Kemudian yang umur 4 bulan agak mundur, sehingga masa panennya nanti serentak," jelasnya.
Wujud pengabdian kepada masyarakat telah Dayat buktikan lewat aksi kerja nyata sesuai tertuang dalam visi-misi sewaktu mencalonkan diri sebagai Kepala Desa. Perlahan tapi pasti, dia melakukan pemetaan lahan pertanian, konsolidasi kelompok tani dan kelompok peternak.
"Saya juga telah melakukan penataan sarana prasarana pertanian, penataan ulang kelompok tani dan pembentukan kelompok peternak, serta penataan data kependudukan dan data bansos," rincinya.
Tak hanya itu saja, dalam sambutan singkatnya, Dayat melapor kepada Bupati Fadhil Arief kalau Desa Pasar Terusan telah diusulkan sebagai alternatif lokasi program TMMD (Tentara Manunggal Membangun Desa) tahun 2026.
"Adapun usulan sasaran lokasi program TMMD, yang pertama pembangunan jalan dari Pal 8 Simpang Terusan menuju jalan Karya Bhakti Desa Pasar Terusan yang memiliki jarak berkisar 7,19 kilometer," ujarnya.
"Kemudian sasaran lainnya, ada sumur bor 5 unit, MCK 2 unit, rehab rumah 2 unit, rehab Musala 2 menit, pos kamling 1 unit dan rehab sarana olahraga satu unit," imbuhnya.
Dayat berharap usulan tersebut bisa terlaksana, sehingga Desa Pasar Terusan semula sebagai desa sasaran alternatif, mudah-mudahan menjadi sasaran utama. Dengan begitu kegiatan TMMD 2026 bisa terlaksana di Desa Pasar Terusan.
Perintah Tuhan Siasati Tantangan Alam
PETANI Desa Pasar Terusan hampir setiap tahun menghadapi tantangan alam berupa banjir jelang panen raya padi. Dayat berujar faktor alam mempengaruhi keberlanjutan tanaman padi. Secara alamiah, banjir membentuk masyarakat beraktivitas lainnya selama enam bulan berikutnya.
Bupati Batang Hari Mhd Fadhil Arief telah menjawab soal tantangan alam yang menjadi keluhan petani. Sebagai mahluk ciptaan paling sempurna, kata Fadhil, Tuhan memerintahkan manusia menyiasati tantangan alam.
"Pertama, air itu dari dahulu seperti itulah, Sungai Batang Hari saja agak berubah, kalau dulu kecil, kini agak melebar. Bahwa ternyata, anak sungai kita ini seiring waktu, sedimentasinya sudah mengawatirkan," kata Ketua DPW PPP Jambi.
"Dalam artian, sendimen sudah rata, ada pangkalnya tinggi, kemudian di tengah turun balik, sewaktu Sungai Batang Hari pasang, air mudah masuk, sulit keluar sewaktu surut," imbuhnya.
Pemerintah kabupaten melalui Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang Batang Hari, tengah menyusun desain sebagai upaya mencari formula menyiasati tantangan alam. Dengan begitu, petani padi Desa Pasar Terusan tak lagi terbebani kala debit air Sungai Batang Hari meluap.
"Nanti minta bantu dengan bang Erpan, mana yang bisa dilakukan Provinsi dan BWS. Kalau ini bisa kita atur, petani benar-benar tak bisa ke sawah kalau air sudah melewati bibir Sungai Batang Hari. Tapi sepanjang belum melewati bibir Sungai, bisa di kontrol lewat pintu air," tegasnya.
Berdasarkan laporan Kepala Dinas PUTR hasil pemetaan awal, kata Fadhil, panjang lintasan air melewati sawah ditaksir 2,6 km. Ia bilang kalau rancangan teknologi kincir air lebih hemat biaya ketimbang menggunakan mesin.
"Karena air menggunakan pintu air bisa disempitkan, sehingga arusnya bisa di deraskan, kita akan coba rancang tahun depan," ujarnya.
Minta Kades Belajar dengan China
BUPATI Fadhil Arief ingin petani padi Desa Pasar Terusan pantang menyerah menghadapi fenomena alam dan hambatan-hambatan lainnya. Ia minta Kades Hidayatullah belajar dengan China, tentang pola pikir dan semangat juang petaninya.
"Banyak lagi hambatan lain yang dihadapi petani, misalnya jalan dan segala macam. Apakah berat? sangat berat, karena perlu dana yang besar. Tapi lebih berat lagi kalau akal kita tak jalan, lebih berat lagi kalau semangat kita tak ada, bahwa kita perlu mengusahakan itu," ujarnya.
"Makanya kita belajar dengan China, hambatan alamnya berat, keadaannya miskin 50 tahun lalu. Tapi dengan pola pikir yang betul, dengan semangat yang betul, maka China menjadi negara yang luar biasa kekuatan ekonominya," tegas suami Zulva.
Semangat juang tinggi mengelola sektor pertanian dan perkebunan, kata Fadhil, telah diajarkan oleh datuk buyut orang Terusan. Dahulu orang Terusan sehabis nikah langsung pergi ke talang. Mereka pulang ke dusun setelah anaknya masuk Sekolah Dasar (SD).
"Berarti hampir 6 tahun dia bikin kebun. Kalau hampir 6 tahun, berati kebunnya sudah panen, baru balik ke dusun. Setelah anaknya sekolah, baru bikin rumah di dusun. Begitu leluhur kita mengajarkan bagaimana hidup itu harus ulet, hidup itu harus kerja keras," tuturnya.
"Kini apakah masih seperti itu. Kini, pengantin jual-jual tanah habis, macam tak mau hidup lagi pasangan pengantin itu besok. Tak perlu mewah pengantin, tapi bagaimana pikirkan pengantin itu hidup," imbuhnya.
Menurut dia, hal-hal seperti itu harus segera diubah oleh Kades, BPD, dan Lembaga Adat. Karena niat menikahkan anak supaya hidupnya lebih baik, mematuhi perintah Tuhan dan sunnah Rasul, agar pasangan pengantin menjadi orang yang baik, pasangan keluarga yang bermanfaat bagi lingkungannya.
"Tak ada gunanya pengantin yang hebat-hebat lagi, hebat sehari itu saja, jadi raja dan ratu sehari, besok pagi jadi kuli. Kita harus ubah itu semua," cetusnya.
Bersemangat Tanam Padi Dua Kali
WEJANGAN Bupati Fadhil Arief berhasil membakar semangat petani Desa Pasar Terusan menanam padi dua kali setahun guna mewujudkan Batang Hari swasembada pangan.
Menurut hitungan Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan, kata Fadhil, Luas Tambah Tanam (LTT) harus mencapai angka 9100. Menutupi kekurangan LTT, makanya harus banyak petani tanam dua kali tahun ini.
"Kalau kita berhasil 9100, berarti Batang Hari swasembada pangan. Tahun depan kita niatkan, bahwa kita bantu sanak saudara kita di Kabupaten lain, untuk makan beras Terusan," ujarnya.
Fadhil dapat usulan petani agar tahun depan Desa Pasar Terusan dibangun Rice Milling Unit (mesin penggilingan padi). Ia kerap bertanya dengan warga Kota Muara Bulian lokasi penjualan dedak (hasil samping proses penggilingan padi menjadi beras).
"Enak beli di Terusan pak, dedak bercampur beras, berarti mesin padi belum tepat itu, kupasannya ketebalan. Jadi, ayam bukan makan kulit padi, tapi makan beras juga," gelak ayah empat anak ini.
Penerima RMU harus diatur Kepala Dinas, jangan sampai satu kelompok tani dapat bantuan satu mesin. Fadhil merasa aneh dengan kelakuan petani-petani Batang Hari. Traktor bantuan pemerintah kadang kala bukannya digunakan untuk bersama-sama, melainkan dikuasai individu.
"Galak keket barang dibagi orang, jangan. Ubah fi'il-fi'il seperti itu ya. Sayo kalau dapat undangan tahlilan di dusun, dak biso makan kareno orang-orang cerita itu. Alangkah payahnyo dil minjam (traktor), sayo jawab mungkin masih dipakai, dak dipakai lagi dil. Tolong diatur dengan elok yo pak Kades," katanya.
"Jangan mentang-mentang Bupati orang Terusan, lantas sekehendak hati, tak boleh juga," tegasnya.
Sewaktu dilantik sebagai Bupati Batang Hari, ia telah diingatkan Ulama-ulama Terusan bahwa seorang pemimpin dituntut keadilan. Artinya jabatan Bupati Batang Hari, harus memikirkan masyarakat Kabupaten Batang Hari, jangan hanya mikir Desa Pasar Terusan, Desa Terusan dan Desa Simpang Terusan.
"Betul juga saya bilang, jadi dak boleh tak adil. Besok diatur pak Kades ya, tetap harus di tambah, tapi cara penggunaannya juga harus baik," katanya. (***)
Dayat Bikin Bangga Kepala Daerah, Panen Raya Padi di Usia Jabatan 47 Hari
Diskusi pembaca untuk berita ini