Batang Hari, katakabar.com - Bupati Batang Hari, Jambi, Mhd Fadhil Arief, takjub melihat 'lautan manusia' memadati kawasan Wisata Aek Meliuk, Muara Bulian, Senin (18/8/2025).

Momentum langka ini terjadi sehari setelah upacara pengibaran dan penurunan duplikat bendera pusaka merah putih HUT ke-80 RI, sukses digelar di Alun-alun Batang Hari.

Puluhan ribu masyarakat berbeda Suku, Bahasa, Budaya dan Agama, datang dari hampir seluruh Desa/Kelurahan, Delapan Kecamatan dalam wilayah Kabupaten Batang Hari. 

Tak hanya kelompok remaja dan kelompok dewasa, Bupati juga melihat kelompok anak-anak mengenakan pakaian unik, serta kelompok pelajar dari 149 sekolah berseragam aneka warna.

Masing-masing kelompok berjalan teratur sesuai urutan, memberi hormat, melambai tangan sembari melepas senyum kepada Bupati beserta istri dan seluruh Kepala OPD yang tengah duduk di atas panggung utama Aek Meliuk.

'Lautan manusia' ini bukan massa aksi demonstrasi bayaran, melainkan peserta pawai pembangunan, gerak jalan, dan karnaval budaya Kabupaten Batang Hari tahun 2025, dalam rangka memeriahkan HUT ke-80 RI.

"Atas nama kepala daerah beserta wakil kepala daerah, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Kabupaten Batang Hari, meluangkan waktu dan tenaganya untuk pawai pembangunan, gerak jalan dan karnaval budaya," kata Fadhil Arief kepada katakabar.com siang kemarin.

Ia bangga masih melihat antusias, kreatifitas, semangat juang, serta kecintaan masyarakat Kabupaten Batang Hari kepada Ibu Pertiwi tak pernah pudar, dalam setiap memeriahkan rangkaian Dirgahayu Kemerdekaan Indonesia.

Merujuk laporan rekap data Ketua Seksi Pawai Pembangunan, Gerak Jalan, Karnaval Budaya Kabupaten Batang Hari tanggal 15 Agustus 2025, kata Fadhil Arief, tercatat 247 kelompok berpartisipasi sejak pagi hingga petang tanggal 18 Agustus 2025.

"Ada 11 kelompok peserta pawai pembangunan, gerak jalan dan karnaval budaya, diantaranya; PAUD/TK/RA, SD/MI, SMP/MTS, SMA/SMK/MA, Perguruan Tinggi/Ormas/OKP, organisasi wanita, OPD, mobil hias, sepeda hias, pawai karnaval budaya, Drumband SD/MI - SMP/MTS," rincinya.

Ketua DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jambi mengatakan, peserta dari kelompok PAUD/TK/RA berjumlah 19 sekolah, peserta SD/MI berjumlah 76 sekolah , peserta SMP/MTS berjumlah 37 sekolah, dan peserta SMA/SMK/MA berjumlah 17 sekolah.

Peserta dari Perguruan Tinggi/Ormas/OKP, kata Fadhil Arief, berjumlah 7 regu, organisasi wanita berjumlah 3 regu, OPD (Organisasi Perangkat Daerah) berjumlah 36 regu, mobil hias berjumlah 8 unit, sepeda hias berjumlah 8 unit, pawai karnaval budaya berjumlah 19 grup dan drumband SD/Mi - SMP/MTS berjumlah 17 unit.

"Masing-masing kelompok akan menampilkan performa dan karya terbaik sesuai dengan kategori lomba yang diikuti. Pengumuman pemenang oleh panitia berdasarkan poin tertinggi dari berbagai aspek," ujarnya.

Suami tercinta Zulva meyakini semua peserta lomba pawai pembangunan, gerak jalan dan karnaval budaya, tak melulu berharap sebagai pemenang. Cinta tanah air dan rasa hormat atas pengorbanan Pahlawan merebut kemerdekaan, adalah tujuan utama melebihi hadiah lomba.

"Saya percaya masyarakat Batang Hari tak akan melupakan perjuangan Pahlawan bangsa yang rela mengorbankan darah, harta dan jiwa demi terwujudnya Indonesia merdeka. Merdeka, merdeka, merdeka!," ujarnya. (***)