Batang Hari, katakabar.com - Muhammad Fadhil Arief, Bupati Batang Hari periode 2025-2030 hasil Pemilukada serentak 2024, cerita kebiasaan yang terus menghantui masyarakat Batang Hari bahwa Bupati dan Wakil Bupati tak pernah bisa bersama-sama periode kedua. 

Sejarah kelam mencatat, sejak pemilihan kepala daerah (Pilkada) langsung 2005 silam, sang petahana daerah ini selalu kalah dalam ajang kontestasi merebut kembali kekuasaannya. Ironinya, rival politik Bupati adalah pasangannya periode pertama, yakni Wakil Bupati.

"Selalu berselang, lalu menjabat lagi. Saya bilang itu tak ada dalilnya, peraturan perundang-undangannya tak ada juga. Tapi bagaimana niat kita, usaha kita bersama, kita bisa mengubah keadaan itu. Ternyata, Allah kabulkan," tegasnya, Kamis (09/01/2025).

Sejarah baru daerah ini, kata Fadhil, biasanya akan berlanjut terus. Bupati dan Wakil Bupati Batang Hari berikutnya akan menjabat dua periode. Ia bersama Wabup Bakhtiar tak pernah tahu menang atau kalah sewaktu mengikuti Pemilukada 2024 lalu.

"Kita siap dengan takdir apapun, tapi ada niat baik kita yang harus kita siapkan. Tidak mungkin niat baik bisa menghasilkan yang baik kalau tidak disiapkan," tuturnya.

Persiapan yang dilakukan Fadhil-Bakhtiar adalah kematangan perencanaan. Selanjutnya, kata Fadhil adalah konsistensi menjalankan rencana itu sendiri. Ia bahkan meyakini begitu banyak peserta Pemilukada yang siap kalah tapi tak siap menang.

"Orang bilang terbalik itu, yang banyak itu orang tak siap kalah, makanya habis kalah protes, malah kalau yang menang siap. Tidak!, faktanya banyak yang tak siap menang, apa tandanya, pada saat diberi amanah, diberi kemenangan, diberi posisi oleh rakyat atas daulat rakyat Batang Hari pada Pilkada itu, kerjanya tidak maksimal," cetusnya.

Kondisi ini terjadi karena pasangan calon terpilih tak ada persiapan untuk menghadapi kemenangan. Sebagaimana firman Allah dalam kitab suci Al-Qur'an, kata Fadhil, Allah tidak akan merubah suatu kaum kalau kaum itu tidak berusaha untuk merubahnya. (***)