Pekanbaru, katakabar.com - Insiden Bupati Rokan Hilir (Rohil), Afrizal Sintong dan wakilnya, Sulaiman menyamar adu jotos di depan menjadi perhatian berbagai pihak.
Hal ini juga disampaikan oleh Pengamat Kebajikan Publik, Dr Rawa El Amadi. Dia memperingatkan adanya perilaku yang tak patut dicatat dari pejabat publik dalam sebuah kejadian kontroversial ini.
Dalam video yang beredar, kedua pejabat publik itu bahkan tak segan menampilkan wajah marah mereka. Bahkan mereka sempat saling dorong. Beruntung pertarungan itu dapat dilerai.
Parahnya, dipicu oleh sentimen masing-masing atas persoalan pribadi yang berkaitan dengan jabatan masing-masing.
“Menurut saya, ini adalah masalah pelanggaran etika yang serius. Mereka terlibat dalam perkelahian terbuka. Publik jadi khawatir, bahwa benar pimpin kita di daerah krisis etika” kata Rawa, Jumat (2/2).
Perkelahian antara Bupati dan Wakil Bupati Rohil yang dipertontonkan, sangat tidak pantas. Mereka bertindak seperti preman pasar. Ini jelas mencoreng citra kepala daerah sebagai pemimpin, dan meninggalkan citra buruk itu ke daerah dan masyarakatnya dalam sudut pandang sosial.
“Bagaimana bisa seorang Bupati dan Wakil Bupati, mereka adalah pejabat publik yang seharusnya menjadi contoh dan berperan dalam mengayomi, serta harmonisasi masyarakat, justru berkelahi di muka umum? Ini sungguh merugikan,” tuturnya.
Menurut Rawa, seharusnya pejabat tinggi negara seperti Bupati dan Wakil Bupati dapat menyelesaikan persoalan mereka dengan kepala dingin di meja kerja. Namun justru hal itu tidak terjadi dalam persoalan antara Bupati dan Wakil Bupati Rohil.
Dari kejadian ini, perlu ada tindakan tegas dari pihak yang berwenang dan meminta klarifikasi apa yang jadi penyebab pertikaian itu.
Kejadian ini juga menjadi langkah untuk merefleksikan perlunya pengembangan etika kepemimpinan bagi pejabat publik, agar kepercayaan masyarakat dapat dipertahankan.
Bupati dan Wabup Rohil Nyaris Adu Jotos, Pengamat Ini Pelanggaran Etika
Diskusi pembaca untuk berita ini