Banten, katakabar.com - Seorang pekebun kelapa sawit, M Nur serta pekebun lainnya sumringah, riang dan gembira lihat kelapa sawit hasil program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) tiga tahun lalu sudah mulai panen dan produksi.
Diceritakan M Nur, kebun kelapa sawit itu diusulkan masuk program PSR tahun 2020 lalu, pas umur tiga puluh bulan kelapa sawit sudah panen perdana.
"Alhamdulillah, kelapa sawit tumbuh subur di atas lahan seluas Khusus kebun saya ada 2,5 hektar sudah mulai panen perdana," ujar Ketua Aspekpir Banten ini, pada Minggu (9/7).
Saya tergabung dalam kelompok tani Marga Luyu kata M Nur, di mana seluas 58 hektar kebun kelapa sawit diajukan PSR pada 2020 lalu.
Dari luas 50 hektar itu, baru sebagian yang sudah bisa dipanen lantaran pengerjaan PSR beberapa waktu lalu dilakukan secara bertahap.
"Satu buah kelapa sawit berbobot 7,8 kilogram. Kami sangat bersyukur kualitas dan produktifitas semakin bagus bisa mendongkrak perekonomian petani makin meningkat," jelasnya, dilansir dari laman elaeis.co.
Menurutnya, petani kelapa sawit saat ini terbentur dengan harga yang cukup rendah. Di mana harga ditetapkan Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS) lantaran belum ada sistem penetapan dari Dinas Perkebunan (Disbun).
"Harga jual saat ini Rp1.780 per kilogram. Kita sudah usulkan agar pemerintah melakukan penetapan harga seperti daerah penghasil sawit lainnya," ulasnya.
Ditambahkannya, permintaan petani kabarnya saat ini tengah diproses, dan sudah ada progres mudah-mudah twrwujud.
Bukan Main, Petani Riang Kebun Sawit Sudah Mulai Panen Walau Harga Rendah
Diskusi pembaca untuk berita ini