Tiongkok, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS kampanye 'Sawit Baik' di CAEXPO-CABIS ke 22 di Nanning International Convention and Exhibition Center atau NICEC. Tiongkok.
Tahun ini, BPDP menggandeng Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia atau GAPKI dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah atau UMKM untuk membawa misi penting, yakni perluas pasar internasional sekaligus mengusung sawit berkelanjutan.
Dilansir dari laman jawapos.com, Senin (22/9) siang, Booth BPDP menampilkan kampanye “Sawit Baik” dengan fokus pada keberlanjutan, keterlacakan (traceability), serta kontribusi sawit bagi perekonomian nasional.
Selain kampanye edukasi, BPDP menghadirkan produk kreatif dari UMKM binaan, seperti CV Smart Batik, yang mengolah hasil samping kelapa sawit menjadi sandal, tas, dan kerajinan tangan.
Produk inovatif ini menarik minat pengunjung pameran, termasuk calon mitra bisnis dari Tiongkok.
Produk berbasis sawit dari UMKM memperlihatkan transformasi industri sawit Indonesia. Tidak hanya berorientasi pada ekspor minyak sawit mentah atau CPO, kini sawit juga menghasilkan produk turunan bernilai tambah dengan peluang pasar yang lebih luas.
Interaksi antara pelaku UMKM dan pembeli potensial Tiongkok di booth BPDP mencerminkan potensi besar ekspansi produk hilir sawit Indonesia.
Pasar Sawit Indonesia ke Tiongkok Terus Tumbuh
Kehadiran BPDP di CAEXPO 2025 semakin relevan mengingat Tiongkok adalah pasar sawit terbesar kedua setelah India.
Pada 2024 lalu, impor minyak sawit Tiongkok mencapai lebih dari 6 juta ton per tahun, terutama untuk kebutuhan industri pangan, oleokimia, dan energi terbarukan.
Sawit juga tercatat sebagai penyumbang devisa terbesar bagi Indonesia. Pada 2024, nilai ekspor sawit dan turunannya menembus lebih dari USD 25 miliar, setara dengan 12 hingga 13 persen dari total ekspor nasional.
Dengan memperkuat akses ke pasar Tiongkok, Indonesia berupaya menjaga stabilitas harga dan meningkatkan kesejahteraan petani sawit.
Komitmen Sawit Berkelanjutan
Wakil Ketua GAPKI menegaskan pentingnya forum internasional seperti CAEXPO-CABIS untuk memperluas pasar sekaligus memperkuat pemahaman global mengenai komitmen sawit Indonesia.
“CAEXPO-CABIS memberi ruang strategis bagi kami untuk menyampaikan pesan bahwa sawit Indonesia berkomitmen pada prinsip keberlanjutan. Tiongkok adalah pasar yang terus berkembang, dan forum ini membuka peluang diversifikasi produk hilir serta penguatan UMKM berbasis sawit,” jelasnya.
Kehadiran BPDP di CAEXPO-CABIS 2025 menunjukkan Indonesia tidak hanya membawa komoditas unggulan, tetapi juga visi jangka panjang: memperluas pasar, memperkuat UMKM, dan meningkatkan nilai tambah sawit di tingkat global.
Melalui sinergi antara pemerintah, GAPKI, dan UMKM, misi sawit berkelanjutan diharapkan semakin mengukuhkan posisi Indonesia sebagai produsen utama sawit dunia.
BPDP Kampanye Sawit Baik Berkelanjutan di CAEXPO-CABIS 2025
Diskusi pembaca untuk berita ini