Selatpanjang, katakabar.com - Dharma   Wanita Persatuan Badan Penanggulangan Bencana  Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Meranti santuni anak yatim piatu pada peringatan isra miraj di gedung BPBD Jalan Dorak Selatpanjang, pada Jumat kemarin.

Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), sekaligus penasihat Dharma Wanita (DW), Hj Ismiatun mengatakan, kegiatan isra miraj kali pertama ini mudah-mudahan sarana mempersatukan yang membawa rahmat, kesehatan dan keselamatan bagi semua.

"Alhamdulillah, terima kasih kepada ibu Dewi telah berinisiatif melakukan kegiatan ini, sekaligus santuni anak yatim piatu. Kita bersyukur bisa berbagi dan memberikan sedikit rezeki dari semua dan nanti bisa diperbanyak," ujarnya.

Kepala Badan BPBD Kepulauan Meranti, Muhlisin ucapkan terima kasih atas semua yang hadir, terutama ibu Bupati yang sudah hadir.

"Saya beserta seluruh PNS dan non PNS serta rombongan Dharma Wanita persatuan Kabupaten Kepulauan Meranti lanjutkan apa yang menjadi tujuan dari ibu dan bapak Plt Bupati bisa tercapai dan dimudahkan segala urusannya serta saya minta agar semua bersama-sama berdoa untuk keluarga besar BPBD kabupaten Kepulauan Meranti senantiasa dalam lindungan Alloh Subahanahu Wa Taala," jelasnya.

Kegiatan ini, kata Muhlisin, sebagai bentuk perhatian BPBD kepada anak yatim piatu. Bantuan ini mudah-mudahan dapat membantu meringankan beban keluarga mereka.

Selain itu, kegiatan ini membuka jalan silaturahmi bagi warga sekitar dan Insya Alloh kegiatan ini dilaksanakan setiap tahun ke depan.

Penasihat Dharma Wanita, Hj Ismiatun, Kepala Badan BPBD, Muhlisin, beserta seluruh anggota, Ketua Dharma Wanita BPBD, Siti Rahayu, Pengurus Masjid Al Munawaroh, Imam Masjid, anak yatim piatu, warga sekitarnya, sert Ustadz H  Jasmail selaku penceramah.

Di Tausiyahnya, Ustadz H Jasmail menerangkan, isra miraj adalah wahyu yang terbesar kepada Nabi Muhammad Sholllohi Alaihi Wassalam.

"Selama ini banyak kita dengar wahyu yang terbesar pada Rasul itu adalah Al Quran. Kalau dalam bahasa pemerintah Al Quran itu juknis sementara isra miraj, itu juklaknya," sebutnya.

Jadi, ulas Jasmail, apapun yang tertulis di dalam Al Quran itu dicontohkan Rasulullah SAW di dalam perjalanan isra miraj, yakni dilakukannya perjalanan dari Masjidil Haram di Mekkah ke Masjid Al Aqsa di Yerusalem hingga naik ke langit ke tujuh atau Sidratul Muntaha.

"Isra Miraj diperingati di bulan Rajab, yakni setiap 27 Rajab salah satu peristiwa penting perjalanan keislaman Nabi Muhammad SAW," terangnya.

Menurutnya, perjalanan ini menjadi peristiwa penting bagi Nabi Muhammad SAW, lantaran di peristiwa ini Nabi Muhammad SAW mendapatkan perintah untuk menjalankan salat lima waktu dari Allah SWT.

Hal ini kajian buat kita, tuturnya, ada tiga hikmah kita ambil dalam perjalanan Isra dan Miraj ini. Di mana hikmat itu, yakni berdamainya kita dengan diri, bersamanya kita dengan lingkungan, berdamainya kita dengan Sang Pencipta Allah SWT.