Tangerang, katakabar.com - Industri fashion salah satu sektor terus berkembang, dan bertransformasi secara dinamis di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Apalagi dengan kemajuan teknologi, industri fashion mengalami perubahan besar dalam berbagai aspek, mulai dari desain hingga distribusi.
Bagaimana tidak? Penggunaan teknologi digital memungkinkan desainer untuk menciptakan, menguji, dan memproduksi produk dengan lebih efisien. Selain itu, teknologi juga telah mengubah cara produk dipasarkan dan didistribusikan.
Perubahan-perubahan ini tak ayal menghadirkan tantangan tersendiri bagi mereka yang berkecimpung di industri fashion.
Potensi dan Tantangan Industri Fashion Indonesia
Sebagai negara dengan keanekaragaman budaya dan sumber daya alam yang kaya, Indonesia memiliki potensi besar dalam industri fashion. Selain itu, semakin banyaknya desainer muda Indonesia yang berbakat telah membawa warna baru di kancah fashion internasional.
Tapi, walau industri fashion Indonesia terus berkembang, masih ada beberapa tantangan yang perlu dihadapi. Mulai dari persaingan global yang semakin ketat hingga masalah terkait sustainability.
Mempertimbangkan tantangan-tantangan tersebut, Binus University merasa penting untuk terus memberikan kontribusi positif bagi perkembangan industri fashion di Indonesia.
Inisiatif BINUS UNIVERSITY Hadapi Transformasi Industri Fashion
Sebagai bagian dari komitmen untuk mendukung para pelaku industri mode di negara ini, Binus University gelar acara Trendsetters Talk and Launching Fashion Program di BINUS @Alam Sutera pada Jumat (17/5). Di Trendsetter Talk kali ini angkat tema “From Passion to Fame”.
Di momen ini, Binus University hadirkan sejumlah narasumber yang memiliki pengalaman panjang di bidang fashion. Salah satunya Andhika Surasetja, seorang perancang busana muda Indonesia, sekaligus Creative Creator JFW & Founder Studio.
Selain itu, turut diundang Alumni Fashion Program Binus University, yakni RM Radinindra Nayaka Anilasuta yang merupakan Fashion Designer at House of Radinindra dan Daciadhia Phoebehana yang merupakan creative director of DACIA Official, and Co-Founder of Salmanda Plants & Phoebe Living.
"Sebagai kampus yang dikenal dengan keunikannya sebagai Creative Business Campus, kami berkomitmen untuk menggabungkan kreativitas dengan pemahaman bisnis yang kuat. Program Fashion ini adalah manifestasi dari filosofi tersebut, di mana para mahasiswa tidak hanya diajarkan untuk menciptakan karya seni dalam bentuk busana, tapi dibekali dengan keterampilan bisnis yang akan membantu mereka menjadi pengusaha sukses di industri fashion dengan mengangkat local pride," kata Prof. Lim Sanny selaku Campus Director BINUS @Alam Sutera.
Rangkaian Acara Trendsetter Talk and Launching Fashion Program
Acara dimulai dengan sambutan pembukaan dan perkenalan tentang Fashion Program Binus University. Memasuki segmen pertama, narasumber berbagi pengalaman dan pengetahuan mereka tentang bagaimana menciptakan kesuksesan di industri fashion yang dinamis.

Acara ini memberikan inspirasi bagi para peserta, khususnya mahasiswa, untuk aktif berkontribusi dalam pertumbuhan masa depan industri fashion yang inklusif.
Mereka diajak untuk mendalami tren dan ide kreatif dalam bidang fashion, serta terus berinovasi dalam dunia fashion.
Selama talkshow berlangsung, narasumber membahas cara melihat tren fashion lokal secara global dan menciptakan tren yang berkesan. Pada kesempatan ini, narasumber berbagi insight tentang bagaimana menjadi pemimpin yang mampu menghadapi perubahan dan memanfaatkan peluang.
“Saya merasa sangat terhormat dan bersemangat untuk berpartisipasi dalam acara trendsetter talk dan launching fashion program. Acara ini tidak hanya menunjukkan dedikasi kampus dalam mengembangkan bakat kreatif mahasiswa, tapi komitmennya untuk membekali mereka dengan keterampilan bisnis yang esensial," kata Andandika Surasetja selaku Creative Director of JFW & Founder of Studio Moral.
Selain itu, acara tersebut mengangkat pembahasan tentang keterampilan yang diperlukan bagi perancang mode muda dan bagaimana pendidikan formal dapat membantu mengembangkan bakat mereka. Kemungkinan kolaborasi antara institusi pendidikan dan industri fashion untuk memperkuat ekosistem lokal dibahas.
Tak ketinggalan, talkshow ini mendiskusikan peran penting pendidikan fashion dalam mempersiapkan generasi muda untuk industri ini. Salah satunya Fashion Program dari Binus University yang membantu membentuk perancang mode masa depan.
Kami sangat bangga telah meluncurkan Program Fashion ini, ucap Ratna, di mana ini mencerminkan komitmen kami untuk bisa menghasilkan SDM unggul di industri fashion. Sebagai bagian dari Creative Business Campus di BINUS @Alam Sutera kami ingin menggabungkan kreativitas dengan keterampilan bisnis.
"Dengan semangat 'fostering and empowering', program ini dirancang untuk membina dan memberdayakan mahasiswa agar siap berkompetisi di industri fashion yang dinamis. Kurikulum yang komprehensif, fasilitas modern, dan kemitraan dengan para industri memastikan pengalaman belajar yang holistik dan relevan," jelas Head of Fashion Program ini.
Acara peluncuran ini, tambah Ratna, termasuk Trendsetter Talk dan Fashion Show, memberikan platform bagi calon mahasiswa untuk belajar dari para ahli.
Peluncuran Fashion Program wujud komitmen Binus University sebagai Top Perguruan Tinggi Indonesia Berkelas Dunia dalam menghasilkan SDM Unggul yang siap menghadapi tantangan industri fashion masa depan.
Selain itu, ada Fashion Show yang ditampilkan merupakan karya-karya BINUSIAN. Hal itu merepresentasikan hasil dari kreativitas dan inovasi BINUSIAN dalam merancang busana yang unik dan beragam dengan mengangkat local pride.
Semoga dengan semangat yang terpantik, setiap peserta dapat menerapkan nilai-nilai yang didapat untuk mengukir prestasi dalam industri fashion yang terus berkembang.
Kontak: Dianti Puspita N 0819 0986 0742 dianti.nurshadrina@binus.edu
Binus University Siap Lahirkan Generasi Muda Majukan Industri Fashion Indonesia
Diskusi pembaca untuk berita ini