Jakarta, katakabar.com - Walikota Solo sekaligus Wakil Presiden terpilih, Gibran Rakabuming Raka kagumi rompi antipeluru berbahan kelapa sawit yang dipamerkan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS.

Putra sulung Presiden RI, Joko Widodo kagum lihat rompi antipeluru bahan kelapa sawit saat kunjungi booth BPDPKS di acara Apkasi Otonomi Expo 2024 digelar di Jakarta Convention Center, pada 10 hingga 12 Juli 2024 lalu.

Kegiatan tersebut rangkaian acara pertemuan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) yang dibuka Presiden RI, Joko Widodo.

Kepala Negara hadir bersama Ketua APKASI, Sutan Riska, Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, Menteri Keuangan, Sri Mulyani, Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, dan Sekretaris Kabinet, Pramono Anung.

Kegiatan APKASI Otonomi Expo 2024 diikuti stan dari pemerintah kabupaten atau Pemkab, kementerian, lembaga pemerintah, badan usaha milik negara dan perusahaan swasta.

"Di acara ini BPDPKS menampilkan berbagai macam produk UKM kelapa sawit," kata Kepala Divisi Usaha Kecil, Menengah, dan Koperasi (UKMK) BPDPKS, Helmi Muhansyah, melalui keterangan resmi, dilansir dari laman BPDPKS, pada Sabtu (13/7).

Kepada Wapres terpilih, Helmi menjelaskan, tentang berbagai produk turunan kelapa sawit seperti helm sepeda dari tandan kosong atau Tankos kelapa sawit yang telah memiliki Standar Nasional Indonesia (SNI). Selain itu, ada pula batik dari malam sawit yang telah disosilisasikan kepada UKM, dan produk rompi antipeluru dari Tankos.

"Saya bahagia, lantaran saat itu Wapres terpilih turut kampanye berbagai kebaikan kelapa sawit, yang disimbolkan dengan boneka Sasa sebagai maskot kelapa sawit baik.

Kampanye Sawit Baik

Dijelaskan Helmi, pengadaan booth BPDPKS di acara APKASI bagian dari kampanye positif sawit. Lantaran itu, tidak heran kalau mereka tayangkan video program Kemitraan UKMK kelapa sawit, display beragam produk turunan kelapa sawit, dan tayangan video program-program BPDPKS. 

Tidak cuma rompi antipeluru berbahan kelapa sawit, Helmi mengutarakan di booth BPDPKS ditampilkam sabun cuci tangan sawit, minuman tradisional dengan krimer sawit. Lalu, helm proyek dari sawit, helm sepeda sawit, helm motor dari sawit, serta beragam kerajinan berbahan lidi kelapa sawit.

"Booth BPDPKS melibatkan para mahasiswa penerima Beasiswa SDM sawit, yakni perwakilan mahasiswa dari LPP Yogyakarta dan IPB University," ulas Helmi.

Kalau keikutsertaan BPDPKS di kegiatan ini, ucap Helmi, untuk perkenalkan berbagai program BPDPKS kepada masyarakat. Termasuk,  menunjukkan berbagai produk yang dihasilkan dari kelapa sawit, dan turunannya dapat dilakukan UKMK, serta kampanye kelapa sawit baik.

"Kita mau dorong percepatan program BPDPKS, yakni peremajan sawit rakyat atau PSR, dan program sarana-prasarana atau Sarpras. Ini perlu dilakukan mengingat banyak terdapat daerah-daerah penghasil kelapa sawit telah jadi anggota APKASI," bebernya.

Di kegiatan ini, lanjut Helmi, ditunjukkan produk-produk UKMK kelapa sawit yang dihasilkan mitra-mitra BPDPKS. Harapannya, produk dari UKM berbasis kelapa sawit semakin dikenal oleh masyarakat.

Masih Helmi, melalui kegiatan APKASI ini ingin menunjukkan hasil riset yang telah didukung BPDPKS telah menghasilkan produk yang dikomersialisasikan dalam skala UKM.

"Itu tadi contohnya sudah saya sebutkan, seperti helm dan rompi antipeluru dari tandan kosong sawit," tandas Kepala Divisi UKMK BPDPKS.