JIWA petarung Muhammad Ihsan, Kepala Desa Pematang Gadung, Kecamatan Mersam, tak perlu diragukan kala mengikuti kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak Kabupaten Batang Hari, 21 Oktober 2021.
Nyali lelaki 42 tahun ini tak sedikit pun ciut meski ada dua nama besar, yaitu Tarmud Mursidi (petahana) dan Sultoni (Sekretaris Desa) yang mendaftar sebagai bakal calon Kepala Desa Pematang Gadung.
Pengalaman kerja sebagai Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Desa dalam wilayah Kecamatan Maro Sebo Ulu 2017 - 2021, dia jadikan modal 'perang' melawan semua para pesaingnya.
Suami Okta Hasriana secara ekslusif kepada katakabar.com mengakui punya dua jurus ampuh agar impian memenangkan Pilkades Pematang Gadung terwujud.
"Jurus pertama ikhtiar, jurus kedua adalah doa kepada Al-Khaliq. Sebagaimana pepatah Arab "Man Jadda Wajada" (barang siapa bersungguh-sungguh, ia akan berhasil)," ucapnya Jumat malam, 29 Agustus 2025.
Ayah tiga putra jebolan Pondok Pesantren Zulhijjah Muara Bulian 2001 silam, sama sekali tak mengira bakal 'duel' melawan mantan Sekdes di hari pencoblosan.
Menjelang tahapan verifikasi berkas administrasi, seorang bacalon Kades Pematang Gadung (petahana) wafat. Tiga bacalon lainnya tersingkir setelah panitia menyatakan berkas administrasi tidak memenuhi syarat.
"Kalau yang mendaftar ke panitia berjumlah 6 orang, menjelang tahapan verifikasi berkas, seorang bacalon petahana meninggal dunia," kenangnya.
"Tinggal lah 5 orang bacalon. Kemudian 3 orang bacalon sewaktu seleksi terakhir, tidak memenuhi syarat, sehingga panitia menetapkan cuma 2 bacalon Kades, yaitu saya dan Sekdes periode sebelumnya," imbuhnya.
Alumni Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Syaifuddin 2006 mengatakan, berdasarkan hasil pleno panitia, suara sah Pilkades Pematang Gadung berjumlah 1606, suara tidak sah berjumlah 16. Adapun jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) 1965.
"Alhamdulillah, suara sah yang saya dapatkan hasil pencoblosan masyarakat Desa Pematang Gadung berjumlah 888. Sedangkan suara sah rival saya 718," ujarnya.
Ihsan mengucapkan terima kasih kepada 888 masyarakat Desa Pematang Gadung yang memilihnya dibalik bilik suara. Ucapan terima kasih turut pula dia sampaikan kepada 718 masyarakat yang memilih rivalnya.
Ia mengklaim diantara 8 Desa peserta Pilkades serentak 2021, Pematang Gadung merupakan satu-satunya desa paling aman, nyaman. Sehingga tak ada sedikit pun gejolak terjadi sejak awal hingga akhir pesta demokrasi tingkat desa.
"Ketika deklarasi pencalonan di Kecamatan Mersam, Desa Pematang Gadung dinobatkan jadi contoh untuk Kecamatan Mersam, karena tak adanya gesekan, ya aman-aman saja," katanya.
Bagi buah hati pasangan Somadun - Halimah, kemenangan dirinya merupakan kemenangan seluruh masyarakat Desa Pematang Gadung. Baik masyarakat yang memilih, maupun masyarakat yang memilih rivalnya.
"Perbedaan pilihan merupakan hal biasa dalam negara demokrasi. Mari bergandeng tangan bantu saya membangun desa kita tercinta ini," tegasnya.
Masker Putih Tutupi Mulut Pelantikan Kades Terpilih
RUANG pola besar Kantor Bupati Batang Hari, jadi saksi bisu awal perjalanan politik Muhammad Ihsan memimpin Desa Pematang Gadung.
Kamis pagi, 16 Desember 2021, ia bersama 58 Kepala Desa hasil Pilkades serentak 2021 berbaris rapi menanti kedatangan Bupati Batang Hari Mhd Fadhil Arief.
Pemandangan unik mengiringi rangkaian pelantikan 59 Kades kali ini. Selembar masker putih tampak menutupi mulut setiap Kades. Aksesoris berbahan kain tersebut bukan buat gaya-gayaan, melainkan standar protokol pandemi.
Bupati Fadhil Arief dalam sambutan singkatnya usai pelantikan meminta kepada seluruh Kades agar segera menyusun program kerja guna diselaraskan dengan program Batang Hari Tangguh.
Biografi Desa Pematang Gadung
PEMATANG Gadung adalah sebuah Desa swadaya yang berdiri pada tahun 1983. Desa Pematang Gadung adalah Desa pemekaran dari dua wilayah induk yaitu Sengkati Gedang dan Kelurahan Kembang Paseban.
Sebelum dimekarkan menjadi sebuah Desa, Wilayah Barat Desa Pematang Gadung merupakan bagian (Dusun) dari Desa Sengkati Gedang yang dipimpin oleh seorang Mangku yang bernama A. Rozak.
Sedangkan Wilayah Timur merupakan bagian (Kampung) dari Kelurahan Kembang Paseban yang dipimpin oleh Ngebi Ihsan.
Seiring dengan perkembangan penduduk di kedua wilayah dusun dan kampung, para pemangku kebijakan pada saat itu bersama beberapa tokoh masyarakat berinisiatif untuk mengajukan pemekaran wilayah dengan membentuk sebuah Desa baru.
Sehingga, pada tahun 1980 para pemangku kebijakan secara resmi mengajukan ke Pemerintah Daerah Tingkat II (Kabupaten) Batang Hari melalui Pemerintah Kecamatan Mersam, agar dua wilayah bagian ini dimekarkan menjadi sebuah Desa.
Berselang tiga tahun dari pengajuan yang disampaikan ke Pemerintah Daerah Tingkat II (Kabupaten), tepat pada tanggal 3 September 1983, Pematang Gadung ditetapkan sebagai sebuah Desa berdasarkan Surat Keputusan Bupati Daerah Tingkat II Batang Hari, tentang Pengangkatan Kepala Desa Pematang Gadung Kecamatan Mersam yang terdiri dari 2 Dusun dan 5 RT.
Memasuki usia 42 tahun, Desa Pematang Gadung terus berbenah dari generasi ke generasi, terus berkembang dari waktu ke waktu hingga menjadi 6 Dusun dan 21 RT yaitu;
1. Dusun 1 Tanah Lembau
2. Dusun 2 Pelampung Ulu
3. Dusun 3 Rawa Baru
4. Dusun 4 Mencora
5. Dusun 5 Karang Anyar
6. Dusun 6 Kelapo Cupang
Nama-nama Tokoh Pemimpin Desa Pematang Gadung
1. Sahroni K, menjabat selama kurun waktu 7 tahun (1983 - 1990)
2. Kepala Desa Kedua M. Baki Somad (1990 - 1998)
3. Pjs Kepala Desa Muhammad (1998 - 2000)
4. Kepala Desa Ketiga Paijo A. Satari (2000 - 2008)
5. Kepala Desa Keempat Tarmud Mursidi (2008 - 2019)
6. Pjs Kepala Desa Leni, S.E., M.E (2019 - 2021)
7. Kepala Desa Kelima Muhammad Ihsan (2021 - sekarang)
Bersambung...
Angka Favorit Presiden Prabowo Penentu Kemenangan Duel Melawan Mantan Sekdes
Diskusi pembaca untuk berita ini