Jakarta, katakabar.com - PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) resmi luncurkan sistem e-Procurement, Kamis (4/9) lalu. Dengan platform digital ini, seluruh proses pengadaan barang dan jasa di tubuh Badan Usaha Milik Negara atau BUMN sawit ini kini wajib dilakukan secara online, transparan, dan terintegrasi.

Direktur Utama Agrinas Palma Nusantara, Jenderal TNI (Purn) Agus Sutomo, SE, yang sahkan langkah digitalisasi ini di Jakarta.

Ia menegaskan e-Procurement bukan sekadar inovasi teknologi, tetapi bagian dari komitmen besar perusahaan membangun tata kelola yang bersih, modern, dan bebas dari praktik kotor.

“Peluncuran sistem e-Procurement ini langkah awal dari perjalanan panjang transformasi digital kami. Agrinas Palma berkomitmen menjadi BUMN yang modern, transparan, dan adaptif terhadap perkembangan zaman,” ujar Agus, melalui keterangan resmi dilansir dari laman EMG, Minggu (7/9) siang.

Mulai 1 September 2025, kata Agus, seluruh kebutuhan pengadaan baik barang maupun jasa di lingkungan Agrinas Palma wajib diajukan lewat sistem e-Procurement. Tak ada lagi berkas kertas menumpuk di meja, tak ada lagi celah lobi-lobi gelap yang rawan manipulasi.

Dengan mekanisme digital ini, kupasnya, proses bisnis dipangkas lebih cepat, alur kerja lebih teratur, dan akses untuk vendor pun jadi lebih merata. Vendor besar maupun kecil memiliki kesempatan sama untuk mengikuti tender, tanpa harus khawatir kalah sebelum bertanding hanya karena “main belakang”.

Sebagai BUMN yang masih tergolong muda di sektor sawit, sebut Agus, Agrinas Palma menempatkan modernisasi tata kelola sebagai prioritas utama. Penerapan e-Procurement diharapkan mampu membawa berbagai manfaat strategis. Dengan sistem ini, setiap tahapan pengadaan tercatat secara digital sehingga bisa diaudit, memperkuat transparansi dan integritas. 

Selain itu, sambungnya, proses lelang menjadi lebih singkat karena birokrasi dipangkas, sehingga efisiensi waktu dan biaya bisa tercapai. Sistem ini membuka akses yang lebih merata bagi seluruh vendor, mulai dari yang lokal hingga nasional, memberikan peluang yang sama bagi semua pihak yang ingin berpartisipasi. 

Tak kalah penting, ulasnya lagi, pengelolaan anggaran perusahaan dapat diawasi lebih efektif dan akuntabel, memastikan setiap rupiah digunakan sesuai prosedur dan tujuan yang jelas.

Sistem e-Procurement sejalan dengan prinsip Good Corporate Governance atau GCG sejak awal jadi fondasi Agrinas Palma.

Dengan sistem ini, perusahaan berharap bisa menutup rapat ruang abu-abu yang kerap menjadi sumber masalah di banyak lembaga, mulai dari praktik kolusi, mark-up, hingga vendor titipan.

E-Procurement hanyalah satu pintu awal transformasi digital. Ke depan, Agrinas Palma menyiapkan langkah-langkah lanjutan, termasuk integrasi data rantai pasok dan sistem monitoring berbasis real-time.

“Kami ingin memastikan setiap proses bisnis di Agrinas Palma memberi nilai tambah bagi rakyat Indonesia. Digitalisasi adalah cara kami menutup ruang kecurangan sekaligus membuka peluang lebih luas bagi semua pihak,” terangnya.