Batam, katakabar.com - Setelah dua pasar milik Pemerintah Kota Batam ---Pasar Hang Tuah, Kelurahan Batubesar dan Pasar Seroja, Kecamatan Sagulung --- Provinsi Kepri memberlakukan transaksi non tunai, kini Kantor Perwakilan Bank Indonesia Cabang Kepulauan Riau bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, bakal memberlakukan pola yang sama di 38 pasar swasta.

Pembayaran non tunainya melalui Quick Response Code Indonesia Standar (QRIS), persis di dua pasar tadi.

Kepala Kantor Perwakilan Wilayah (KPW) Bank Indonesia Kepri, Musni Hardi K Atmaja, menyebut kalau pihaknya akan terus mendorong penggunaan QRIS tadi.

Upaya ini menjadi bagian dari cara mereka mendukung program Smart City yang dicanangkan Pemerintah Kota Batam.

"Pengelola jasa transportasi juga sudah ada yang pakai QRIS ini. Semua ini tidak lepas dari instruksi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang meminta semua Pemda menerapkan pembayaran non-tunai demi mencegah penyebaran Covid 19 di pasar," katanya tadi siang.

Bagi Kepala Disperindag Batam, Gustian Riau, QRIS baru bisa dipakai jika sudah ada kordinasi yang baik antar lembaga terkait.

"Pekan depan kami akan undang mereka rapat. Kami juga akan gandeng Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia (Asparindo) untuk sosialisasi. Biar info yang akan disampaikan bisa lebih cepat dan akurat," kata Gustian.