Ruang Kelas

Sorotan terbaru dari Tag # Ruang Kelas

Dari Ruang Kelas ke Pelabuhan, Pelindo Multi Terminal Inspirasi Generasi Muda Nasional
Nasional
Kemarin

Dari Ruang Kelas ke Pelabuhan, Pelindo Multi Terminal Inspirasi Generasi Muda

Cilacap, katakabar.com - PT Pelindo Multi Terminal Branch Tanjung Intan menerima kunjungan 150 siswa-siswi berprestasi dari berbagai jenjang pendidikan dalam rangkaian Gelar Anak Daerah (GADA) Bercahaya Angkatan XXXIII Tahun 2026. Kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi para pelajar untuk mengenal lebih dekat dunia kepelabuhanan sekaligus melihat secara langsung peran pelabuhan dalam mendukung pergerakan barang, kelancaran distribusi logistik, serta aktivitas perdagangan dan pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional. Kegiatan tersebut diikuti peserta yang terdiri atas siswa SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/SMK/MA dari sekolah negeri dan swasta yang berlangsung Minggu (16/8) lalu. Para peserta merupakan pelajar teladan yang mendapatkan apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Cilacap atas prestasi di bidang akademik maupun nonakademik. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Peringatan HUT ke 81 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia Tingkat Kabupaten Cilacap Tahun 2026 dan turut didukung oleh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Cilacap. Selama kunjungan, Pelindo Multi Terminal memperkenalkan berbagai aktivitas dan layanan dalam industri kepelabuhanan, termasuk bagaimana pelabuhan menjadi salah satu simpul penting dalam pergerakan barang dan rantai pasok. Para siswa juga mendapatkan gambaran mengenai beragam profesi di lingkungan pelabuhan, mulai dari bidang operasional, teknik, hingga berbagai fungsi pendukung lainnya. Pengenalan tersebut diharapkan dapat memperluas wawasan para pelajar mengenai industri kepelabuhanan sekaligus membuka perspektif tentang berbagai bidang keahlian dan peluang masa depan yang dapat mereka pilih sesuai dengan minat dan potensi masing-masing. Dengan melihat aktivitas pelabuhan secara lebih dekat, para siswa dapat memahami bahwa kelancaran distribusi barang hingga ke masyarakat melibatkan berbagai profesi dan keahlian yang saling terhubung. Branch Manager Pelindo Multi Terminal Tanjung Intan, Miftah Fajrisal, menyambut langsung para peserta. Ia  mengatakan kunjungan tersebut menjadi ruang bagi generasi muda untuk memperluas wawasan sekaligus mengenal dunia kerja dan industri secara lebih dekat. “Kami berharap kegiatan ini memberikan manfaat serta membuka pandangan baru bagi anak-anak berprestasi Cilacap untuk lebih mengenal industri kepelabuhanan. Semoga pengalaman ini menjadi inspirasi dan motivasi bagi mereka di masa depan,” ujar Miftah. Menurut Miftah, generasi muda memiliki peran penting dalam menentukan arah pembangunan di masa mendatang. Interaksi dengan para siswa berprestasi menjadi bagian dari upaya memperkenalkan dunia industri sekaligus mendorong mereka untuk terus mengembangkan kemampuan dan potensi yang dimiliki. Melalui kegiatan ini, kata Miftah, Pelindo Multi Terminal tidak hanya memperkenalkan fungsi strategis pelabuhan, tetapi juga menanamkan semangat “Berprestasi Hari Ini, Berkontribusi untuk Negeri di Masa Depan," jelasnya. Menurutnya, semangat tersebut sejalan dengan agenda strategis Danantara Indonesia dalam mendorong BUMN untuk memberikan nilai tambah yang berkelanjutan, termasuk melalui kontribusi terhadap pengembangan sumber daya manusia dan masyarakat. "Kehadiran 150 peserta GADA Bercahaya di Pelindo Tanjung Intan diharapkan menjadi pengalaman yang berkesan sekaligus membuka perspektif baru mengenai keterkaitan pelabuhan dengan kehidupan sehari-hari," ucapnya. Dari ruang kelas hingga kawasan pelabuhan, para pelajar diajak memahami berbagai profesi dan keahlian memiliki peran dalam menjaga kelancaran logistik dan mendukung perekonomian. Melalui interaksi ini, Pelindo Multi Terminal terus berupaya tumbuh bersama masyarakat dan membuka ruang bagi generasi muda untuk mengenal dunia industri, mengembangkan potensi, serta mempersiapkan diri menjadi bagian dari pembangunan Indonesia di masa depan.

Kala Tambang Sorowako Ikut Menyalakan Ruang Kelas Pendidikan
Pendidikan
Rabu, 27 Mei 2026 | 10:06 WIB

Kala Tambang Sorowako Ikut Menyalakan Ruang Kelas

Jakarta, katakabar.com -  Hirwaty Aris masih ingat betul perasaan bangga itu. Dulu, saat namanya dipanggil naik ke panggung untuk menerima beasiswa, dadanya terasa penuh kegembiraan. Kini, perasaan yang sama datang lagi bukan untuknya, melainkan saat menyaksikan anak-anaknya berdiri di panggung yang sama. "Dulu saya bangga saat dipanggil naik ke panggung menerima penghargaan beasiswa. Sekarang saya merasakan kebanggaan itu lagi ketika anak-anak menerima beasiswa," ceritanya. Hirwaty adalah salah satu warga Sorowako, Luwu Timur sebuah kawasan tambang nikel yang tak hanya menyimpan kekayaan di dalam tanahnya, tetapi juga mulai merawat masa depan di atas permukaannya. Di balik geliat industri, ada denyut lain yang tumbuh perlahan: anak-anak yang datang ke sekolah setiap pagi membawa mimpi mulia untuk menjadi guru, teknisi, perawat, hingga insinyur. Bagi sebagian besar dari mereka, keluarganya adalah pekerja harian dan masyarakat lokal yang selama bertahun-tahun hidup berdampingan dengan kawasan industri. Sekolah bukan sekadar tempat belajar. Ia adalah jembatan untuk meraih masa depan cerah. Jembatan itu dibangun lewat Yayasan Pendidikan Sorowako (YPS), yang mengelola pendidikan mulai dari taman kanak-kanak hingga politeknik didukung oleh PT Vale Indonesia Tbk, anggota holding industri pertambangan MIND ID. Tujuh puluh persen siswa yang dibina yayasan ini berasal dari keluarga kurang mampu di wilayah sekitar tambang. Bahkan ada taman kanak-kanak yang khusus diperuntukkan bagi anak-anak masyarakat lokal tidak untuk anak karyawan perusahaan. Program beasiswa Vale yang telah berjalan sejak awal 2000-an mencakup biaya sekolah, seragam, buku, hingga perlengkapan belajar. Bagi keluarga seperti Hirwaty, bantuan itu bukan hanya soal uang melainkan soal kepercayaan bahwa masa depan anak-anaknya bisa berbeda. "Semoga anak-anak lokal bisa kuliah tinggi dan bersaing. Saya ingin anak-anak saya lebih sukses dari saya," ucapnya. Mimpi itu kini punya jalan yang lebih terang. Di tingkat atas, Politeknik Sorowako hadir sebagai pusat pengembangan talenta industri di kawasan timur Indonesia. Sekitar 70 persen mahasiswanya berasal dari Luwu Timur, dan yang membedakannya dari institusi vokasi lain adalah satu hal: kebebasan. Lulusan Politeknik Sorowako tidak terikat untuk bekerja di perusahaan yang mendirikannya. Mereka dibebaskan menentukan karier masing-masing, dibekali ijazah sekaligus sertifikasi kompetensi resmi dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). "Biasanya kalau perusahaan lain mendirikan politeknik itu untuk talent pooling mereka. Tapi kalau kita, mereka setelah lulus bebas mencari kerja dari mana pun," timpal Ketua YPS Firman Fauzie. Hasilnya, sejumlah perusahaan kini justru aktif memantau lulusan Politeknik Sorowako, karena dinilai siap kerja tanpa perlu dilatih ulang. Sekolah-sekolah di bawah yayasan pun telah mengadopsi kurikulum Cambridge untuk mata pelajaran sains dan matematika, memberi anak-anak Luwu Timur standar belajar yang setara dengan siswa di kota besar. Di tengah ambisi menuju Indonesia Emas 2045, kisah Sorowako mengingatkan pada satu hal yang kerap terlupakan: kekayaan sumber daya alam hanya bermakna jika manusia di sekitarnya ikut tumbuh melalui pendidikan. Dari ruang-ruang kelas di Luwu Timur, generasi emas itu sedang dibangun atas satu mimpi, untuk Masa Depan Indonesia yang lebih cerah.