Blockchain Resmi Masuk Ekonomi Kreatif, IDBW 2026 Jadi Panggung Besar Web3 Indonesia Nasional
Nasional
3 jam yang lalu

Blockchain Resmi Masuk Ekonomi Kreatif, IDBW 2026 Jadi Panggung Besar Web3 Indonesia

Jakarta, katakabar.com - Indonesia Blockchain Week (IDBW) 2026 resmi digelar pada 12 hingga 13 Agustus 2026 lalu, di Jakarta International Convention Center (JICC), menandai edisi ke 6 sejak kali pertama diluncurkan pada 2019 lalu. Usung tema “Turning Infrastructure into Impact”, IDBW 2026 mempertegas posisi Indonesia sebagai salah satu pusat pertumbuhan blockchain dan Web3 paling aktif di Asia Tenggara, sekaligus menjadi momentum ketika teknologi, regulasi, dan adopsi institusional bertemu dalam satu forum. IDBW 2026 berhasil menarik lebih dari 12.000 pengunjung selama dua hari penyelenggaraan, semakin mengukuhkan posisinya sebagai konferensi Web3 institusional terbesar di Asia Tenggara. Tahun ini, IDBW menghadirkan lebih dari 75 pembicara global dan regional yang berasal dari lebih dari 30 negara, mencakup para pemimpin bursa aset digital, perwakilan regulator dan kementerian, hingga pelaku industri keuangan digital dari dalam maupun luar negeri. Pergelaran IDBW 2026 juga mendapat dukungan dari lebih dari 300 ecosytem partner, melingkupi komunitas, media, event partner, maupun sponsor, mencerminkan kuatnya kepercayaan dan antusiasme industri terhadap perkembangan ekosistem Web3 di kawasan. IDBW 2026 berbeda dari edisi-edisi sebelumnya dalam adalah keterlibatan pemerintah yang lebih terstruktur. Untuk pertama kalinya, blockchain dan teknologi baru lainnya resmi masuk sebagai subsektor ekonomi kreatif nasional, sejalan dengan penandatanganan Peraturan Presiden tentang Rencana Induk Ekonomi Kreatif oleh Presiden RI awal Juli 2026. Chairman & Founder IDBW 2026, Aditya Raflein, memandang pencapaian tahun ini sebagai penegasan arah jangka panjang yang sejak awal ingin dibangun IDBW. “Sejak hari pertama, kami percaya blockchain bukan sekadar tren teknologi, melainkan infrastruktur peradaban baru. Saat ini kita melihat ketika lebih dari 12.000 orang, pemerintah, dan pemain global duduk dalam satu forum di Jakarta, itu bukan sekadar pencapaian angka. Itu adalah bukti bahwa Indonesia sedang menulis babak barunya sendiri dalam sejarah teknologi dunia, dan IDBW ingin menjadi rumah bagi babak itu ditulis,” ujar Raflein. Blockchain Jadi Bagian dari Arah Pembangunan Ekonomi Kreatif Nasional Kehadiran pemerintah dalam IDBW 2026 tidak sekadar simbolis. Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, memaparkan kontribusi ekonomi kreatif terhadap PDB nasional saat ini telah mencapai 7,38%, dengan target melampaui 8% pada akhir tahun mendatang. Sektor ini juga tercatat inklusif, sekitar 58% pelakunya adalah perempuan, dan menjadi salah satu penyerap tenaga kerja muda terbesar, mengingat lebih dari 60% pekerja di sektor ini berasal dari generasi Z dan milenial. Ia menjelaskan awal Juli 2026, terbit Peraturan Presiden tentang Rencana Induk Ekonomi Kreatif 2025–2045 sebagai masterplan jangka panjang ekonomi kreatif Indonesia. Dalam rencana ini, jumlah subsektor ekonomi kreatif resmi bertambah dari 17 menjadi 21, dengan empat subsektor baru berbasis teknologi baru, mencakup AI, blockchain, IoT/Web3, dan cybersecurity. “Pemerintah melihat sektor teknologi baru ini sangat penting untuk dibangun bersama, bukan hanya dari sisi peningkatan kapasitas talenta dan pelatihan, tetapi juga dari sisi memberikan masukan regulasi yang diperlukan agar ekosistem blockchain di Indonesia dapat bergerak lebih baik lagi ke depan,” jelasnya. Harsya menambahkan koordinasi lintas sektor kini dijalankan melalui tim implementasi yang dipimpin bersama oleh Kementerian Ekonomi Kreatif dan Kementerian PPN/Bappenas, di bawah koordinasi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, dengan melibatkan 22 kementerian dan lembaga, termasuk OJK, Bursa Efek Indonesia, Kementerian Komunikasi dan Digital, serta Kementerian Keuangan. Menteri PPN/Kepala Bappenas, Prof. Dr. Ir. Rachmat Pambudy, turut menyoroti pentingnya keselarasan antara pembangunan infrastruktur digital dan perencanaan pembangunan nasional.  “Blockchain dan teknologi digital lainnya hanya akan memberi dampak nyata bila dibangun sejalan dengan arah pembangunan nasional yang berkelanjutan. Bappenas berkomitmen memastikan inovasi seperti blockchain terintegrasi dalam kerangka besar pembangunan Indonesia, sehingga manfaatnya dirasakan secara merata, bukan hanya di kota-kota besar, tetapi juga di berbagai daerah,” kata Rachmat. Selama dua hari penyelenggaraan, IDBW 2026 menghadirkan puluhan sesi panel dan keynote yang membahas tokenisasi real-world asset, infrastruktur pembayaran on-chain, identitas digital, hingga arah regulasi aset kripto di Indonesia. Sejumlah tokoh global turut hadir sebagai pembicara, di antaranya Richard Teng (Co-CEO Binance), Gracy Chen (CEO Bitget), Justin Sun (Founder TRON), Leonard Leung (CEO Aster), Vugar Usiyev (CEO MEXC), Sam Christian (Director Global Product Marketing OKX), Eddy Christian Ng (Expansion Lead Tether), serta perwakilan BNB Chain, Circle, OSL Group, Chainalysis, dan TRM Labs. Dari sisi ekosistem domestik, hadir pula Chung Ying Lai (CEO D3 Labs), William Sutanto (Co-Founder & CEO Indodax), Nathanael Christian (Co-Founder & CEO IDRX), Anderson Sumarli (Co-Founder & CEO Ajaib), serta Robby (General Chairman Asosiasi Blockchain Indonesia), yang bersama-sama membahas peluang tokenisasi aset dan pengembangan infrastruktur Web3 berbasis IP lokal. Traders Royale dan The Pitch Royale, Panggung Aksi dan Inovasi Web3 Selain rangkaian panel dan keynote, IDBW 2026 juga menghadirkan dua agenda unggulan yang menjadi daya tarik tersendiri bagi peserta. Traders Royale powered by Aster menghadirkan kompetisi trading langsung yang mempertemukan trader profesional, KOL, hingga peserta publik dalam format turnamen head-to-head, menjadikan strategi dan performa trading sebagai hiburan sekaligus edukasi pasar yang atraktif bagi pengunjung. The Pitch Royale tampil sebagai panggung bagi startup-startup Web3 untuk memaparkan solusi mereka langsung di hadapan jajaran venture capital terkemuka. Melalui sesi ini, IDBW 2026 membuka jalan bagi para founder muda Indonesia dan regional untuk mendapatkan exposure, masukan, dan potensi pendanaan, mempertegas peran IDBW bukan hanya sebagai forum diskusi, tetapi juga sebagai jembatan nyata antara inovator dan investor. Didukung Ekosistem Sponsor dan Mitra Terluas Kesuksesan IDBW 2026 turut didukung oleh jajaran sponsor dan mitra ekosistem, dipimpin oleh OKX Wallet, Tether, Aster, Binance Academy, BNB Chain, D3 Labs, Tangem, FLOQ, INDODAX, Mobee, Onigiri, ANOA Token, dan BitGo. Selain itu, Bitget, Sumsub, MEXC, Bybit Indonesia, GSR, Pinetree Securities, Ajaib, MDI Ventures, Ciptadana Sekuritas Asia, dan Meteon Run juga berpartisipasi dalam mendukung acara ini. IDBW 2026 turut didukung oleh Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI), AFTECH, Thrilld Labs, dan Arktivak sebagai Strategic Ecosystem Partner. Dukungan dari berbagai pelaku industri, baik di tingkat domestik maupun global, menegaskan semakin kuatnya kepercayaan terhadap potensi Indonesia sebagai pasar sekaligus pusat pengembangan solusi berbasis blockchain di kawasan. “Kami tidak membangun IDBW untuk satu edisi, kami membangunnya untuk satu generasi. Panggung ini akan terus kami perbesar, bukan hanya sebagai tempat berkumpul, tetapi sebagai tempat lahirnya keputusan, kolaborasi, dan keberanian untuk membangun masa depan digital Indonesia. Selama masih ada satu builder Indonesia yang punya mimpi besar, IDBW akan selalu ada untuk membantunya bicara ke dunia,” sebut Raflein.

Terbang ke Cibubur, Bupati Rohul Bawa Semangat Pramukadi Panggung Jambore Nasional XII Nasional
Nasional
Sabtu, 15 Agustus 2026 | 11:07 WIB

Terbang ke Cibubur, Bupati Rohul Bawa Semangat Pramukadi Panggung Jambore Nasional XII

Jakarta, katakabar.com - Di bawah langit Jakarta yang cerah, semangat ribuan pramuka dari seluruh penjuru Indonesia berkumpul di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur. Pertengahan Agustus 2026, tiga hari jelang memperingati detik-detik proklamasi kemerdekaan RI menjadi hari bersejarah saat Jambore Nasional (Jamnas) XII sekaligus Peringatan Hari Pramuka ke 65 resmi dibuka di Lapangan Utama Buperta. Dan di tengah kerumunan itu, nama Rokan Hulu turut hadir membawa harapan besar, lewat sosok Bupati Anton, ST., MM. Bukan sekadar pejabat daerah, Bupati Anton hadir selaku Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Rokan Hulu. Ia tak datang sendirian; didampingi Ketua Kwarcab Rokan Hulu, Alreza Ahyu, S.E., M.Si., Ak., Sekretaris Kwarcab, Budimin, S.Sos., serta jajaran pengurus dan andalan lainnya. Kehadiran mereka adalah bukti nyata: pembinaan generasi muda bukan sekadar tugas rutin, melainkan tanggung jawab besar yang dijunjung tinggi oleh Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu. Pembukaan agung ini dipimpin langsung oleh Menteri Pemuda dan Olahraga sekaligus unsur Mabinas Gerakan Pramuka, Kak Erick Thohir. Di hadapan ribuan peserta, ia membacakan amanat tertulis Presiden Prabowo Subianto yang menyentuh hati: di tengah derasnya arus informasi dan pesatnya perubahan zaman, peran Gerakan Pramuka justru semakin dibutuhkan oleh bangsa ini. “Saya percaya Indonesia membutuhkan Pramuka lebih dari sebelumnya. Pramuka yang kuat, aktif, menjadi tempat anak-anak tumbuh, belajar bekerjasama, dan berbuat nyata bagi sesama,” bunyi pesan Presiden RI bergema di lapangan luas itu. Lebih dalam lagi, Kepala Negara mengingatkan Pramuka bukan sekadar kegiatan tambahan di sekolah. Ia adalah ladang pembentukan karakter—tempat disiplin, gotong royong, kepedulian, dan cinta tanah air ditempa lewat pengalaman nyata, bukan sekadar teori di dalam ruangan tertutup. “Karakter tidak lahir dalam semalam. Ia butuh latihan, pengalaman, keteladanan, dan lingkungan yang mendukung,” tegasnya, seraya mengajak semua elemen bersinergi mempersiapkan jalan menuju Indonesia Emas 2045. “Seratus tahun Indonesia nanti adalah milik kalian. Kalianlah yang akan membangunnya," jelasnya. Momen sakral ditutup dengan bunyi sirine yang berkumandang, ditandai bersama oleh Kak Erick Thohir, Ketua Kwartir Nasional Kak Budi Waseso, serta Sekretaris Gerakan Kepanduan Dunia (WOSM) Mr. David Berg. Satu bunyi, satu semangat, satu tekad untuk masa depan. Bagi Rokan Hulu, kehadiran Bupati Anton dan rombongan bukan sekadar ikut meramaikan pesta nasional. Ini adalah pernyataan sikap: Rohul berkomitmen menjadikan Pramuka sebagai benteng generasi muda yang tangguh, mandiri, dan menjunjung tinggi persatuan. Meski zaman terus berubah, nilai luhur kepramukaan tetap menjadi kompas yang tak akan pernah digoyahkan. Dari Cibubur, semangat itu akan dibawa pulang ke Negeri Seribu Suluk—untuk terus menyalakan api karakter di dada setiap pemuda Rokan Hulu, demi negeri yang lebih baik.

NarayaOne Bawa Nama Jatim ke CommunicAsia 2026: Dari Surabaya ke Panggung Digital Asia Internasional
Internasional
Jumat, 15 Mei 2026 | 19:07 WIB

NarayaOne Bawa Nama Jatim ke CommunicAsia 2026: Dari Surabaya ke Panggung Digital Asia

Jawa Timur, katakabar.com - NarayaOne menegaskan posisinya di antara wajah industri digital Jawa Timur saat bersiap tampil di CommunicAsia 2026, yang berlangsung pada 20 hingga 22 Mei 2026 di Singapore EXPO. Partisipasi ini menempatkan NarayaOne pada panggung strategis Asia Tech x Singapore, sebuah ajang ICT besar yang mempertemukan penyedia layanan komunikasi, vendor teknologi, integrator sistem, dan pelaku enterprise dari berbagai negara. NarayaOne secara resmi mengumumkan keikutsertaannya melalui kanal perusahaan dengan membawa tagline utama "Your Digital Gateway to Indonesia". Tagline tersebut menjadi representasi arah bisnis perusahaan yang fokus menjembatani kebutuhan pasar global dengan potensi ekonomi digital Indonesia. Membawa Nama Jawa Timur ke Panggung Teknologi Asia Keikutsertaan NarayaOne tidak hanya menjadi momentum bisnis perusahaan, tetapi juga menjadi representasi industri digital Jawa Timur di tingkat internasional. Berbasis di Menara Trillium, Surabaya, NarayaOne menunjukkan perusahaan teknologi dari daerah mampu bersaing dan tampil dalam forum teknologi terbesar di Asia Tenggara. Partisipasi ini semakin kuat dengan adanya dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Dukungan tersebut memperlihatkan sinergi antara sektor industri digital dengan agenda pengembangan ekonomi daerah berbasis teknologi dan inovasi. Kehadiran NarayaOne di Singapura membawa pesan bahwa Jawa Timur memiliki kapasitas sumber daya, inovasi, dan ekosistem digital yang siap berkembang secara global. Atas keikutsertaan NarayaOne mendapat apresiasi dan sambutan positif dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Koordinator Bidang Perdagangan Luar Negeri Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Jawa Timur, Lucky Kristian, menyampaikan apresiasinya secara langsung. "Kami mengucapkan selamat kepada NarayaOne yang akan ikut pameran di Singapura. Secara tidak langsung, NarayaOne ini mewakili pemerintah dan masyarakat Jawa Timur," ujar Lucky. Lucky menegaskan harapan besar pemerintah daerah terhadap langkah NarayaOne di kancah internasional. "Dengan kondisi ekonomi kita yang sudah di atas rata-rata nasional mencapai 5,96 persen kami berharap NarayaOne bisa menggaet investor ataupun mampu menjual produknya ke Singapura atau negara lain," tuturnya. Menjadi catatan penting, kata Lucky, keikutsertaan NarayaOne di CommunicAsia 2026 dilakukan secara mandiri tanpa fasilitas pembiayaan dari pemerintah. Hal ini justru menjadi nilai tersendiri di mata Lucky. "Kehadiran NarayaOne dengan biaya mandiri ini menjadi penyemangat. Minimal ini menunjukkan industri kita mampu tanpa harus selalu difasilitasi pemerintah," jelasnya. Lucky juga menempatkan langkah NarayaOne dalam konteks visi besar Jawa Timur sebagai pusat konektivitas nasional. "Jawa Timur adalah hub untuk Indonesia bagian Timur. Mulai dari tol laut, semua berasal dari Jatim, dari Perak. Dengan NarayaOne ke Singapura, kita ingin memperkuat jalur-jalur perdagangan agar Jatim benar-benar menjadi Gerbang Baru Nusantara," imbuhnya. Profil NarayaOne dan Data Aktual Perusahaan NarayaOne NarayaOne perusahaan teknologi dan ekosistem digital yang telah beroperasi selama 17 tahun. Dalam data resmi perusahaan, NarayaOne menyebut telah melayani lebih dari 19.300 pelanggan dan mengembangkan lima business unit utama dalam satu ekosistem terintegrasi. Lima unit bisnis tersebut meliputi: 1. Naraya Telematika (Branding: Kapten Naratel): Berfokus pada solusi telekomunikasi, jaringan, dan infrastruktur digital. 2. Naraya Media: Menyediakan layanan media digital dan distribusi konten. 3. Naraya Creative Studio: Menangani kebutuhan branding, produksi kreatif, dan pengembangan visual perusahaan. 4. SprakPay: Mengembangkan sistem pembayaran digital dan solusi transaksi elektronik. 5. Naraya Learning Institution: Mendorong pengembangan kompetensi dan pendidikan berbasis teknologi. Struktur bisnis tersebut menunjukkan bahwa NarayaOne tidak hanya bergerak sebagai penyedia layanan tunggal, tetapi membangun ekosistem digital yang saling terintegrasi. Model Kemitraan yang Ditawarkan Dalam keikutsertaannya di CommunicAsia 2026, NarayaOne memaparkan empat model kemitraan strategis yang terbuka bagi mitra internasional, yakni Strategic, Investment, Technology Integration, Telco/ISP Partnership, dan Go to Market Partnership. Keempat model ini dirancang untuk mengakomodasi berbagai bentuk kolaborasi lintas negara sesuai kebutuhan dan kapasitas masing-masing mitra. Kolaborasi Strategis Lintas Sektor Kekuatan NarayaOne tidak hanya bertumpu pada kapabilitas internal, tetapi juga pada jaringan kolaborasi yang dibangun lintas sektor. Mitra-mitra yang mendukung ekosistem NarayaOne mencakup tiga ranah utama: dunia usaha, pendidikan, dan pemerintahan. Dari sisi industri keuangan, NarayaOne menjalin kerja sama dengan Bank Syariah Indonesia (BSI), salah satu bank syariah terbesar nasional, yang memperkuat dimensi layanan keuangan digital dalam ekosistem perusahaan. Di bidang pendidikan teknologi, kolaborasi dengan Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) menjadi jembatan antara dunia industri dan pengembangan talenta digital berbasis akademik. Pada level kebijakan dan regulasi digital nasional, NarayaOne mendapat pengakuan melalui keterkaitan dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), yang menunjukkan relevansi perusahaan dalam agenda transformasi digital Indonesia. Tak kalah penting, dukungan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur turut memperkuat legitimasi NarayaOne sebagai representasi industri digital daerah di panggung internasional. Sinergi dengan pemerintah provinsi ini sekaligus mencerminkan komitmen bersama dalam mendorong Jawa Timur sebagai pusat pertumbuhan ekonomi digital nasional. Keberagaman mitra dari sektor swasta, akademik, pemerintah pusat, hingga pemerintah daerah menjadi cerminan bahwa NarayaOne telah membangun fondasi bisnis yang kokoh dan relevan dengan kebutuhan ekosistem industri modern. "Your Digital Gateway to Indonesia" Jadi Identitas Strategis Tagline "Your Digital Gateway to Indonesia" menjadi identitas utama NarayaOne dalam CommunicAsia 2026. Tagline tersebut bukan sekadar slogan pemasaran, melainkan positioning perusahaan sebagai penghubung antara pasar internasional dengan peluang ekonomi digital Indonesia. NarayaOne menyoroti sejumlah potensi besar Indonesia, seperti Populasi lebih dari 280 juta jiwa, Pengguna internet mencapai lebih dari 221 juta, Nilai ekonomi digital sekitar US$100 miliar, Potensi ekonomi halal hingga US$265 miliar Data tersebut menjadi dasar strategi NarayaOne dalam menawarkan Indonesia sebagai pasar digital yang besar dan terus berkembang. CommunicAsia 2026 Jadi Momentum Ekspansi Regional CommunicAsia dikenal sebagai salah satu event teknologi dan komunikasi terbesar di Asia. Event ini menjadi tempat bertemunya perusahaan telekomunikasi, penyedia cloud, AI company, data center provider, dan berbagai pelaku transformasi digital global. Bagi NarayaOne, keikutsertaan dalam event ini menjadi momentum penting untuk memperluas jaringan internasional, membuka peluang kerja sama regional, serta memperkenalkan kemampuan teknologi dari Indonesia, khususnya Jawa Timur. Langkah ini juga menunjukkan bahwa perusahaan digital lokal kini tidak lagi hanya berorientasi pada pasar domestik, tetapi mulai bergerak menuju pasar Asia dan global. NarayaOne dan Masa Depan Industri Digital Jawa Timur Kehadiran NarayaOne di CommunicAsia 2026 memperlihatkan perubahan besar dalam lanskap industri digital Jawa Timur. Perusahaan berbasis daerah kini mampu tampil membawa identitas lokal sekaligus menawarkan solusi berstandar internasional. Dengan pengalaman 17 tahun, lebih dari 19.300 pelanggan, lima business unit terintegrasi, serta dukungan pemerintah daerah dan mitra strategis nasional, NarayaOne memperlihatkan kesiapan untuk menjadi salah satu pemain penting dalam transformasi digital Indonesia.

Tentang Yudhi Isman: Perjalanan dari Indonesia ke Panggung Teknologi Global Lifestyle
Lifestyle
Minggu, 12 April 2026 | 21:10 WIB

Tentang Yudhi Isman: Perjalanan dari Indonesia ke Panggung Teknologi Global

katakabar.com - Di tengah pesatnya pertumbuhan teknologi global, muncul satu nama dari Indonesia yang menghimpun perhatian banyak kalangan: Yudhi Isman (Founder & CEO of Orbis Elite), perusahaan teknologi multinasional yang membangun ekosistem digital generasi baru. Cerita perjalanan hidupnya tidak dimulai dari Silicon Valley, Singapura, ataupun Tokyo melainkan dari sebuah kota yang jauh dari pusat industri teknologi dunia: Pekanbaru. Dari lingkungan sederhana itulah, seorang anak kelahiran 6 Januari 1995, putra kedua dari pasangan Manipol dan Ismawati, tumbuh dengan rasa ingin tahu yang besar terhadap komputer, sistem digital, dan cara teknologi menghubungkan manusia. Bersama dua saudaranya, Randi Ramana dan Syifa Ega Ismanda, Yudhi menghabiskan masa kecilnya dengan ketertarikan yang tidak biasa: bukan pada mainan atau aktivitas umum anak seusianya, tetapi pada struktur perangkat lunak, arsitektur sistem, dan logika pemrograman. Ketertarikan itu kelak membawanya pada perjalanan panjang, menantang, dan penuh tekad, hingga akhirnya menjadi salah satu figur teknologi paling menonjol yang lahir dari generasi baru Indonesia. Pendidikan Internasional dan Fondasi Teknologi Meskipun berasal dari latar belakang yang jauh dari pusat teknologi dunia, Yudhi memperluas wawasannya secara global. Ia menempuh studi Diploma di International Business Management Institute (IBMI), Berlin, Jerman, sebuah institusi yang memperkenalkannya pada prinsip manajemen modern, kepemimpinan organisasi, dan struktur pengembangan bisnis global. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan dalam bidang yang paling sesuai dengan minatnya sejak kecil: Computer Science BSc (Hons) di University of Essex, Colchester, Britania Raya. Di sinilah pemahamannya mengenai: - algoritma, - kecerdasan buatan, - pemrograman sistem, - arsitektur perangkat lunak, dan - infrastruktur komputasi skala besar berkembang secara signifikan dan membentuk pola pikir teknologinya. Pengalaman akademik internasional tersebut kemudian menjadi fondasi kuat dalam membangun sistem digital yang kompleks dan berorientasi masa depan. Awal Perjalanan Profesional: Dari Eksperimen Menuju Ekosistem Pada 2018, Yudhi memulai proyek awalnya yang bernama Orbisflix, Inc., sebuah eksperimen dalam layanan streaming dan media berbasis internet. Orbisflix bukan hanya sebuah platform, tetapi sebuah laboratorium tempat Yudhi menguji: - perilaku pengguna, - sistem backend, - arsitektur jaringan, - desain antarmuka, dan - model distribusi digital. Konsep VOD yang menjadi fondasi Orbisflix merupakan jendela pertama menuju pemikiran besarnya tentang bagaimana sebuah platform digital harus beroperasi, berkembang, dan berinteraksi dengan manusia. Selama empat tahun, Orbisflix menjadi wadah eksplorasi intensif. Banyak ide gagal, banyak yang diulang, banyak pula yang berubah arah. Namun proses itu justru membentuk pemahaman mendalam tentang apa yang diperlukan untuk membangun ekosistem teknologi berskala global. 2022: Lahirnya Orbis Elite Visi Teknologi Indonesia untuk Dunia Pada tahun 2022, sebuah babak baru dimulai. Orbisflix berevolusi menjadi Orbis Elite, Inc., dengan misi jauh lebih besar: membangun ekosistem digital terintegrasi untuk komunikasi, interaksi sosial, dan infrastruktur AI yang dirancang untuk masa depan. Transformasi ini menandai tiga hal utama: 1. Perpindahan dari satu produk menjadi multi-platform ecosystem 2. Integrasi teknologi komunikasi, sosial, AI, dan cloud dalam satu sistem 3. Penegasan posisi sebagai perusahaan teknologi multinasional Di bawah kepemimpinan Yudhi, Orbis Elite mulai membangun fondasi teknologi generasi berikutnya, salah satunya adalah platform sosial CoreX dan aplikasi komunikasi CoreX Messenger. Filosofi Teknologi: Simpel, Manusiawi, dan Berorientasi Masa Depan Bagi Yudhi, teknologi bukan hanya soal kemajuan, kecanggihan, atau kode pemrograman. Teknologi adalah medium untuk memperbaiki kehidupan manusia. Dalam banyak kesempatan, ia menegaskan prinsipnya: “Teknologi yang baik adalah teknologi yang membuat hidup lebih sederhana, bukan lebih rumit.” Pernyataan ini menjadi dasar bagi seluruh arsitektur produk Orbis Elite. Mulai dari desain antarmuka yang intuitif, pengoptimalan sistem berbasis AI, hingga konsep komunikasi real-time yang ringan dan efisien semuanya diciptakan dengan fokus pada pengguna sebagai pusat ekosistem. Membangun dari Indonesia Menuju Perusahaan Teknologi Multinasional Perjalanan Yudhi menjadi salah satu contoh paling nyata dari berkembangnya pemimpin teknologi baru dari Asia Tenggara. Dalam era di mana perusahaan teknologi besar sering muncul dari Silicon Valley, Korea Selatan, Tiongkok, atau India, keberhasilan Orbis Elite menjadi entitas global bermula dari Indonesia menawarkan perspektif baru bahwa: - inovasi bisa lahir dari mana saja, - ambisi tidak dibatasi geografi, dan - talenta digital Indonesia memiliki potensi global. Di bawah arahannya, Orbis Elite membangun infrastruktur digital yang diproyeksikan untuk: - ekspansi lintas negara, - kompatibilitas regulasi internasional, - kemampuan penskalaan global, dan - integrasi teknologi masa depan. Kepemimpinan dan Peran Yudhi dalam Ekosistem Orbis Elite Sebagai Founder, Chairman & CEO, Yudhi menjalankan beberapa peran strategis: - arsitek utama produk, - perancang ekosistem digital, - pengambil keputusan teknis utama, - pengembang visi jangka panjang, - serta pembentuk budaya perusahaan. Perannya bukan hanya sebagai pemimpin bisnis, tetapi juga sebagai teknologi yang memahami detail sistem hingga level kode. Melihat ke Masa Depan Dengan ambisi untuk memperluas jangkauan internasional, membangun infrastruktur digital baru, dan memperkenalkan generasi platform yang lebih inovatif, perjalanan Yudhi sebagai pemimpin teknologi Indonesia menjadi salah satu narasi penting dalam dunia digital saat ini. Dari Pekanbaru hingga panggung global, perjalanannya menjadi bukti bahwa visi besar dapat lahir dari tempat yang kecil—dan dengan tekad, dedikasi, serta kerja keras, dapat berkembang menjadi sesuatu yang memengaruhi dunia.

ISSEI 2025: Panggung Strategis Industri Baja Nasional Masa Depan Lebih Hijau dan Kompetitif Nasional
Nasional
Kamis, 22 Mei 2025 | 15:30 WIB

ISSEI 2025: Panggung Strategis Industri Baja Nasional Masa Depan Lebih Hijau dan Kompetitif

Jakarta, katakabar.com - Industri besi dan baja nasional torehkan sejarah penting melalui pembukaan resmi Iron-Steel Summit & Exhibition Indonesia ISSEI 2025 yang digelar hingga 23 Mei 2025 di Hall A-B, Jakarta International Convention Center atau JICC. Acara ini buah kolaborasi antara Asosiasi Industri Besi dan Baja Indonesia The Indonesian Iron & Steel Industry Association atau IISIA, dan South East Asia Iron & Steel Institute atau SEAISI, dengan dukungan penuh khususnya dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, dan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. Usung tema “Bersama Industri Baja Nasional Membangun Fondasi Menuju Indonesia Emas” ISSEI 2025 menjadi forum strategis yang mempertemukan pelaku industri besi dan baja dari hulu hingga hilir, pemangku kepentingan pemerintah, asosiasi, hingga sektor pendidikan. Melalui sinergi ini, diharapkan tercipta kolaborasi lintas sektor yang dapat memperkuat peran industri baja sebagai fondasi utama pembangunan ekonomi nasional menuju visi Indonesia Emas 2045. Acara pembukaan dihadiri oleh pejabat pemerintah, pimpinan asosiasi, tokoh-tokoh industri, serta delegasi internasional. Chairman IISIA sekaligus Direktur Utama PT Krakatau Steel, Muhamad Akbar Djohan menegaskan pentingnya kolaborasi dan inovasi untuk meningkatkan daya saing industri baja nasional di tingkat regional maupun global. “Acara ini menandai momen bersejarah kolaborasi antara SEAISI dan IISIA, memperkuat visi bersama untuk industri baja ASEAN yang lebih Tangguh, kompetitif, dan berkelanjutan.” ujar Akbar. Sementara, Chairman SEAISI, Dato Lim Hong Thye menyoroti peran strategis Indonesia dalam peta industri baja Asia Tenggara serta pentingnya adopsi teknologi ramah lingkungan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan. “Acara ini sangat penting dan memiliki potensi lebih bagi industri baja di ASEAN,” ucapnya. Selama tiga hari, ISSEI 2025 menghadirkan rangkaian agenda utama seperti seminar nasional, diskusi panel, talkshow bersama pakar industri, pameran teknologi dan produk baja terbaru, business matching, serta Green Steel Building Competition. Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat roadmap ketahanan industri baja nasional dan mempercepat peran sektor baja sebagai pilar utama ekonomi menuju Indonesia Emas 2045. Acara ini menjadi ajang penting untuk memperkenalkan inovasi produk baja yang mendukung pembangunan infrastruktur nasional seperti proyek strategis nasional. Selain itu, ISSEI 2025 juga menampilkan berbagai teknologi ramah lingkungan yang mendukung pengurangan emisi karbon dan efisiensi energi di sektor baja.

Lerak Resmi Tapaki Panggung Dunia, Solusi Alami Jawab Krisis global Internasional
Internasional
Selasa, 04 Maret 2025 | 21:10 WIB

Lerak Resmi Tapaki Panggung Dunia, Solusi Alami Jawab Krisis global

Jakarta, katakabar.com - Dari akar tradisi lokal Indonesia, Lerak kini resmi menapaki panggung dunia sebagai solusi alami dari Asia yang menjawab dua krisis global sekaligus: pencemaran air bersih dan pertanian berkelanjutan. Melalui tangan dingin Arfiana Maulina, Founder Yayasan Tirta Artha Asri WateryNation dan Alira Alura, sekaligus pejuang Tinnitus perkenalkan Lerak yang hadir tidak sekadar sebagai produk pembersih alami, tapi sebagai simbol gerakan pelestarian budaya yang menyatu dengan solusi modern (Climate Tech dan Agri Tech), mempertemukan kearifan lokal dan teknologi untuk mendorong transisi menuju ekonomi hijau. Dikenal secara turun-temurun sebagai sabun alami tradisional, Lerak terbukti efektif membersihkan sekaligus ramah terhadap ekosistem air. Penelitian terbaru membuktikan Lerak mampu membunuh 99,8 persen bakteri tanpa merusak ekosistem perairan (Sutrisno et al., 2023). Di tengah kenyataan bahwa limbah deterjen sintetis menyumbang hingga 80 persen pencemaran air rumah tangga (UNESCO, 2021), Lerak hadir membawa harapan baru: produk lokal berbasis kearifan nenek moyang yang menjadi solusi nyata untuk menjaga sumber daya air bersih. Perjalanan Lerak sebagai wajah baru keberlanjutan dimulai sejak tahun 2020, ketika Arfiana dan WateryNation memperkenalkannya melalui kampanye kolaboratif bersama Campaign.com.

Roar To The Worlds, EVOS Siap Gebrak Panggung Internasional Lifestyle
Lifestyle
Minggu, 07 Juli 2024 | 19:00 WIB

Roar To The Worlds, EVOS Siap Gebrak Panggung Internasional

Jakarta, katakabar.com - Evos dengan umumkan partisipasinya di dua turnamen esports internasional bergengsi, Esports World Cup 2024 di Riyadh dan Pokémon World Championship 2024 di Honolulu. Di Esports World Cup 2024, tiga tim EVOS ikut berkompetisi, yakni EVOS Glory yang berhasil lolos ke turnamen MSC 2024, EVOS Divine bakal bersaing dalam Free Fire Esports World Cup 2024, dan EVOS Predator bertanding di divisi APEX Legends Esports World Cup 2024. Selain itu pada Agustus 2024 nanti, EVOS mengirimkan tim Pokémon TCG dan Pokémon Unite bertarung di Pokémon World Championship 2024 di Honolulu, Hawaii.